HAPPY READING
***
Pada pagi hari Senin yang cerah, Hiro duduk di dalam mobilnya, menunggu dengan sabar di depan gerbang rumah keluarga Sandara. Dia menunggu Akira keluar dari rumah, berharap bisa mengejutkannya dengan sesuatu yang baru dia dapatkan.
Beberapa saat kemudian, pintu rumah terbuka dan Akira muncul, berjalan dengan langkah santai menuju gerbang. Hiro segera keluar dari mobilnya, senyum lebar menghiasi wajahnya saat dia mendekati Akira. “Akira, apakah kau tahu apa yang aku dapatkan hari ini?” ucap Hiro dengan antusias, matanya berkilauan penuh semangat.
Akira mengangkat alisnya, menatap Hiro dengan tatapan malas. “Apa yang kau dapatkan?” tanyanya dengan nada datar.
Dengan gerakan dramatis, Hiro mengeluarkan sebuah pistol dari jaketnya dan memamerkannya kepada Akira. Cahaya matahari memantul dari permukaan logam pistol, membuatnya tampak lebih mengesankan.
Mata Akira melebar karena terkejut. Tanpa berpikir panjang, dia langsung merebut pistol itu dari tangan Hiro. Akira memeriksa pistol itu dengan cekatan, menarik bagian tengahnya hingga terbuka, lalu mengembalikannya seperti semula. Dengan gerakan cepat, dia mengangkat pistol itu ke atas dan menembakkannya.
Walaupun tak ada peluru yang keluar. Namun, terdengar suara tembakan yang sangat keras menggema di udara pagi, membuat Hiro terkejut dan langsung menutup telinganya. “Akira, apa yang kau lakukan?” teriaknya,
Akira memperhatikan pistol itu dengan seksama, matanya menyipit penuh kecurigaan. “Dari mana kau mendapatkan senjata ini?” tanyanya dengan nada serius.
“Tuan memberikan senjata itu padaku. Dia bilang itu adalah hadiah karena aku telah melindungimu,” jawab Hiro dengan bangga, senyum tipis menghiasi wajahnya.
“Serius? Kakak memberikan senjata ini padamu?” Akira mengangkat alisnya, tak percaya.
“Untuk apa aku berbohong? Lagipula, ini senjata apa sih?” Hiro mengangkat bahu, kebingungan.
Akira menghela napas panjang, mencoba menenangkan dirinya. “Senjata ini adalah pistol mainan pop gun pemberian dari ibu, yang kemudian dimodifikasi oleh kakak,” jelasnya dengan nada serius.
Hiro mengerutkan kening, masih belum paham. “Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Bisa jelaskan lebih detail?” tanyanya, matanya penuh tanda tanya.
“Senjata ini dulunya adalah pistol pop gun mainan kakak waktu kecil. Namun, kakak telah memodifikasinya sehingga menjadi senjata seperti ini,” Akira menjelaskan dengan sabar, sambil memutar-mutar pistol di tangannya.
“Bagaimana cara menggunakan senjata itu?” Hiro bertanya, rasa ingin tahunya semakin besar.
“Pistol ini bisa langsung ditembakkan dengan cara menarik pelatuknya. Saat pelatuknya ditarik, pistol ini akan mengeluarkan suara yang keras, sehingga bisa membuat lawanmu terkejut. Setelah ditembakkan, pistol ini memiliki jeda waktu selama lima detik sebelum bisa ditembakkan lagi.” Akira menarik bagian tengah pistol hingga terbuka, memperlihatkan mekanisme di dalamnya. “Kau bisa mengisi peluru jenis apapun di sini, dari handgun sampai assault rifle, atau benda lain yang seukuran dengan peluru. Kapasitas maksimalnya adalah tiga peluru biasa atau tergantung seberapa besar benda yang ingin kau tembakkan melalui pistol ini. Karena kemampuannya itu, kakak memberi nama senjata ini ‘ALL IN GUN’, senjata yang bisa menembakkan segalanya,” jelas Akira dengan nada datar.
Hiro kagum terhadap senjata itu setelah mendengar penjelasan dari Akira. Matanya berbinar-binar, penuh rasa ingin tahu. Tanpa berpikir panjang, Hiro mencoba merebut senjata itu dari tangan Akira. Namun, Akira dengan cepat menjauh, menghindari Hiro. “Ayolah, Akira. Senjata itu milikku. Cepat kembalikan!” Hiro memohon dengan nada mendesak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Action[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
