"Wake up Baby.."
Mendengar suara bisikan, dan usapan lembut pada pipinya Shraddha lantas menggeliatkan tubuhnya. Merasa terganggu. Lalu, bukannya malah terbangun, Shraddha memilih untuk kembali memeluk guling, dan kembali mencari posisi nyamannya.
Varun, seseorang yang tadi mengganggu tidur Shraddha terkekeh melihat istrinya itu yang terlihat enggan untuk membuka matanya. "Sayang, peluk aku saja. Akan terasa lebih nyaman." Ucapnya sembari menarik turun selimut yang tadi membungkus tubuh Shraddha. Tangannya kemudian tergerak untuk, menggelitik kaki istrinya, agar istrinya itu segera terbangun dari tidurnya.
"Eumhh..." Lenguh Shraddha kembali merasa terusik, atas apa yang Varun lakukan. Di detik berikutnya dirinya kemudian membuka matanya.
"Hai!" Sapa Varun sambil menyunggingkan senyuman manisnya, ketika melihat Shraddha yang sudah terbangun dari tidurnya.
"Hah!" Shraddha menampilkan ekspresi terkejut, ketika melihat Varun yang saat sedang terduduk di hadapannya. Kemudian ia bangkit dari tidurnya dan ia ikut mendudukkan tubuhnya di hadapan prianya itu.
"Reaksi macam apa itu? Aku suamimu, mengapa kamu terlihat begitu terkejut seolah melihat hantu."
"Apa kamu hantu? Suka datang begitu tiba-tiba di hadapanku."
"Sekarang kamu malah mengatai suamimu ini sebagai hantu. Bukannya malah memeluknya."
"Aku masih syok! Kamu datang tiba-tiba dan tidak memberi tahu aku!"
"Aku menepati janjiku bukan? Pulang sebelum holi."
"Suamiku ternyata benar-benar menepati janjinya. Kupikir kamu akan menghabiskan lebih banyak waktu lagi bersama dengan istri keduamu." Bibir Shraddha berkedut, menahan senyumannya.
"Kamu memulai lagi, aku sudah ingin melupakan apa yang terjadi kemarin."
"Begitu cepat marah.." goda Shraddha sambil mencubit gemas pipi Varun.
"Cih, tidak sadar diri. Sekarang kamu mau memeluk suamimu ini, atau tidak?" Tanya Varun sambil merentangkan kedua tangannya dengan lebar.
Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, Shraddha langsung naik mendudukkan tubuhnya keatas pangkuan Varun, melingkarkan kedua kakinya di pinggang prianya itu dan lanjut memeluk tubuhnya dengan erat. Menyalurkan semua kerinduannya.
"I Miss you so bad!" Aku Shraddha masih dalam posisi memeluk tubuh Varun dengan begitu eratnya.
"Aku juga sangat merindukanmu!" Balas Varun seraya mengelus rambut panjang Shraddha yang tergerai.
"Aku pikir kamu tidak akan pulang. Dan benar-benar akan selingkuh dariku!"
Mendengar itu Varun lantas tertawa. Kemudian ia menjauhkan sedikit tubuhnya, dan menggapai wajah Shraddha menggunakan kedua tangannya. "Jika aku benar-benar selingkuh, nanti kamu nangis." Ejek Varun sambil menjulurkan lidahnya.
Mata Shraddha melotot tidak terima dengan ejekan dari pria itu. Kemudian dengan ringannya ia langsung menabok dengan keras pundak suaminya itu. "Maka aku akan benar-benar membunuhmu!" Ancamnya kemudian sambil menarik kerah kaos yang Varun kenakan.
"Dan kamu akan menjadi janda."
"Dan aku akan mencari seorang pria baru untuk aku nikahi. Misalnya saja, Vishal."
"Jadi foto pria bermotor yang kamu kirimkan padaku itu bernama Vishal?" Tanya Varun sambil merapikan sedikit tatanan rambut Shraddha menggunakan jari telunjuknya. Matanya menatap dengan lekat kearah iris mata amber milik wanitanya itu.
"Bagaimana menurutmu? Apa dia terlihat lebih tampan darimu?" Balas Shraddha sambil melingkarkan kedua tangannya pada leher Varun.
"Coba tanya pada dirimu sendiri." Pandangan Varun beralih menatap kearah bibir Shraddha, sambil mengelusnya menggunakan ibu jarinya.
