47.DOKYEOM

1.4K 90 4
                                        

Mencintai seseorang itu bukan berarti kita harus memilikinya atau menjadikannya kekasih kita, bukan? Contohnya seperti aku yang mencintai seseorang yang sudah memiliki kekasih saat dia bertemu denganku. Kenalkan, aku Kim (y/n), seorang gadis yang sudah lama mencintai sahabat sepupuku sendiri. Dia begitu membuatku terpesona berkat kepribadiannya yang menyenangkan, dan bahkan ia berhasil membantuku kembali menjadi diriku setelah mengalami cukup banyak luka yang kurasakan.

Namun, kenyataan tak pernah memihak ku. Pasalnya, dia sudah menjadi kekasih orang lain saat ia masuk ke dalam kehidupanku yang hancur saat itu. Pada awalnya, aku ingin merusak segalanya, tapi jika aku merusaknya, itu hanya akan membuatku menjadi gadis jahat di matanya. Hingga akhirnya, aku memilih untuk pergi dari kehidupannya, berharap bisa melupakan perasaan yang sudah tumbuh di hatiku selama ini.

Dan di sinilah aku. Selama lima tahun, aku pergi hanya untuk melupakannya ke negara lain, dengan alasan untuk melanjutkan pendidikanku. Tapi, pada kenyataannya, aku pergi karena ingin melupakan perasaanku padanya. Tapi bodohnya aku, aku malah kembali ke negara di mana aku bertemu dengannya. Yah.l, aku kembali ke Seoul setelah Appa meminta untuk menggantikannya menjadi CEO di perusahaan miliknya, karena dia sudah terlalu tua untuk memimpin. Jadi, akulah yang berperan sekarang.

Aku sudah berdamai dengan masalahku. Aku juga sudah melupakan semua yang terjadi di masa lalu. Dalam keluarga, sekarang hanya ada aku dan Appa saja.

Aku keluar kamar setelah bersiap untuk memulai hariku. Ini hari pertamaku ke kantor, jadi aku sedikit gugup. Aku hanya berpakaian simpel karena tidak ingin terlalu formal. Aku mengunakan blus satin krem, kardigan rajut tebal krem, dan celana bahan biru tua/hitam

 Aku mengunakan blus satin krem, kardigan rajut tebal krem, dan celana bahan biru tua/hitam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku berjalan menuju lantai bawah. Ketika aku hendak menuruni anak tangga, aku melihat Mingyu sedang berdiri di dekat anak tangga rumahku. Ya, Mingyu adalah sepupuku, kakak sepupuku, tapi aku tak pernah memanggilnya Oppa.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanyaku sambil berjalan melewatinya.

"Menjaga dan mengantarmu ke kantor hari ini karena ini hari pertamamu, bukan?" jawabnya.

"Jangan menjadikan itu alasan untuk mendekati sekretaris di kantor Appa. Aku tahu kau tengah dekat dengan sekretaris itu, kan?" ucapku.

"Bukan. Ayolah, jangan berpikir seperti itu. Samcheon yang menyuruhku, asal kau tahu," sanggahnya.

"Ahjumma, Appa, aku pergi sekarang!" ucapku saat melihat Appa sedang duduk di meja makan.

"Kau tidak sarapan dulu, Sayang?" tanya Appa.

"Tidak, nanti saja di kantor," jawabku sambil tersenyum.

"Samcheon tenang saja, aku akan menjaganya. Kami pamit sekarang," ucap Mingyu.

Aku hanya memutar bola mata, setelahnya aku mencium pipi Appa dan berjalan pergi.

SEVENTEEN IMAGINE (PART 2)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang