cerita tentang keseharian Jungkook si bayi kelinci yang dikelilingi 6 orang hyung yang gantengnya ngalahin dewa-dewa Yunani.
Penasaran? baca aja, hehe:)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku alien? Biar, yang penting aku tampan. Kalian mau apa?" —jeon tampan taehyung.
●●●
"Yi noona, ni maw temana?"
Yeri menunduk, menatap Jungkook yang asik memakan roti ikan di sebelahnya. "Pulang, mau?"
Jungkook mengernyit, "Puyan? Te yumah Nini?
"Iya, ke rumah Nini, mau?
Si kecil Jeon mengangguk antusias, "Maw! Hihi."
Yeri tersenyum lebar, melangkah riang menyusuri pasar dengan menggenggam erat pergelangan Jungkook. Dirinya ingin ke rumah seseorang yang diduga kuat sebagai Nini dari makhluk kecil yang digandengnya ini.
"Yeri!"
"Uh? Eonni? Ada apa?"
Itu Joy, salah satu pedagang pasar yang merangkap sebagai temannya. Bukan pedagang sih, dia memiliki toko berlian, buka cabang disini, aneh memang. Tapi kata Joy, "Biar anggapan orang-orang berubah, biasanya mereka beranggapan kalau pasar itu pasti hanya berisi pedagang sayur, buah, daging, panci, wajan, baju diskonan, sandal murahan. Tapi disini ada toko berlian, biar wow."
Begitu.
Joy ini, sama absurdnya seperti Yeri, omong-omong, makanya mereka bisa berteman, karena jalan pikiran mereka sama.
"Mau kemana? Dan waw, ini anak siapa? Lucu sekali. Kau nikah diluar hamil ya?"
Yeri diam, tampak memikirkan ucapan Joy barusan, lalu setelahnya dia memukul belakang kepala Joy sambil mendelik, "Hamil diluar nikah, bodoh! Dimana-mana kalau punya anak tapi belum menikah itu namanya hamil diluar nikah!"
"Iya itu maksudnya, pregnant diluar married."
Yeri mengendikkan bahu, "Tidak tahu, dia tiba-tiba berdiri di depan rumahku dan mengatakan kalau dia lapar, jadi sebagai pecinta makhluk uwu, aku mengurungnya di rumah dan ku beri makan, kemudian ku uyel-uyel sampai puas."
"Di kehidupan sebelumnya jangan-jangan kau sudah menyelamatkan negara angin dari negara api ya? Sampai-sampai sekarang mendapat keberuntungan yang uwaw sekali."
Yang lebih muda mengibas rambut pendeknya, "Aku ini temannya Avatar tahu."
"Iya saja biar cepat. Halo? Adik kecil ini namanya siapa? Mau ikut noona sebentar tidak? Nanti noona beri swarovski banyak-banyak."