SCOUPS (2 End)

1.4K 117 0
                                        

Aku mengerjapkan mataku saat merasakan sinar matahari mengenai wajahku. Aku memegangi kepala ku yang terasa pusing, sepertinya aku salah membeli minuman kaleng semalam."

​"Akhh, kepala ku!" gumamku.

​Aku tersentak saat menyadari sesuatu. Aku langsung melihat sekeliling, memastikan aku salah, tapi nyatanya aku memang benar.

​"Ah, sial, bagaimana ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak mungkin bertanya pada Scoups langsung," gumamku.

​Aku berpikir sejenak dan langsung beranjak dari tempat tidur Scoups. Aku berharap dia tidak sedang berada di kamar ini, hingga akhirnya aku berhasil keluar. Namun, langkahku terhenti ketika aku mendengar derap langkah. Aku ingin bergegas kembali ke kamar, tetapi dia lebih dulu menahan tanganku.

​"Kau sudah bangun," ucapnya.

​"Ah, ne, Scoups-ssi. Aku... bagaimana aku bisa mabuk semalam?" ucapku.

​"Kau terus mengoceh, yang membuat telingaku sakit," jawabnya.

​"Apa sangat parah?" tanyaku lagi.

​Scoups hanya mengangguk pelan sambil menatapku. Aku mengerucutkan bibirku sambil menatapnya, hingga tak lama aku melihat beberapa pemuda datang berjalan menuju kami.

​"Oh sial, kenapa mereka bisa tahu aku di sini?" gumamku.

​Aku langsung menarik Scoups masuk ke dalam kamarnya lagi.

​"Ada apa?" ucapnya bingung.

​"Ba-" ucapanku terhenti ketika melihat wajah Scoups yang begitu dekat dengan wajahku.

​Scoups menatapku, begitu juga aku yang menatapnya, hingga terdengar suara keributan di luar kamar.

​"Tuan, sudah ku katakan tidak ada gadis yang sedang kalian cari di sini, bukan? Lebih baik kalian pergi sekarang."

​Scoups menatapku dengan tatapan yang berbeda dari tadi.

​"Apa orang-orang itu mencari mu?" tanyanya.

​Aku mengangguk pelan sambil menundukkan kepalaku.

​"Keluar, aku tidak ingin berurusan dengan mereka," ucapnya sambil menarik ku untuk menyingkir dari pintu kamarnya.

​"Scoups-ssi, kumohon," ucapku.

​Scoups terdiam sambil menatapku, hingga akhirnya ia melepaskan tanganku dan berjalan pergi dari hadapanku.

​Aku melambaikan tanganku pada Scoups yang baru saja keluar dari gedung milik Dokyeom, namun ia malah mengacuhkan ku. Sepertinya dia benar-benar tidak ingin terlibat dalam masalah. Aku langsung menyeberang jalan untuk menghampirinya, namun tiba-tiba ada motor yang melaju begitu cepat yang langsung menyenggol ku hingga aku terjatuh.

​"Akhh..." ringis ku.

​"Nona, kau tidak apa-apa?"

​"Tidak a-"

​"Menjauh darinya!" ucapnya pada seseorang tadi.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang