Ujian Nasional hari ke dua sedang berlangsung, Adara nampak tenang sekali dalam mengerjakan soal-soalnya, belum ada 30 menit waktu berjalan perempuan itu sudah hampir merampungkan semua soal.
Matematika adalah mata pelajaran yang paling Adara suka karena bakat Adara selain dalam berdebat salahsatunya yaitu dalam matematika. Walaupun tadi malam Adara tidak belajar sama sekali namun ia tetap bisa mengerjakannya dengan lancar karena Adara sendiri tidak pernah menggunakan sistem belajar SKS atau sistem kebut semalam.
"Buset, Ra otak lo terbuat dari apasih?" Kai iseng-iseng bertanya bukannya mengerjakan.
"Maksudnya?" Adara malah balik bertanya.
"Semalam kan kita maen di rumah lo, gue tau lo gak belajar sama sekali tapi kenapa lo lancar-lancar aja ngerjainnya?".
"Gak belajar sekali gak akan bikin gue bego kok, lagian matematika mah yang penting kan hapal rumus, itu kuncinya".
Kai mengangguk paham, kalau sekedar hapal rumus saja Kai juga paham. Hanya saja Kai tidak bisa caranya penyelesaiannya bagimana, karena matematika itu soalnya satu tapi jawabannya beranak. Jadi belum juga mengerjakan Kai sudah pusing duluan saat mendengar penjelasan guru.
Makanya pada saat pelajaran matematikawan Kai memilih tidur saja.
"Perasaan semalem gue belajar dah, udah pede ngerasa pinter banget tapi kenapa sekarang gue bego lagi ya" gumam Chanyeol sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Semalam di rumah Adara Chanyeol minta diajarkan matematika pada Abian, dan pada saat Abian memberinya latihan Chanyeol bisa mengerjakan tapi kenapa sekarang tidak? Padahal soal-soal yang keluar tidak jauh berbeda hanya diganti angka-angkanya saja.
"Matematika emang gue tuh paling bego, sumpah!" Sehun mengumpat, dia sudah pening duluan bahkan ketika hanya melihat soal-soalnya saja.
"Lo mah emang bego semua pelajaran Hun!" Kai menimpali.
"Segala bilang matematika paling bego, heh! lo itu bego di semua pelajaran!" Suho menambahkan.
Sehun mendelik tak suka kepada dua teman-temannya itu. Mereka tidak salah, Sehun yang salah kenapa tidak punya otak secerdas Adara atau minimal seperempatnya saja.
"Makanya pacaran tuh sama orang pinter Hun biar ada yang ngingetin belajar, lo mah dulu diajak pacaran sama Dara gak mau aturan mah lo manfaatin dia, eh malah pacaran sama si Kania ya wassalam" Chanyeol ikut menambahkan.
"Gue emang bego sama pelajaran tapi gue pinter kalo urusan ranjang, tu di perut Alana ada buktinya" kata Sehun pelan.
"Bacot kamu Hun! kerjain aja itu soalnya yang bener, lagi ujian kok sempet-sempetnya ngomgongin ranjang!" sempot Alana.
Seketika Sehun langsung tutup mulut, ibu negara sudah bersabda artinya keadaan sedang tidak baik-baik saja, Sehun harus menurut sebelum terjadi peperangan.
Adara pun terkekeh atas diamnya Sehun, pasti Sehun takut pada Alana.
'Dasar bucin!'
Adara menulis di kertas yang menjadi coretan-coretan rumus lalu merobeknya sedikit dan kemudian memberikannya pada Sehun.
"Dara kamu sudah selesai kan?" tanya bu Yuri.
Yap, jika kemaren bu Seohyun yang jadi pengawas sekarang giliran bu Yuri dan besok giliran pak Yesung, pengawas yang paling di tunggu oleh Kai dan kawan-kawan.
"Udah bu" jawabnya.
Kai, Chanyeol dan Suho serempak menoleh pada Adara.
"Lo serius?" tanya Kai hampir tidak percaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ADARA
Fanfiction"Dara bahagia sama keluarga baru Dara, Dara gak butuh papa lagi"
