56

8.3K 645 43
                                        

"Ndak maw, Tootie cuma maw peymen tapac!"

Semua orang menghela nafas berat, frustasi.

Sedari tadi Jungkook ribut ingin permen kapas, tidak mau ditukar dengan yang lain.

Awalnya mereka membuat Jungkook agar menunggu sebentar, dan diangguki Jungkook, mengharapkan bahwa nanti Jungkook akan lupa, tapi ternyata Jungkook sama sekali tidak lupa, malah semakin ribut.

"Permen kapas itu gula nya banyak sekali, Kookie, nanti Kookie bisa sakit gigi, lalu bisa batuk, Kookie mau sakit gigi dan batuk?"

"Tootie ndak maw catit didi, juda ndak maw batuk"

"Nah, kalau begitu permen kapasnya tidak usah, ya?" tanya Jieun.

"Endak! Tootie tetap maw peymen tapac" ucap Jungkook, keras kepala.

"Loh? Katanya tidak mau sakit gigi dan batuk? Kok tetap ingin permen kapas?" tanya Hoseok.

"Peymen tapac yan ndak ada duya na, tan Tootie ndak catit didi cama batuk"

Jimin mengernyit, "Semua permen kapas itu pakai gula, Kookie, tidak ada permen kapas yang tidak memakai gula"

"Buat ndiyi, yun, ndak patai duya"

"Hyung tidak bisa membuatnya, Kookie"

"Jin yun cama eomma tan pintay memacak, pacti bica, iya tan?"

Jungkook beralih menatap Jieun dan Jin bergantian, memandang mereka penuh harap.

Jieun dan Jin saling berpandangan, menaikkan satu alis mereka.

"Um, tidak ada bahannya, Kookie" ucap Jin, menatap Jungkook was was.

"Tayau ndak ada, beyi, yun"

Giliran Jieun yang menjawab, "Supermarket nya tutup, Kookie, jadi tidak bisa membeli sekarang"

Jungkook terdiam, berpikir, "Beyi di cupeymaytet yain, eomma, cupeymaytet dicini tan ndak cuma catu, ndak muntin cemua cupeymaytet na tutup, tan?"

Aduh, semua orang disana merutuk dalam hati, kenapa Jungkook jadi pintar berdebat begini? Turunan dari siapa?

"Bensin mobil appa habis, tidak bisa pergi"

Semua orang menatap Taebum, menghela nafas lega, tapi hanya sebentar, sebelum Jungkook berucap, "Pinjam mobiy Yiyin noona tayau beditu"

"Mobil Irene sedang dipakai, tidak bisa dipin—"

"Hello everyone, Irene is here, anyone miss me?"

Semua orang melotot, menatap Irene horor.

Irene tersenyum lebar, berjalan mendekati mereka, tidak sadar dengan tatapan horor semua orang.

"Halo Kookie, rindu noona tidak?"

Jungkook berlari, merentangkan tangannya dan langsung digendong Irene.

"Yindu! Yindu noona"

"Benarkah? Aduh, Kookie rindu padaku, senangnya— hei bantet, aku tahu mata mu itu sipit, tidak usah dilebar-lebarkan seperti itu, terima saja apa adanya"

Irene menggoyang-goyangkan tubuhnya, tubuh Jungkook, lebih tepatnya, masih belum sadar tatapan mereka padanya.

"Noona, mobiy na cedan dipatai, ndak?"

"Uh? Mobil milik noona?"

Jungkook mengangguk.

"Tidak tuh, memangnya kenapa?"

Jungkook tersenyum lebar, "Tootie maw pinjam, boyeh?"

"Pinjam? Memang mobilnya appa Kookie, kenapa?"

"Bencin habic, Tootie maw te cupeymaytet, ndak da mobiy"

"Ah begitu, boleh, boleh pinjam mobil milik noona kok"

Irene merogoh saku celananya, berusaha mengambil kunci mobilnya yang tadi ia simpan disana.

Mengernyit bingung ketika melihat semua orang melotot dan membuat tanda silang dengan tangannya.

"Kalian kenapa?"

Jungkook menoleh, semua orang langsung diam, memalingkan wajah, berpura pura melihat ke arah lain.

"Wah, aku baru sadar, bantal sofa kita bagus sekali ya? Ada gambar kelincinya, haha" ucap Jin, menepuk nepuk bantal sofa yang dipegangnya.

"Ah, haha, iya, bahkan aku baru sadar kalau sofa kita ada bantalnya" timpal Taehyung.

Krik krik krik

Semua orang berkedip beberapa kali, lalu tertawa hambar serentak.

"Kalian ini kenapa?" tanya Irene lagi.

"Eh, Irene? Ayo duduk dulu, Kookie jangan digendong terus, nanti pinggangmu patah. Kookie, sini, dengan eomma dulu ya, biar Irene noona duduk dulu"

Jieun menggendong Jungkook, membawanya masuk kedalam kamar.

"Kenapa kau datang kesini, heh?"

Irene mendelik, "Suka suka dong, kenapa? Tidak suka? Ya sudah, memang aku peduli?"

"Dasar nenek lampir"

"Bantet"

"Bi—"

"Jangan mulai, diam"

Jimin langsung diam, menatap Irene yang sedang meniup kukunya tajam.

"Kalian tadi kenapa begitu?"

"Jungkook rewel minta permen kapas, itu kan tidak baik untuk gigi, nanti bisa batuk juga" jelas Taebum.

"Lalu kenapa pinjam mobil juga?"

"Ingin buat sendiri tapi tanpa gula, tidak ada bahan, mendesak agar segera beli bahan, sudah dibujuk tapi tetap ngeyel, sudah, ceritanya panjang, aku lelah bicara, mengantuk, ingin tidur" ucap Yoongi, beranjak dari sofa dan berlalu ke kamarnya, tidur.

Meninggalkan yang lain disana, dengan mulut yang menganga.

"Dasar kaum rebahan" gumam Irene.





TBC

Haii

Ada yang kangen gak? :v

Happy satnight!

Jangan lupa voment yaa, makasiih

Paipaii~

Our Baby BunnyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang