"Bagaimana? Demamnya sudah turun atau belum?" tanya Namjoon.
Pagi ini, mereka berenam kembali berkumpul di kamar milik Jungkook, mengecek keadaan Bayi Kelinci mereka.
Sebenarnya cukup Jin atau salah satu dari mereka saja yang mengecek keadaan Jungkook, tapi semuanya keras kepala ingin ikut melihat keadaan Jungkook.
Taehyung maju dan menyentuh kening Jungkook yang masih tertidur di ranjangnya, tangannya tidak merasakan panas yang sangat seperti kemarin.
Itu berarti suhu tubuh Jungkook sudah turun 'kan?
Taehyung memekik kegirangan setelahnya, membuat semua hyungnya berjengit kaget.
"Ada apa, Taehyung-ah?"
"DEMAMNYA SUDAH TURUN, HYUNG!" teriak Taehyung heboh.
TAK
"Aw, kenapa memukulku sih, Hyung?"
"Kau berisik. Itu bisa membangunkan Kookie, tahu tidak?" jawab Yoongi santai.
Taehyung meringis, mengusap kepalanya yang baru saja dipukul Yoongi.
"Benar panasnya sudah turun?" tanya Jin.
"Iya, benar. Kalau Hyung tidak percaya, cek saja sendiri"
"Kalau begitu, kita keluar saja. Biarkan Kookie tidur sebentar lagi"
"Eungh"
Suara Jungkook terdengar saat mereka baru saja melangkahkan kaki keluar dari kamar Jungkook. Membuat mereka mengurungkan niat untuk keluar, kembali berdempet-dempetan di kamar Jungkook.
Mata Jungkook terbuka perlahan, tatapannya masih sayu meskipun tidak seperti kemarin. Yang ini lebih bersinar.
"Ada apa, Baby?"
"Pucing, yung"
"Tidur lagi saja, Kookie" ucap Jimin.
Jungkook menatap Jimin kemudian menggeleng, "Ndak maw, Tootie bocan tidul teluc. Tadi Tootie cudah bangun, tapi ndak ada olang, jadi Tootie tidul yagi. Teluc tadi yung-yung cangat belicik, Tootie tambah pucing"
Jimin mengernyit, "Terus kenapa Kookie bangun kalau pusing?"
"Talena yung-yung maw teyual, Tootie jadi cendili. Tootie ndak maw cendili, jadi Tootie bangun" jawab Jungkook, suaranya seperti bisikan, hampir tidak terdengar, kepalanya menunduk, bibirnya mengerucut di akhir kalimat.
Astaga, tolong ingatkan Jimin kalau Jungkook sedang sakit.
Kalau tidak, Jimin akan menggigit Jungkook sekarang juga karena gemas.
"Terus sekarang Kookie mau apa?" giliran Taehyung yang bertanya, berniat menggoda juga sebenarnya.
Jungkook mendongak, "Gendong"
Mereka tertawa, benar-benar tertawa, sangat keras. Jungkook masih sangat lucu meskipun sedang sakit. Dan tingkat manjanya akan lebih dari yang biasanya.
Bahkan kadang-kadang mereka bingung. Saat Jungkook sedang sakit itu sebaiknya mereka harus sedih atau senang.
Iya, senang. Karena kalau Jungkook sakit, mereka jadi bisa bermanja-manja dengan Jungkook, lebih lama dari biasanya.
"Gendong? Kookie 'kan sudah besar, masa mau gendong?"
Jungkook merengut.
"Lagipula Kookie itu sudah sangat berat untuk digendong. Kookie 'kan gemuk, besar, seperti gajah"
"Tootie ndak cepelti gajah, yung!"
"Terus Kookie seperti apa?"
"Tootie cepelti telinci"
"Siapa yang bicara seperti itu?" tanya Hoseok, iseng.
"Jin yung. Jin yung juga bicala talau Yoon yung itu cepelti tucing, Joon yung cepelti toala, Hobi yung cepelti tuda, Tae yung cepelti halimau, dan Chim yung cepelti anak ayam"
"Kenapa Chim yung seperti anak ayam?" protes Jimin.
"Ndak taw. Tapi Tootie cuta anak ayam, hihi"
Jimin tersenyum, ah, tidak apa-apa menjadi seperti anak ayam kalau Jungkook menyukainya.
"Terus Kookie suka harimau tidak?" tanya Taehyung.
Jungkook mengerutkan alisnya, terlihat seperti sedang berpikir.
"Ndak, Tootie ndak cuta halimau"
"Kenapa?"
"Halimau galak, cama cepelti Tae yung"
Taehyung merengut.
Semuanya tertawa, lagi.
TBC
Haiii...
Kependekan yeu? miaann
Jangan lupa voment ya!
Big love. Ndraa
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Baby Bunny
Hayran Kurgucerita tentang keseharian Jungkook si bayi kelinci yang dikelilingi 6 orang hyung yang gantengnya ngalahin dewa-dewa Yunani. Penasaran? baca aja, hehe:)
