83

6.2K 664 219
                                        

Jungkook tiduran di sofa, eh tidak, dia tiduran di badan hyungnya yang sedang duduk di sofa. Badan bagian atasnya dipangku Jimin, sedangkan bagian bawahnya dipangku Taehyung. Jadi setengah setengah begitu, enak sekali, empuk, apalagi Jimin sambil menyuapinya dengan anggur dan Taehyung yang sedang mengipasnya.

Dibawahnya ada Namjoon dan Hoseok, mereka duduk di karpet, lalu Jin duduk di kursi tunggal dan Yoongi tiduran di kursi panjang seorang diri, memakan tempat. Padahal jika dia duduk, Namjoon dan Hoseok bisa ikut duduk disana dan bukannya duduk lesehan di karpet begini.

Mereka sedang menonton film horor, itu atas usul Hoseok, padahal diantara mereka bertujuh, yang paling takut dengan hal hal semacam itu ya Hoseok. Jungkook juga takut sebenarnya, tapi bedanya kalau dia akan menangis keras saat takut, kalau Hoseok akan langsung pingsan dengan mulut terbuka dan lidah yang sedikit keluar, posisi seperti belalang cangcorang.

Sementara yang lain tidak terlalu takut, mereka bilang kalau Yoongi yang sedang memakai masker putih malam malam saat mati lampu dengan mata yang dipelototkan itu lebih seram. Jadi mereka biasa saja, begitu.

Lalu saat mulai memasuki klimaks, Namjoon merem melek melihatnya, Taehyung sibuk memainkan rambut Jungkook; pengalihan atensi, soalnya hantunya seram, Jimin total menutup mata, Jin sibuk bermain ponsel; mencari resep masakan, Jungkook memeluk leher Namjoon erat, hampir mencekik, Yoongi menatap malas pada televisi, dia tidak takut, dia hanya mengantuk, musik di film itu membuatnya serius mengantuk, sementara Hoseok sudah gemetaran di posisinya, ingin pingsan dengan posisi estetiknya itu sekarang.

"AAAAAA!"

Semua orang terkejut, terutama Hoseok, dia sudah hampir meloncat dan berlari keluar rumah tadi, menatap tajam pada Jin yang baru saja berteriak, mereka kesal.

"Ada apa sih hyung?" tanya Taehyung tidak santai, ini jantungnya sudah mau copot, matanya hampir keluar dari tempat.

Jin meringis, menunjukkan ponselnya pada Taehyung, "Resep masakan ini pakai keju, sementara keju di kulkas sudah habis ku cemili, bagaimana?"

"Ya tinggal beli lagi, apa susahnya?" Namjoon bertanya.

"Oh iya—"

"AAAAAA, HANTUNYA! HANTUNYA KELUAR! PAKAI DI ZOOM SEGALA! KENAPA PAKAI ADEGAN BEGITU? PRODUSER KURANG AJAR!"

Semua orang terkejut pt 2, kaget sekali saat mendengar teriakan Hoseok yang menggelegar seperti bunyi panci yang jatuh, bahkan Taehyung langsung memukul kepala hyung kudanya itu dengan bantal sofa saking terkejutnya.

Tidak usah mengatainya tidak sopan, itu sebuah gerakan reflek, teman teman.

Lalu tiba tiba lampu mati, televisi mati, ac mati, hatiku juga mati. g

Intinya semua listrik dirumah mereka mati, membuat Hoseok semakin bergetar saja ditempat.

"Tae, itu di bantal sofa ada saklar tersembunyi ya? Coba di cek dulu, kau selesai menimpuk Hobi listrik kita langsung mati begini" ucap Jin, bodoh sekali. Mana ada saklar di dalam bantal?

Tapi bodohnya lagi Taehyung tetap mengeceknya, benar benar bodoh bukan? Mengakibatkan suara tawa Jin terdengar, seperti lap kaca.

Namjoon bangkit, hendak mencari lampu darurat yang mereka simpan di lemari samping televisi, namun tidak lama terdengar bunyi 'duag' dan disusul sebuah ringisan di ruang tengah itu.

Hoseok semakin bergetar ketakutan, suasana sedang mencekam begini, apalagi tidak ada penerangan, dan suara barusan menimbulkan gambaran gambaran hantu di film tadi.

"S-suara apa itu?"

"Itu suara Namjoon, bodoh, jangan terlalu berlebihan"

Seperti biasa, si kucing bermulut ular berbisa kesayangan kita ini yang menjawab, bisanya menancap tepat di ulu hati kuda kelebihan tenaga kesayangan kita.

Lalu Namjoon cepat cepat menyalakan lampu darurat itu dan meletakkanya di meja depan televisi, cukup menerangi ruang tengah sekarang.

Tok

Tok

Tok

Semua orang meremang—kecuali Yoongi— ketakutan sekali saat mendengar pintu rumah mereka yang diketuk pelan pelan, seperti sengaja di lambat lambatkan.

"Siapa itu? Manusia atau bukan? Bukan ya? Kita harus apa sekarang?" Hoseok bertanya panik.

Ketukan pintu itu terdengar sekali lagi, Jimin melotot. Tidak, bukannya ia takut, eh, memang takut sih, tapi dia melotot bukan karena itu, tapi karena,

"Kookie, kenapa menggigit paha hyung? Ini paha manusia, bukan paha ayam, jangan digigit begini, sakit!" pekiknya, menepuk pelan punggung sang adik.

Jungkook melepaskan gigitannya, mendongak dan menatap Jimin dengan mata berkacanya, "Tootie tatut, yun, nti tayau tu monctey badaimana? Atau Jacon yun? Jacon yun tan cepeyti monctey"

Tok

Tok

Tok

Hoseok sudah pingsan, posisinya sangat estetik; posisi belalang cangcorang, itu menurutnya, menggelepar tidak berdaya di lantai.

Taehyung menelan ludah gugup, lalu berucap agak keras, "T-tidak ada orang dirumah!"

Bodoh sekali.

Jin dan Yoongi menghela nafas lelah, meratapi kenapa adik adik mereka tidak ada yang normal kecuali Jungkook, namun mereka berani jamin kalau Jungkook sudah besar nanti akan sama tidak normalnya seperti keempat hyung yang lain.

Tidak sadar, kalau mereka berdua sebenarnya juga tidak normal.

Maka sebagai yang tertua, jadi harus mengayomi, ea, Jin dan Yoongi memutuskan untuk bangkit dari sofa, menyalakan senter dari ponsel masing masing dan berjalan menuju pintu.

Tok

Tok—

"Iya sebentar! Tidak sabar sekali sih? Ku sumpahi tanganmu keriting karena mengetok pintu tahu rasa"

Jin berhenti, menoleh pada Yoongi yang juga ikut berhenti, "Ada apa?"

"Kau yang di depan Yoon, aku sebagai kakak harus memastikan tidak ada apa apa dibelakang kita" ucapnya dengan suara yang di tegas tegaskan.

Yoongi mengangguk, mengiyakan saja biar cepat.

Tangan putih mulusnya yang lebih putih dan lebih mulus dari punya kalian terangkat, menyentuh gagang pintu dan membukanya pelan, seperti diberi efek slow motion. Lalu,

"AAAAAAAAAAAAAAA"






TBC

Hai bee!

Gimana puasanya? Lancarkah?

Semangat ya buat kalian yg lagi puasa, hwaiting!

Hehe.

Yg curhatan aku kemaren, aku terlalu baper ya wkwk, kebawa suasana banget, duh, makhluk uwu ini jadi malu >,<

Duh aku mau bilang apa tadi, perasaan pas ngetik ini tuh udah ku inget inget, pas mau ditulis kok malah lupa.

Aduh, serius lupa.

Apa ya

Apa sih?

Sialan, beneran lupa :)

Gak tau, masa bodo, aku ngambek!

Bye!

EH INGET

ASEK

Jadi gini, sekarang aku lagi retjeh banget, jadi part ini juga aku bikin receh, gak tau kalian itu juga pada receh apa gak. Tapi aku tau beberapa dari kalian receh kok hwhw, humor kalean anjlok banget setumit kaki, aku tau, hwhw.

Pokonya kalian harus ketawa pas baca terus komen, "kak, aku ngakak, hahaha," ya meskipun kalian gak ketawa beneran sih. Aku gak mau receh sendiriaann.

Udah.

Paipai~

Our Baby BunnyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang