Jungkook duduk disamping Yugyeom, sesekali melirik lewat jendela kaca, memastikan apakah keenam hyung nya masih ada disana, dan mendapati mereka selalu melambai padanya begitu pandangan mereka bertemu.
"Baiklah, ucapkan halo pada Soeun, anak anak"
Jungkook kembali menoleh, memusatkan pandangannya pada guru dan seorang gadis kecil di depan sana.
Guru yang mengajar di kelas Jungkook bukan Hyora, dia pemilik taman kanak kanak ini, merangkap sebagai kepala sekolah. Guru di depan sana bernama Yang Hana, cantik, baik sekali, masih muda, umurnya setara dengan Namjoon, penyayang juga, terlihat dari tatapannya pada semua anak kecil disana.
Mereka, anak anak kecil disini termasuk Jungkook, memanggilnya Hana, karena tadi Hana menolak dipanggil guru saat Lisa memanggilnya, alasannya karena panggilan Guru itu terdengar tua, dia tidak mau dibilang tua.
"Halo, Soeun"
"Halo juga semua, hehe"
Kemudian Soeun berjalan kecil kecil kembali ke tempat duduknya, rambut pendeknya yang diikat dua bergoyang lucu saat ia bergerak.
"Oke, selanjutnya, um, siapa ya? Ada yang ingin maju tanpa harus ditunjuk?"
Lisa dan Bambam mengangkat tangan mereka serempak, lalu saling memelototi satu sama lain.
"Aku dulu"
"Tidak, aku dulu"
"Bam, mengalah pada gadis"
"Lis, mengalah pada yang lebih muda"
Lisa melotot, "Tidak mau, lagipula kita terpaut tidak begitu jauh"
"Aku juga tidak mau, kau kan bukan gadis sungguhan, sikapmu sama seperti laki laki" Bambam ikut melotot.
Hana menatap Lisa dan Bambam bergantian, memijat pangkal hidungnya pusing, bahkan beberapa orang tua yang menunggu diluar sampai mengintip kedalam, penasaran.
Dua anak didiknya ini memang super sekali.
"Aduh, Bam, jangan menjambak rambutku!" pekik Lisa.
Bambam membuang wajah, tidak menampilkan raut wajah bersalah sama sekali, "Ya kau jangan menendangku"
"Itu karena—"
"Begini saja—" potong Hana dengan cepat, sebelum ruang kelas A1 berubah menjadi ruang pertempuran kedua saudara asal Thailand itu.
"—daripada kalian berdua bertengkar, lebih baik yang maju untuk memperkenalkan diri di depan teman teman itu Yugyeom lebih dulu. Ayo Yugyeom" lanjutnya.
Seisi ruang tertawa, termasuk Jungkook, menertawakan Bambam dan Lisa yang kini merengut tidak suka.
"Cabal ya Lica, Bammie, nanti jangan beltengkal lagi, bial dipilih Hana untuk maju kedepan" ucap Soeun.
Gadis kecil itu memang sempat berkenalan dengan Lisa dan Bambam sebelum bel masuk tadi, bahkan sepertinya seisi kelas sudah kenal dengan Lisa dan Bambam.
Salahkan duo Thailand itu yang sibuk berlarian dan berbicara kesana kemari saat Jungkook dan Yugyeom bahkan masih berada di depan gerbang.
"Yan cabay, Yica, Bamie, hihi" ucap Jungkook, kemudian pandangannya beralih kedepan, dimana Yugyeom sudah berdiri dan akan memperkenalkan dirinya di depan semua teman.
"Halo, aku Kim Yugyeom, kalian bisa memanggilku Yugyeom atau Gyeomie, salam kenal"
Hana tersenyum, "Gyeomie tinggal dimana?"
"Um, satu perumahan dengan Kookie, Lisa, dan Bamie, tapi lupa nama perumahannya apa"
"Ah begitu, baiklah, sekarang Gyeomie bisa kembali ke tempat duduk, terimakasih"
Yugyeom mengangguk, berjalan santai dan kembali duduk di samping Jungkook.
"Um, sekarang giliran—"
Hana berhenti bicara sebentar, mengedarkan pandangannya pada seisi kelas, kemudian pandangannya jatuh pada Jungkook yang sedang menatap keluar jendela, "—Kookie, kenalkan dirimu pada teman teman, ya?"
Jungkook berjengit kaget, menatap horor pada Hana yang menatapnya dengan senyum manis.
"Uh?"
"Maju kedepan dan kenalkan di depan teman teman Kookie"
Hana memang sebelumnya sudah berkenalan dengan semua anak didiknya, makanya dia bisa memanggil setiap anak didiknya dengan nama bahkan sebelum sesi perkenalan dimulai.
"Ayo Kookie, maju sana" bisik Lisa, gadis itu memang duduk tepat di belakang Jungkook, dan Bambam duduk di belakang Yugyeom, samping Lisa.
Bambam ikut menambahkan, "Iya, Kookie, maju, kenalkan dirimu"
"Tidak usah malu"
Itu Yugyeom yang berucap. Jungkook mengangguk kecil, sekali lagi melirik keluar jendela, mendapati semua hyung nya tersenyum lebar, lalu bangkit dan berjalan pelan ke depan kelas.
Sungguh, dia gugup luar biasa ditatap banyak sekali pasang mata.
"Um, hayo, Jeon Juntook, pandiy na Tootie caja"
"Halo Kookie!" pekik Lisa, Bambam, dan Yugyeom serempak, membuat Jungkook menjadi lebih percaya diri, terbukti dari senyum manisnya yang mengembang saat itu juga, memperlihatkan dua gigi kelincinya.
Lisa, Bambam, dan Yugyeom sengaja memekik seperti itu untuk menaikkan tingkat percaya diri milik teman kelinci mereka.
"Halo Kookie!" sahut anak yang lain, bahkan seisi kelas ikut memekik seperti itu.
Senyum Jungkook semakin melebar, menatap berbinar pada seisi kelas, "Hayo juda cemua, hihi"
Jin tersenyum tipis, hatinya menghangat melihat teman teman Jungkook yang mau menerima adiknya yang sangat pemalu.
"Ternyata Lisa, Bambam, dan Yugyeom ada gunanya juga sebagai teman, kukira mereka bertiga hanya bisa mengacau"
Oh, yang barusan itu adalah Yoongi dan mulutnya yang pedas.
TBC
Hai, happy satnight
Mood anjlok.
Sekalian mau bilang, mungkin beberapa hari kedepan aku gak akan up dulu, jadi jangan ditunggu, kasian kalian, nunggu itu gak enak, aku tau kok.
Apalagi nunggu bias ngenotis, wah, itu sih halu namanya.
Aduh apaan sih
Pengen martabak manis coklat keju, beliin :(
Jangan lupa voment, kangen bales balesan komen disini :)
Borahae❤
Paipaii~
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Baby Bunny
Fanfictioncerita tentang keseharian Jungkook si bayi kelinci yang dikelilingi 6 orang hyung yang gantengnya ngalahin dewa-dewa Yunani. Penasaran? baca aja, hehe:)
