cerita tentang keseharian Jungkook si bayi kelinci yang dikelilingi 6 orang hyung yang gantengnya ngalahin dewa-dewa Yunani.
Penasaran? baca aja, hehe:)
"Tae yun bica diam ndak cih? Tadi Tootie cepat cepat dicuyuh peyan, cudah peyan dicuyuh cepat, cudah cepat maw dicuyuh peyan yadi? Beditu?"
Jungkook kesal, dia tadi disuruh menginjak injak punggung Taehyung.
Dia senang senang saja melakukannya, hanya berdiri di punggung Taehyung dan menginjak seluruh permukaannya, tidak melelahkan.
Tapi sedari tadi Taehyung tidak bisa diam, selalu mengoceh, menyuruh Jungkook pelan atau cepat.
Itu yang membuat Jungkook kesal.
Taehyung meringis, "Tapi ini terlalu cepat, Kookie, pelan sedikit, ya?"
Jungkook mendengus, berpegangan pada kepala sofa, memelankan langkahnya.
Jungkook tersenyum senang, saat ide jahil muncul di kepalanya, mencengkeram kepala sofa semakin kuat, menekuk kakinya sedikit, bersiap siap.
"Hana, deuy, cet"
KRETEK
"ADUH, KOOKIE!"
Jungkook melompat turun dari punggung Taehyung, berlari ke arah Yoongi yang sedang duduk, memainkan ponsel di sofa seberang, sambil tertawa riang.
Taehyung segera duduk, melotot horor, meraba punggungnya yang baru saja mengeluarkan bunyi yang cukup memekakkan telinga.
Gila, ini sakit, teman teman.
Jungkook tadi melompat di atas punggungnya, lalu mendarat dan mengakibatkan tulang tulangnya berbunyi, seperti retak, dan semoga tidak retak sungguhan, karena Jungkook itu berat.
Jungkook melonggarkan pelukannya pada leher Yoongi, sedikit tertawa saat melihat wajah Yoongi yang memerah, tidak sadar kalau Taehyung sudah ada di depannya.
Taehyung mengabaikan pukulan Jungkook, berjalan ke sofa tadi, tempatnya semula.
Merebahkan Jungkook di sofa, pelan pelan.
Menyeringai, kedua tangannya mulai menggelitiki Jungkook.
"AAAA, YUN, JANAN DI DEYITIK, DEYIII"
Jungkook berteriak, tertawa kencang, tangannya mencoba menahan tangan Taehyung yang masih menggelitikinya, tapi hasilnya tetap sia sia.
Berguling ke samping kanan dan kiri, menghindari gelitikan Taehyung.
Yoongi hanya diam, melihat saja, lalu kembali pada ponselnya.
"Yun, cudah, janan dideyitik yadi"
Taehyung diam, mengamati wajah Jungkook yang sudah sangat merah, sampai ke telinga, sedetik kemudian, melanjutkan menggelitik perut Jungkook, belum puas.
"YUN, CUDAH, BEYENTI"
Yoongi melirik, "Jangan sampai mena—"
"HUWAAAAA, CUDAH, YUN, HIKS, BEYENTI"
Yoongi diam, Taehyung diam, Yeontan diam, ayam milik tetangga juga ikut diam, hanya terdengar suara tangis Jungkook.
"Taehyung"
Taehyung menoleh cepat ke arah rak yang membatasi ruang depan dan ruang tengah, melotot horor.
Induk kelinci ada disana, berdiri dengan bersidekap dada, memandangnya tajam.
Taehyung segera menggendong Jungkook, sedikit berlari ke taman belakang.
"Sudah, jangan menangis lagi, hyung minta maaf, ya?"