13

12.4K 923 40
                                        

"Yun"

Taehyung menoleh, menatap Jungkook yang kini menatapnya tanpa berkedip, membuat Taehyung sedikit bingung.

Sekarang mereka berdua sedang berada di taman dekat rumah, dengan Taehyung yang berjalan sangat hati-hati dan Jungkook yang sedari tadi bergerak antusias di gendongan Taehyung.

Iya, akhirnya keinginan Jungkook untuk pergi jalan-jalan dengan Taehyung terkabul.

Jadi, tadi setelah Jungkook menangis hebat, Taehyung langsung membawanya masuk kedalam rumah, tapi langsung berlari lagi keluar saat melihat Yoongi dan Namjoon yang sudah berdiri bersisian dengan tatapan seolah ingin mengulitinya saat itu juga.

Padahal Taehyung sangat lelah, ingin beristirahat sebentar saja.

Dan tangis Jungkook langsung berhenti saat menyadari Taehyung membawanya menjauh dari rumah.

"Tootie maw tu" ucap Jungkook, tangannya menunjuk ke sebuah gerobak yang menjual permen kapas.

"itu? Permen kapas?"

"Huum, pelmen tapac"

"Tidak boleh, itu terlalu manis, Kookie"

"Uh?"

Taehyung melotot, memandang Jungkook yang sekarang sudah bersiap-siap untuk memecahkan tangisnya.

Satu

Dua

Ti-

"Iya! Akan hyung belikan, tidak usah menangis, nanti dikira Tae hyung menculikmu. Padahal 'kan tampan begini, masa dituduh menculikmu. Tunggu disini, jangan kemana-mana"

Jungkook tersenyum lebar, mengangguk semangat, yang ditangkap dari perkataan Taehyung tadi hanyalah, 'Akan hyung belikan' dan 'Jangan kemana-mana' saja.

Selebihnya, Jungkook tidak peduli.

Taehyung mendudukkan Jungkook di salah satu kursi taman yang ada disana, sedikit berlari kearah gerobak permen kapas itu sebelum antreannya bertambah banyak.

Jungkook menggerak-gerakkan kakinya asal, pandangannya sedari tadi tidak lepas dari Taehyung yang sedang mengantre permen kapas.

Pandangan Jungkook jatuh pada beberapa anak kecil seumurannya yang sedang bermain bola, juga pada beberapa anak perempuan hang sedang bermain lompat tali.

Mereka semua tampak senang saat bermain, mendadak Jungkook juga ingin bermain.

"Hei, kenapa melamun, Kookie?" tanya Taehyung.

Jungkook menatap Taehyung yang membawa permen kapas untuknya, matanya kembali berbinar saat menerima permen kapas itu.

"Ndak apa-pa"

"Serius?"

"Huum"

"Kalau begitu, ayo pulang, ini sudah petang. Lihat, mataharinya hampir tenggelam, ayo pulang sebelum Jin hyung pulang"

"Ndak maw, nanti ja, macih maw dicini, cebental caja"

Taehyung mengangguk, memilih mengangkat Jungkook dan mendudukkannya di pangkuannya.

"Kookie" panggil Taehyung.

"Hum?"

"Tidak mau bermain disana?" tunjuk Taehyung ke arah beberapa anak kecil yang sedang bermain bola, yang tadi dilihat Jungkook.

Jungkook menggeleng, "Ndak maw"

"Kenapa? Main bola itu seru sekali loh, apalagi beramai-ramai seperti itu, hyung dulu juga suka bermain bola bersama teman-teman seperti itu"

"Ndak tenay meyeta, maca tiba-tiba itut beymain"

"Ya kenalan dong"

"Mayu yun" cicit Jungkook.

Alis Taehyung mengerut, "Kenapa malu? Kan Kookie pakai baju"

Jungkook mengerjap, belum mengerti apa hubungan malu dan memakai baju.

"Ya potona Tootie mayu, nti caja beymain boya diyumah denan yun"

Taehyung terdiam, baru ingat jika Jungkook itu tidak suka bergaul dengan orang lain kecuali jika sudah kenal sejak lama.

Tapi tetap saja, anak seusia Jungkook itu seharusnya memiliki banyak teman, bermain di luar, tidak di dalam rumah terus.

Apa Taehyung meminta kepada Jin untuk memasukkan Jungkook ke playgroup saja ya, agar Jungkook memiliki banyak teman, sekaligus belajar.

Usia Jungkook hampir empat tahun, itu usia yang cukup 'kan?



TBC

Maap pendek, nggak tau ini nulis apa😅

Pengen up banyak-banyak buat ganti karena beberapa minggu yang lalu enggak up, tapi maaf kalo pendek, hehe.

Maaf juga kalo ada typo

Jangan lupa voment!

Byee

Our Baby BunnyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang