cerita tentang keseharian Jungkook si bayi kelinci yang dikelilingi 6 orang hyung yang gantengnya ngalahin dewa-dewa Yunani.
Penasaran? baca aja, hehe:)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Anak-anak sudah sering nampang disini, aku juga mau. Nah sekarang giliranku, kalian tidak boleh protes, atau nanti ku lempar sapu." -Jeon (Kim) Jieun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini sudah jam empat sore, Kookie dan ketiga teman cimitnya masih ada di taman belakang rumah Yugyeom.
Ternyata Yugyeom punya rumah pohon lucu, Papa-nya yang membuatkan, dan langsung di klaim Lisa dan Bambam sebagai basecamp mereka berempat.
Yugyeom hanya iya-iya saja, dia tipe anak yang penurut dan tidak banyak protes.
Nah, Kookie juga sama saja, mengiyakan apapun yang dikatakan Lisa dan Bambam selama itu tidak merugikannya. Kalau merugikan nanti ya dia akan menggigit lengan kedua temannya itu sampai berbekas.
"Yica, Bamie, ayo puyan, cudah coye, nti Tootie dicayi eomma." Berjalan mendekat ke Lisa, menarik pelan ujung kaus yang dipakai gadis kecil berkebangsaan Thailand itu.
Lisa dan Bambam menoleh, saling bertatapan lalu mengangguk. Sebenarnya masih ingin bermain, rumah pohon Yugyeom nyaman sekali soalnya, tapi tidak tega kalau sampai menolak ajakan Kookie.
Yugyeom mengangguk, bangkit dari sofa kecil yang sengaja ditaruh Papa-nya disana, berjalan santai ke arah perosotan, mau turun.
"Aduh Lisa, ini bagaimana turunnya? Aku tidak berani lewat tangga."
"Lompat saja kalau begitu."
Bambam melotot, "Kau mau aku terluka ya?"
"Ya terus mau bagaimana?"
"Kalian sedang apa?" Yugyeom bertanya pelan.
Bambam menoleh, "Mau turun, tapi takut lewat tangga tali ini. Bagaimana?"
Kookie memiringkan kepalanya, bingung sekali. Mereka memang naik lewat tangga itu, tapi kan ada perosotan yang dibuat khusus untuk anak-anak kecil seperti mereka agar bisa turun dari rumah pohon dengan aman.