London.
Kota yang mana merupakan ibu kota dari negara Inggris, dan menjadi salah satu kota yang sangat populer di dunia. Menawarkan berbagai macam tempat wisata, membuat Varun memilih kota indah ini sebagai tempat untuk mengajak Shraddha liburan.
Setelah Shraddha mengalami kecelakaan di India tempo hari yang lalu, Varun bertekad untuk mengajak istrinya itu untuk pergi menghabiskan waktu bersamanya. Menemani Shraddha agar ingatan istrinya itu cepat kembali. Mungkin dengan menghabiskan banyak waktu berdua, ingatan istrinya itu akan cepat segera pulih.
"Ingin menikmati udara segar bersamaku?" Tanya Varun pada Shraddha yang sedang menatap kearah orang-orang yang berlalu lalang berjalan kaki depan rumahnya melalui balkon kamarnya.
Shraddha beralih menatap kearah Varun yang berdiri di sampingnya. Ia pun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas ajakan suaminya itu.
Varun menghembuskan nafasnya perlahan. Ia menatap prihatin kearah Shraddha yang menatap jalanan dengan pandangan kosongnya. Semakin hari, istrinya itu lebih jarang berbicara. Jarang tersenyum, hanya menampilkan raut wajah datarnya saja. Terkadang ia merasa Shraddha yang bersamanya saat ini, bukalah Shraddha yang ia kenal dulu.
"Sayang kamu ingin kemana?" Tanya Varun ketika melihat Shraddha bangkit dari duduknya.
Shraddha hanya membisu, tidak menjawab pertanyaan dari Varun. Ia memilih untuk melangkahkan kakinya menuju kearah ranjang.
Melihat Shraddha yang berjalan kearah ranjang, Varun pun ikut mengekori. Ia lanjut mendudukkan tubuhnya di samping tubuh Shraddha yang sedang bersandar pada kepala ranjang.
"Shraddha." Panggilnya kemudian.
Sang pemilik nama pun menoleh, menatap kearah Varun yang tadi memanggil namanya.
"Shraddha berbicaralah denganku."
Shraddha tetap membisu. Ia hanya menatap kearah Varun, tanpa membalas ucapan pria itu sama sekali. Kemudian di detik selanjutnya ia merubah posisinya menjadi tiduran dan menaruh kepalanya pada paha suaminya itu.
"Sayang, ini seperti bukan dirimu.." Varun membelai surai panjang Shraddha, masih mencoba untuk berinteraksi dengan wanitanya itu.
"Aku merindukan senyuman manismu. Aku harus melakukan apa Shraddha, agar kamu bisa tersenyum lagi.."
"Varun." Panggil Shraddha setelah sekian lama terdiam.
"Iya Shraddha? Kamu menginginkan sesuatu?" Tanya Varun dengan raut wajah sumringah. Setelah sekian lama terdiam, Shraddha akhirnya membuka mulutnya.
"Aku ingin sebuah pelukan." Pinta Shraddha kemudian merubah posisinya kembali menjadi duduk berhadapan dengan tubuh Varun.
Setelah mendengar Shraddha berkata seperti itu, tanpa mengucapkan balasan apapun Varun langsung menarik tubuh Shraddha dan membawanya ke dalam dekapannya. Memberikan sebuah pelukan hangat untuk wanita kesayangannya itu.
"Menjadi ceria-lah. Aku ingin melihat senyumanmu lagi." Ucapnya kemudian seraya mengecup puncak kepala istrinya itu.
"Aku ingin mandi." Balas Shraddha sembari melerai pelukannya pada tubuh Varun.
"Aku akan membantumu membersihkan tubuhmu."
Satu detik..dua detik..tiga detik.. tidak ada balasan apapun yang Varun terima dari Shraddha. Wanita itu tiba-tiba terdiam, dan kembali melamun sambil menatapnya dengan pandangan kosong.
"Shraddha.." panggilnya kemudian seraya tangannya menggoyangkan pelan lengan Shraddha, mencoba untuk menyadarkannya istrinya itu dari lamunannya.
Di detik selanjutnya, Shraddha tersadar dengan raut wajah terkejutnya. Wajah Shraddha nampak ketakutan, dan tiba-tiba Varun melihat wanitanya itu mengambil langkah mundur dari hadapannya.
