Selamat membaca
***
Widya melangkah turun dari mobil, diikuti oleh kerumunan fans Wisnu yang terlihat lesu, setelah gagal menangkap Wisnu dan wanita misterius yang bersamanya. mereka kini tertuju pada Widya, berharap petunjuk lebih lanjut.
"Widya, apakah kau yakin bahwa Pangeran Wisnu ada di sini? Kita sudah jauh-jauh datang ke tempat ini. Kalau kali ini kita tidak berhasil, maka—" Suara seorang gadis yang cemas mulai memudar, langsung terputus ketika Widya menoleh, memandang tajam ke arahnya.
"Kita pasti akan menemukannya." Widya menggenggam erat ponsel yang menunjukkan lokasi terakhir dari pelacak yang ada di handphone Wisnu. "Informasi lokasi dari pelacak di handphone kakak saya mengatakan bahwa Kakak ada di sini. Kalau anda tidak peduli dengan Kakak, maka lebih baik anda keluar dari klub fans White Tiger," ancam Widya, membuat gadis itu terdiam ketakutan. Gadis itu menunduk, mundur perlahan.
Widya memimpin kerumunan fans Wisnu menuju lokasi yang ditunjukkan oleh pelacak di ponselnya. "Kali ini, Kakak benar-benar melibatkan anggota OSIS lainnya untuk membantunya. Apa lagi trik yang telah dia siapkan untuk memperdaya saya?" gumam Widya dalam hati.
Namun, perjalanan mereka tiba-tiba terhenti oleh sosok pria muda yang melangkah tenang di depan mereka. Pria itu berdiri tegap, seolah-olah sengaja tidak memberikan jalan. Kerumunan fans, termasuk Widya, terpaksa mengalah dengan menepi, memberi ruang agar pria itu bisa melintas di tengah mereka.
Hanya beberapa saat setelah pria itu berlalu, suara keluhan mulai terdengar dari tiga gadis di kerumunan. "Dompetku hilang!" ujar salah satu dari mereka dengan panik, diikuti dua lainnya yang juga menyadari kehilangan serupa.
Mendengar itu, Widya langsung menoleh tajam ke arah pria yang kini berlari cepat menuju celah bangunan terdekat. "Pasti dia yang mengambilnya! Cepat kejar dia!" serunya. Para fans Wisnu dengan cepat bereaksi, berlari mengejar pria tersebut.
Saat Widya melihat mereka mulai mengejar, ponselnya berbunyi, menampilkan lokasi terbaru dari Wisnu. Dalam layar itu terlihat lokasi yang jelas, Wisnu berada di sebuah toko alat musik dan album lagu.
Widya menggandeng dua gadis dengan masing-masing tangannya, menghentikan mereka yang juga ingin ikut mengejar. "Biarkan mereka yang mengejar pencuri itu. Kalian ikut dengan saya! Kita harus fokus pada misi utama, menangkap Kakak." Dia segera memimpin beberapa fans yang tersisa, berlari menuju lokasi yang ditunjukkan oleh ponselnya.
"Ini aneh, bagaimana hanya dengan lewat saja bisa mencuri tiga dompet teman saya, ini pasti siasat kakak dan teman temannya yang lain. Saya tidak akan terkecoh."
Widya masuk ke pusat perbelanjaan, lalu langsung berlari ke arah toko bersama fans Wisnu, mereka melihat dua orang, cewek dan cowok keluar dari toko itu sambil memakan ice cream dan album lagu terbungkus di tangannya, berjalan bersama.
Widya yang menyadari bahwa bagian punggung baju yang dipakai oleh cowok itu, sama seperti baju kakaknya saat meninggalkan rumah. "Itu mereka cepat kejar!" Teriaknya, dia bersama para fansnya Wisnu langsung berlari mengejar orang itu.
Kedua orang itu hanya melirik sekilas, kemudian dengan cepat menghabiskan ice creamnya lalu berlari menghindari mereka.
***
Para fans Wisnu berlari mengejar pria yang mereka yakini sebagai pencuri dompet, langkah kaki mereka berpacu dengan waktu saat pria itu berbelok cepat ke belakang sebuah gedung tua. Begitu mereka tiba di sudut gedung, mereka mendapati pria itu berdiri dengan santai, melambaikan tangan ke arah mereka dengan senyum penuh kemenangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Action[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
