MBIAC || CHAPTER 49 |murid

13 1 1
                                        

Happy reading

***

Di malam harinya.

Di dalam mobil terdapat Arlan yang sedang mengemudi di kursi depan, Sella di kursi sampingnya Dan juga teman temannya yang lain duduk di kursi penumpang.

"heiyo pulang kerja, main game di rumah, bersantai riah, tak ada lagi masalah. Heiyo pulang kerja, malas malasan di rumah, lalu marahin Akira karena masih belum tidur juga." nyanyi Sahrul.

"hey Sahrul lagu apa yang kau nyanyikan itu?" tanya Arlan.

"lagu heiyo pulang kerja, nggak ada lagi investor yang marah, takutnya nanti hilap lalu ku tembak kepalanya." Sahrul melanjutkan nyanyiannya.

"hm.. Kau ini besok kita masih memiliki banyak kerjakan jadi jangan senang dulu." ucap Sella.

"besok untuk besok, hari ini kita nikmati. Kalau kita tidak menikmati hari ini. Kita  tidak akan bisa mengulanginya lagi. Karena gajah bisa menabrak kita kapan saja bahkan semut aja sering buat kita susah. Kak Sella." senang Sahrul.

"kau ini bicara apa sih? saking senangnya sampai bicaranya melantur begini," ucap Sella.

"kalian semua diamlah sebentar! Nampaknya ada yang mencurigakan di markas kita." Redi menutup kedua matanya lalu fokus untuk menggunakan kemampuan khusus miliknya.

"ada apa Redi? Apa yang terjadi di markas?" tanya Galang.

"iya, apa yang terjadi?" tanya Sella.

"hm.. Oh aku tahu. Arlan berhenti sebentar!" pinta Sahrul.

Arlan menghentikan mobilnya. "sebenarnya ada apa sih? Kasih tahu kami juga dong. Jangan mentang mentang kalian bisa melihat dan membaca pikiran lalu seenaknya membuat kami penasaran begini." ucap Arlan.

"kak Sella sambungkan ke topengku!" ucap Sahrul.

"baik." Sella mengeluarkan laptopnya lalu menuruti perintah Sahrul. "sudah." Sella mengambil headphone di dalam tasnya lalu memakainya di telinga.

"baiklah.." Sahrul lalu keluar dari mobil. "kak Sella kalian hati hati ya. Dengarkan aba aba ku!" setelah mengatakan itu Sahrul segera berlari meninggalkan mobil.

"hey Sahrul tunggu memangnya ada apa?" tanya Sella.

"Redi jelaskan pada mereka!" Sahrul berlari memasuki area hutan lalu menghilang di balik gelapnya malam.

"kak Sella kau bisa mendengarku? Aku ingin kalian melakukan semua arahanku!" ucap Sahrul di dalam headphone Sella.

"iya, aku bisa mendengar mu. Katakan saja aku akan menyampaikan semua omongan mu kepada mereka." ucap Sella. "Hey kalian semua dengarkan ucapan ku! Ini adalah perintah dari Sahrul."

"memangnya ada apa sih? Sampai sampai Sahrul harus keluar dari mobil untuk menyelidikinya sendiri?" tanya Arlan.

"aku melihat seperti ada beberapa orang yang bersembunyi diantara pepohonan di markas, Mereka semua membawa senjata api. Sepertinya mereka menunggu kita pulang untuk membunuh kita semua." jelas Redi.

"kak Sella suruh Arlan menjalankan mobil pelan pelan saja!" ucap Sahrul dalam headphone Sella.

"Arlan, Sahrul bilang, jalankan mobil ini dengan kecepatan rendah!" ucap Sella menyampaikan perkataan Sahrul.

Arlan menghidupkan mesin mobil kembali lalu menlajukan mobil itu dengan kecepatan rendah Sesuai dengan perintah Sahrul.

"Dengarkan aba aba ku! Lepaskan sabuk pengaman kalian! Ambil senjata masing masing! Bersiap siaplah untuk melakukan baku tembak." ucap Sahrul dan Sella yang menyampaikan pesan dari Sahrul.

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang