"AAAAAAAAAAAA"
Yoongi menutup telinganya rapat rapat, indra pendengarannya itu sakit sekali saat mendengar teriakan orang orang disekitarnya ingin sekali menyumpal semua mulut yang terbuka itu, tapi tidak ada satupun barang didekatnya yang bisa digunakan.
Ck, sayang sekali.
Dan teriakan itu masih berlanjut, sampai membuat Yoongi jengah dan akhirnya memilih untuk bersandar di tembok sambil menguap, menunggu salah seorang berhenti berteriak.
Jin terbatuk, menepuk nepuk dadanya dengan sebelah tangan, dan tangan yang satunya terangkat ke depan. Persis seperti koreografi lagu DNA dari anggota boy band terkenal, bedanya anggota boy band yang mendapat bagian koreografi ini tidak memegang dada, wajahnya juga dibuat seseksi mungkin, sementara wajahnya mirip seperti orang yang tersedak bakso aci.
"Yoongi, mi—"
"Tidak usah alay" sela Yoongi.
Jin melirik Yoongi kesal, adik tertuanya itu tidak bisa diajak bercanda sedikit. Padahal orang tersedak itu bukan bahan candaan yang bagus, benar kan?
Nanti tersedak bakso aci sungguhan tahu rasa.
Lalu pandangan Jin jatuh ke beberapa orang yang ada di hadapannya, matanya memicing, memastikan mereka itu menapak lantai atau tidak.
"Jadi, kalian itu manusia?"
Makhluk didepanya tersenyum, "Bukan, aku malaikat—"
Ucapannya dihentikan dengan nada menggantung, menggantung sekali, senyumnya dilebarkan, "—maut, rawr"
Dan Jin langsung menggeplak kepalanya, membuat makhluk yang sudah ia pastikan adalah manusia itu meringis kesakitan sambil memegang kepala.
"Bodoh, mana ada malaikat maut memperkenalkan diri dengan akhiran rawr begitu? Seharusnya kan tertawa terbahak bahak seperti ibu tiri. Jadi kau ini malaikat maut atau malaikat salah server?"
Orang itu merengut, tapi tidak kelihatan, kan sedang mati lampu, jadi gelap, seperti kulit Tae—Yeontan maksudnya.
"Oke oke, jadi perkenalkan, namaku Kim Baekhyun, kami tetangga baru tepat di depan rumah besarmu ini, tapi rumah kami yang lebih besar kok, haha. Lalu ini," berhenti, menepuk pundak pemuda disebelahnya, mengisyaratkan untuk bicara.
"Ah, aku Kim Chanyeol, dan aku tidak sepenuhnya memiliki darah Korea, aku blasteran, blasteran Korea Surga, hehe"
Jin mendecih, dih, bangga sekali orang itu, padahal hanya blasteran Korea Surga, dia yang blasteran Surga Neraka biasa saja tuh. g, canda.
Tatapannya pindah, kembali ke Baekhyun, tapi pemuda itu diam saja, lalu pandangannya bergeser lagi saat merasakan ada hal aneh disebelah Baekhyun.
Dan benar saja, dia serius melihat hal aneh, bahkan matanya sudah membulat sempurna saking terkejutnya dengan apa yang dilihatnya sekarang, karena dia melihat—
"Halo, saya Kim Jongin, biasa dipanggil Kai" sambil tersenyum lebar.
—sederet gigi rapi yang terbang.
Lalu kesadarannya kembali, dan Jin tersenyum tipis, "Oh, kukira tidak ada orang disitu tadi, tapi setelah melihat gigi putihmu aku jadi berpikir. Apa kulitmu itu memiliki kemampuan kamuflase seperti bunglon? Kau sedang berkamuflase menjadi gelapnya malam"
Kai mengumpat dalam hati, menyumpah serapahi Jin sepuasnya.
"Apa kami boleh masuk? Disini dingin, omong omong" ucap Baekhyun santai sekali, "Oke, kami masuk. Ayo adik adikku yang jelek"
Kemudian Baekhyun melenggang begitu saja, memasuki rumah Jeon seperti rumahnya sendiri, dengan Chanyeol dan Kai yang mengikuti dibelakangnya.
Jin melongo, kalau tetap masuk begini, lalu apa guna bertanya?
.
.
.
"Hei, Jongin ini bisa dipanggil Kai ada sejarahnya tahu" celetuk Baekhyun sambil menyomot kacang di dalam bungkus, membuka kulitnya lalu dimasukkan kedalam mulut dan dikunyah lalu ditelan.
Tidak tahu bagaimana ceritanya, mereka bersembilan sudah duduk melingkar di karpet, meja yang ada ditengah tengah juga sudah dipindah. Jungkook sudah tidur tadi, jadi Jimin memindahkannya kekamar dan ikut bergabung dengan tetangga barunya yang ternyata adalah teman kuliahnya dan Hoseok serta Taehyung.
Iya, Kai itu teman mereka bertiga, lebih tepatnya teman satu angkatan juga satu kelas dengan Hoseok, sementara Chanyeol, dia salah satu produser di agensi yang sama dengan Yoongi dan Namjoon.
Jin menatapnya antusias, Baekhyun enak sekali diajak mengobrol begini, besok besok dia akan mengajak Baekhyun untuk belanja sayur bersama sambil menggosip, pasti seru sekali.
"Bagaimana?" tanyanya antusias.
Baekhyun membuka kulit kacangnya, sebelum kemudian ia membanting kacang itu penuh emosi, "Dih, jual mahal! Dibuka tidak mau, kusumpahi kalian berdua membusuk didalam!" lalu mengambil kacang baru dan membukanya.
"Iya, jadi dia itu kan hitam—apa? Tidak usah menatapku begitu Kai. Lalu aku memanggilnya Malika karena kami, para hyung sudah membesarkannya dengan sepenuh hati seperti anak sendiri. Kemudian suatu hari dia pulang bermain dengan keadaan mengenaskan dan baunya yang sangat hoek, jadi di otak jeniusku ini terlintas nama Malikai, singkatan dari Malika dan Bangkai, tapi karena Malikai terlalu panjang jadi aku memanggilnya Kai ssaja begitu, selesai"
Taehyung tertawa keras, hampir tiga tahun dia berteman dengan Kai, tapi dia tidak tahu fakta yang satu itu, dan sama halnya dengan Jimin juga Hoseok.
Kai mencibir, kelihatan sekali kalau dia menggerakkan bibir dengan kata nyenyenye tadi, karena lampu yang sudah menyala setengah jam yang lalu, jadi tambah kelihatan.
Semua orang tertawa, lalu dilanjutkan membahas hal hal random yang keluar sampai hari sudah semakin larut dan ketiga pemuda bermarga Kim itu pamit pulang dan mengatakan kalau besok akan berkunjung lagi sambil membawa kue beras.
TBC
Hai bee!
Hiya hiya ada member exo nih, enaknya dibikin tokoh tetap apa gak?
Sumpah ngantuk nih, kalian bangun oi! Sahur sahur!
Ini tanpa revisi, males, jadi nanti kalo ada yg agak gak nyambung komen aja ya, aing benerin.
Fix aku mau langsung tidur abis ni.
Oh iya mau tanya, harus dijawab!
Dari part 1 sampe 84 ini kalian yg paling inget yg mana? Terus pas bagian apa? Terus kenapa kok bisa diinget?
Harus dijawab!
Paipaii~
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Baby Bunny
Fanfictioncerita tentang keseharian Jungkook si bayi kelinci yang dikelilingi 6 orang hyung yang gantengnya ngalahin dewa-dewa Yunani. Penasaran? baca aja, hehe:)
