Di rumah tubuh Ghofran terkulai di kursi. Rini baru saja menyiapkan air hangat ketika tiba-tiba mendengar suara benda jatuh.
"Mas Ghofran!" jeritnya.
Tubuh suaminya tergeletak, napas tersengal. Ia memanggil nama istrinya dengan suara hampir tak terdengar.
"Bu... sini... cepat..."
Rini berlari mendekat. Ghofran menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau aku... nggak ada nanti... tolong bilang ke Pak Toro..."
Napasnya tersendat. "Bilang... anak kita... kalau bisa diterima kerja di pabrik ini. Aku pengin anakku nerusin aku di sini."
Air mata Rini jatuh membasahi tangannya.
"Dan... satu lagi, Bu... pesangon. Aku takut nanti susah cairnya. Tolong sampaikan, biar Toro bantu urus..."
Suaranya semakin pelan, tubuhnya semakin kaku.
"Bu... maaf, ya..."
Dan pagi itu, mesin pabrik mulai berputar bersamaan dengan berhentinya detak jantung seorang mandor yang setia seumur hidupnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Supir Ambulans ( Saat Ajal Menjemput )
HorrorTatang seorang supir ambulan yang mengambil pelajaran hidup dari pasien dan jenazah yang dia antarkan.
