19

10.8K 849 47
                                        

Keesokannya Jungkook bangun pagi-pagi sekali, bahkan mendahului Jin yang selalu bangun tepat pada pukul lima pagi.

Hanya untuk berlari kencang menuju taman belakang, ingin bermain bersama Yeontan, teman barunya.

Dan sukses merengut begitu mendapati pintu penghubung yang masih terkunci, belum di buka, tentu saja, karena yang bertugas memegang kunci dan membuka semua pintu adalah Jin yang memang bangun paling pagi di antara mereka, tapi sekarang Jungkook bangun mendahuluinya.

Jungkook hanya terlalu semangat, teman-teman.

Memilih duduk di kursi kecil khusus untuknya, menunggu Jin bangun dan segera memintanya untuk membukakan pintu.

Karena demi apapun, bahkan demi badan Jimin yang paling pendek diantara hyungnya yang lain, Jungkook sangat ingin bermain dengan Yeontan sekarang.

Katakanlah Jungkook tidak tahu waktu karena ingin bermain sekarang, tapi nyatanya memang begitu.

Jungkook terlampau senang mendapat sesuatu yang baru, apalagi sesuatu itu hidup dan bisa diajak bermain, bisa menemani Jungkook juga nantinya ketika yang lain sedang sibuk atau sedang pergi.

Kakinya digoyang-goyang kecil, ruang dapur masih gelap karena lampu dimatikan dari semalam, Jungkook tidak bisa menyalakan lampunya, tidak sampai.

Jungkook tersentak, merasakan kakinya yang terasa seperti menyentuh benda basah.

Seperti lidah.

Kepalanya menunduk, memicingkan matanya, memastikan benda apa yang menyentuh kakinya yang sudah berhenti bergoyang.

Kemudian lampu dapur tiba-tiba menyala, membuat Jungkook terkejut, reflek kakinya bergerak menendang, membuat sesuatu yang menjilat kakinya tadi terpental kebelakang.

"Kookie, kenapa sudah bangun?"

Jungkook tersenyum lebar, turun dari kursinya dan berjalan mendekati Jin yang menatapnya bingung.

"Yun cepat buta pintuna yun"

"Kenapa?"

"Tootie maw main cama Tannie"

"Yeontan? Itu, Yeontan ada disa- loh Yeontan ada dimana?"

Bingung, kemarin sepertinya Yeontan sudah dimasukkan kedalam kandangnya yang ada di dalam rumah, di dapur.

Tapi sekarang kandang itu kosong, Jin panik, tentu saja.

Jungkook menoleh, mengikuti arah telunjuk Jin, "Dimana yun?"

"Kemarin hyung sudah memindahkannya kesini, kok tidak ada?"

Melihat Jin panik, Jungkook jadi ikut panik, segera berlari mengelilingi dapur, sambil berteriak.

"Tannie iyan, aaa!"

Sampai matanya melihat ada sesuatu yang bergerak di bawah meja makan, larinya berhenti, mendekati meja makan kemudian membungkuk untuk melihatnya.

"Ah, Tannie ada dicini, yun, cudah tetemu, hihihi"

Lalu Jungkook merangkak memasuki kolong meja makan, memeluk Yeontan.

Jin terdiam, tidak tahu ingin melakukan apa selain menatap Jungkook dan Yeontan yang berpelukan sambil berguling-guling di bawah meja makan dengan Yeontan yang menjilat pipi Jungkook dan Jungkook yang tertawa keras.



TBC

Maap pendekk, piisss✌😅

Maap juga baru up, hehe

Jangan lupa voment ya!

Paipai~

Our Baby BunnyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang