Hi Guyz,
Does my name ring a bell? Hopefully yaaa..
Saya penulis Omiyage, Sakura Wonder, Only Hope dan Wander Woman.
Ini pertama kalinya saya posting naskah di Wattpad. Berbeda dengan novel yang begitu diterbitkan lepas hubungan, di Wattpad, saya te...
13 Mei 1998. Hari terakhir EBTANAS. Pada masa itu, hampir setiap hari ada demo di mana-mana, sehingga orang pun menjadi agak "toleran". Walaupun begitu, ada juga rasa was-was yang menggelayut. Mama tidak mengijinkan Denise pergi dengan Dinda sepulang sekolah. Padahal, biasanya, setiap selesai musim ujian, Denise dan Dinda merayakannya dengan nongkrong di Mal.
"Nggak usah jalan-jalan dulu. Kamu 'kan bisa ketemu Dinda kapan saja. Di luar sedang tidak aman." Denise mendecak kesal.
Ketika hampir selesai mengerjakan soal, tiba-tiba suara sol sepatu mengganggu konsentrasinya. Kepala-kepala penat terangkat bingung. Satu pasang, dua pasang, tiga...tidak, lebih dari itu. Sepatu-sepatu panik berderap ke arah mereka. Barisan kepala guru dan beberapa pegawai tata usaha membanjiri lorong gedung sekolah. Satu masuk ke kelasnya, sementara yang lain menyebar dan memasuki kelas-kelas di sebelahnya.
Pak Darman, pegawai tata usaha langsung menghampiri Bu Tina yang sedang menjaga ujian. Pak Darman membisikkan sesuatu. Mulut Bu Tina terbuka. Pak Darman berbisik sekali lagi, kali ini agak panjang. Bu Tina mengangguk pasrah, sementara Pak Darman meninggalkan kelas. Bu Tina menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan suara, "Anak-anak, jalanan di luar tidak aman. Terjadi kerusuhan di mana-mana. Saya minta kalian untuk menyelesaikan ujian dengan segera." Pekikan kecil dan gumaman gugup memenuhi udara. Bu Tina berbicara lebih keras lagi, "Mungkin kalian akan dipulangkan, atau...entah...mungkin kita harus menunggu sebentar sampai keadaan reda...sampai....sampai...yah...sampai instruksi selanjutnya. Pokoknya, selesaikan dulu soal-soalnya sekarang!" Orkestra gesekan pensil yang terburu-buru segera mengambil alih. Jantung Denise bergerak secepat jarinya. Kerusuhan? Dipulangkan? Menunggu sampai keadaan reda? Ada apa sebenarnya? Kenapa pengumuman itu tidak disiarkan lewat speaker? Apa ada yang harus dirahasiakan dari murid-murid? Masih ada setengah jam, ada sepuluh soal, tapi otaknya sudah tidak bisa berpikir lagi.
"Ya, tolong dikumpulkan ke depan, dan perhatian, PERHATIAN. TOLONG DENGARKAN SAYA BAIK-BAIK!" Bu Tina berusaha mengatasi suara murid-murid yang ribut, "JANGAN ADA YANG KELUAR DARI PEKARANGAN SEKOLAH SAMPAI ADA INSTRUKSI LEBIH LANJUT! DI LUAR BAHAYA!" Hening, seketika. Bu Tina tampak terkejut akan kata-katanya sendiri
"Jangan keluar...Di luar bahaya." Ulangnya lirih.
Setelah guru-guru membawa kertas ujian keluar, kelas dibiarkan tak bertuan. Ujian langsung terlupakan, tidak ada satu pun yang perduli untuk mencocokkan jawaban. Beberapa kelompok keluar dari kelas, bertekad untuk mencari tahu apa yang terjadi. Denise mencari Dinda.
"Eh, ada apa sih?" Denise menoel Dinda. Ia sedang terlibat percakapan seru dengan teman-teman sekelasnya.
"Nggak tahu Nis, ini si Lila bilang, jangan-jangan ada kerusuhan anti Cina. Habis, guru-guru nggak kasih tahu kita, kerusuhan apa, lagipula, kenapa mereka tidak mengumumkan di speaker?"
"Hah ! Masak sih !" Pekik Denise.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Yah...mudah-mudahan saja nggak benar..yah..mungkin karena aku terpengaruh cerita saudaraku yang tinggal di Makassar. Di sana 'kan sering ada huru-hara yang bawa-bawa nama suku. " Sahut Lila.
"Di kota-kota kecil itu memang sudah sering. Pembantuku orang Solo, kemarin ini dia habis pulang kampung. Dia juga bilang ada rusuh anti Cina di kampungnya. Tapi berita itu nggak ada di koran." Seorang gadis lain yang berdiri di samping Lila menambahkan.
Tiba-tiba saja Denise teringat akan Ci Felice. Ci Felice juga hari ini ujian. Apakah Ci Felice mendapat instruksi yang sama? Apakah Ci Felice masih ada di sekolah ? Jangan-jangan dia tidak tahu apa-apa dan keluar ke jalan? Ci Felice!
"Dinda! Ayo temani aku!" Denise menarik tangan Dinda dengan panik.
"Apa? Ke mana? Kita nggak boleh keluar Denise!" Dinda malah menarik Denise dan menahannya. Denise menghentakkan genggaman Dinda dan berlari keluar.
"Denise! Kamu mau ke mana?! Denise!" Denise berlari sekuat tenaga. Ia harus menemukan Ci Felice sebelum Ci Felice keluar dari pekarangan sekolah. Denise bergegas menuju kelas Ci Felice dan melongok ke dalam.
"Sori, lihat Cici ku nggak?" Tanyanya kepada seorang gadis yang berdiri di dekat pintu.
"Oh...Felice ya? Tadi dia keluar."
"Keluar?! ..." Denise mendelik, "Oke, makasih ya!" Ia pun berbalik dan segera berlari. Matanya menjelajah seluruh pekarangan sekolah. Di lapangan, tidak ada. Di lorong kelas, tidak ada. Di WC, ia berteriak-teriak, "Ci Felice! Ciiii!!!" Tapi tidak ada jawaban dari pintu-pintu yang tertutup. Ia pun berlari lagi ke arah gerbang. Sudah banyak murid-murid yang berjejalan. Ada yang sedang berbicara dengan keluarganya di luar pintu lewat kisi-kisi pagar, ada yang hanya menonton saja.
"Tidak apa-apa, rumah saya dekat dari sini, Pak. Saya mau bawa anak saya pulang. Di rumah lebih aman." Seorang tante paruh baya berdebat dengan SATPAM.
"Tapi Bu, ini instruksi dari Kepala Sekolah. Ini demi keselamatan murid-murid.
"Iya, saya tahu! Tapi itu 'kan untuk anak-anak yang rumahnya jauh. Rumah saya di gang sebelah, saya tidak lewat jalan besar!"
"Tapi Bu.."
"Heh! Apa kamu mau tanggung jawab kalau anak saya sampai kenapa-kenapa?! Hah?! Saya orang tuanya! Saya tahu apa yang paling baik untuk dia! Saya tidak mau dia celaka! Makanya saya mau bawa dia pulang!"
"Yah..terserah Ibu deh ! Kalau sampai terjadi apa-apa saya tidak mau tanggung jawab! Sekolah juga tidak bertanggung jawab!" Pak SATPAM pun ikut panas.
"Yeeeeee....SATPAM kurang ajar! Siapa yang minta kamu tanggung jawab?! Ini anak saya! Makanya saya mau bawa dia pulang!!" Tante itu menarik tangan anak laki-lakinya dan meloloskannya lewat pintu gerbang yang terbuka paksa. Begitu anak itu keluar, beberapa anak lain juga menerobos keluar. Denise was-was. Pintu gerbang ternyata bisa dijebol. Jangan-jangan Ci Felice juga sudah keluar??!!
-------
Gambar Ujian diambil dari http://studenttimes.org/sites/default/files/styles/img-article-main/public/articles/images/shutterstock_32428609.jpg?itok=IEtbBmsh
Gambar gadis yang panik diambil dari http://cf.ltkcdn.net/stress/images/slide/126999-847x567r1-Panic-Young-Girl-(1).jpg