MBIAC | CHAPTER 15 |KETUA OSIS

85 11 2
                                        

😂HAPPY READING😂

***

Bel pulang berbunyi, menandakan akhir dari hari sekolah. Para murid yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bergegas keluar dari gedung sekolah, bersemangat untuk segera pulang ke rumah. Di antara kerumunan itu, Akira dan Hiro berjalan keluar dari kelas mereka dengan langkah santai. Mereka menuju tempat parkir, di mana mobil mereka terparkir.

Setelah sampai di tempat parkir, Akira dan Hiro masuk ke dalam mobil. Hiro duduk di kursi pengemudi dan menyalakan mesin mobil, yang mengeluarkan suara lembut. Mereka pun melaju perlahan meninggalkan sekolah, menuju rumah Akira.

Di dalam mobil, suasana hening sejenak, hanya terdengar suara mesin dan deru angin dari luar. Hiro melirik ke arah Akira yang sibuk dengan ponselnya. “Akira,” panggil Hiro, memecah keheningan.

“Hm?” balas Akira tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.

“Akira, kau itu termasuk orang yang paling sabar ya… Selama ini kau terus diam saat dirundung oleh faksi Karina. Padahal, kau bisa saja membalas perbuatan mereka semua. Kenapa kau tidak melakukan itu?” tanya Hiro dengan nada penasaran.

Akira tersenyum tipis, matanya masih terpaku pada ponsel. “Aku tidak ingin kakakku tahu tentang masalahku di sekolah. Aku takut jika dia mengetahui masalahku, dia akan melakukan sesuatu yang buruk,” jawab Akira dengan nada dingin.

“Memang apa yang akan terjadi jika Tuan Sandara tahu tentang masalahmu di sekolah, Sanjaya?” tanya Hiro, matanya menatap tajam ke arah Akira.

“Kakak kan belum pernah tahu tentang masalahku. Jadi, aku juga tidak tahu apa yang akan dia lakukan,” jawab Akira, suaranya terdengar tenang namun sepertinya ada hal yang dia sembunyikan.

“Jadi kenapa kau takut Tuan tahu akan hal ini?” Hiro terus mendesak, ingin memahami alasan di balik ketakutan Akira.

“Buat jaga-jaga aja,” jawab Akira singkat, matanya kembali fokus pada layar ponsel.

Hiro menatap Akira dengan tidak suka, merasa frustrasi dengan jawaban yang tidak memuaskan. Dia hanya diam lalu kembali fokus mengemudikan mobilnya, suasana di dalam mobil menjadi tegang.

“Huh, biar kuberitahu kau ya… Kakakku adalah tipe orang yang akan melakukan apapun demi keluarga dan orang yang dia sayangi. Dia tidak pernah takut dan tidak memikirkan konsekuensi apa yang akan dia dapatkan dari setiap perbuatannya. Walaupun harus mengorbankan dirinya sendiri, selama itu untuk keluarga maka tidak mengapa baginya,” jelas Akira, nada suaranya datar. Namun, penuh rasa hormat.

Hiro menatap ke arah Akira, terkesan dengan penjelasannya. “Kakakmu adalah orang yang hebat. Apakah kau bisa menjelaskan lebih banyak tentang kakakmu?”

“Tidak bisa,” jawab Akira singkat, matanya masih terpaku pada ponsel.

“Baiklah, aku tanya ya… Berikan satu kalimat untuk kakakmu?” Hiro tidak menyerah, meskipun Akira sudah menolak.

Akira hanya diam sambil menggelengkan kepalanya, merasa terganggu karena Hiro tidak mendengarkan perkataannya.

Karena merasa diinterogasi, Akira akhirnya menjawab pertanyaan Hiro dengan singkat. “Kakak yang baik,” katanya, suaranya terdengar sedikit kesal.

Hiro tidak menyerah. “Bagaimana sifat kakakmu?”

Akira menghela napas sebelum menjawab. “Aneh, bodoh, dan maniak game. Dia hanya serius saat terdapat masalah yang menyangkut keluarganya,” jawabnya dengan nada datar. "keknya kakak masih sama dengan yang dulu. Cuman yang sekarang, sifat itu seperti sudah benar benar menempel," batin Akira memikirkan tentang kakaknya.

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang