MBIAC | CHAPTER 54 | VS Elang 5

17 1 1
                                        

Happy reading

***

Hiro dan Akira keluar dari mobil lalu berjalan memasuki sekolah.

"Hari ini sangat cerah ya.. Mungkin akan terjadi suatu hal yang menarik hari ini," ucap Akira.

"huh.. Jangan berkata seperti itu! Aku jadi takut karena setiap kali kau berkata seperti itu pasti akan benar benar terjadi sebuah kejadian yang merepotkan diriku."

"kau tidak perlu takut. karena kali ini ada orang yang mau direpotkan oleh kita. Jadi, kau hanya akan melakukan beberapa tugas mudah."

"heh benarkah siapa dia, orang yang mau direpotkan oleh kita?"

"kau tidak perlu tahu. Sekarang kembalikan benda yang aku berikan kepadamu waktu itu. Eartelpon. Dan juga berikan handphone mu padaku!" Akira menadahkan tangannya ke Hiro.

"hm.. Tunggu sebentar kalau aku memberikan benda ini itu berarti kau tidak akan membantuku lagi ya.. Akira?"

"sudah kubilang akan ada suatu kejadian yang menarik hari ini. Dan kejadian itu pula yang akan membuat masalah kita dan Elang menjadi berakhir sehingga kau tidak perlu lagi khawatir dengan jebakan yang dibuat oleh faksi Elang. Jangan banyak tanya, cepat berikan apa yang aku suruh tadi!"

"baiklah.." Hiro mengambil Eartelpon dan juga handphone yang berada di saku celananya lalu memberikannya kepada Akira. "memang handphoneku ingin kau apakan, Akira?"

"heh.. Ada apa ini? Kenapa kak Hiro memberikan handphonenya kepada kak Akira? Dan juga aku tadi sempat dengar akan ada kejadian menarik di sekolah ini. Kejadian apa itu?" Sherly tiba tiba muncul diantara Hiro dan Akira.

"hey Akira nampaknya kau melupakan seorang tuyul faksi yang ikut bersama kita ini."

"hm.. Kenapa kak Hiro menyamakan aku dengan tuyul?!" marah Sherly.

"jika tuyul asli mencuri uang. kalau tuyul faksi sepertimu itu mencuri informasi. Jadi, sebelas dua belas kan sama sama mencuri."

Akira mengusap rambut Sherly. "Sherly lebih baik kau tutup mulutmu jika kau masih ingin berada di posisimu sekarang. Karena kalau tidak, kau akan dikeluarkan dari tiga tempat. Yaitu Faksi Gurita, faksimu yang satunya, dan juga kamarku." Akira menekan Hidung Sherly.

Sherly mengusap hidungnya. "baik kak Akira aku tidak mendengar apapun percakapan kalian." Sherly menundukkan kepalanya.

"bagus. Kalau begitu ikut aku!" Akira mengandeng lengan Sherly. "Hiro, tasmu biar aku saja yang pegang!" Akira melepaskan paksa tas yang dipakai oleh Hiro. Akira lalu mengajak Sherly pergi meninggalkan Hiro.

"Akira tunggu bagaimana denganku? Apa yang akan terjadi? Dan kenapa kau juga mengambil tasku?" tanya Hiro.

"jangan khawatir. Tasmu akan aman bersamaku. Kau selesaikan saja masalah yang ada di depanmu! Aku tidak bisa bersamamu karena Aku tidak mau terlibat dengan mereka. Dan satu lagi handphonemu kupinjam terlebih dahulu saat jam istirahat nanti akan kukembalikan." Akira pergi sambil mengandeng lengan Sherly.

"kak Akira sebenarnya kita mau kemana?" tanya Sherly.

"temani aku ke kantin!"

"nggak mau. kak Akira biasanya kalau minta ditemani ke kantin. Pasti juga akan minta traktir di sana." tolak Sherly.

"kau sudah tahu apa mauku kan? Jadi, cepatlah!" Akira menarik lengan Sherly.

"tidak," teriak Sherly.

"huh.. Dasar Akira. Jangan khawatir apanya pasti sebentar lagi akan ada masalah yang datang kepadaku." Hiro berjalan di koridor sekolah dia melihat di depannya Terdapat segerombolan murid dari klub olahraga berjalan melewatinya. "huh.. Klub bulu tangkis ya.. Seingatku ketua dari klub bulu tangkis itu bernama Robey salah satu dari orang yang menantangku di rooftop sekolah kemaren. jadi." Hiro berbalik badan lalu mengangkat kedua lengannya di depan wajahnya.

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang