Happy reading
***
"hah.. Orang sepertimu tidak pantas bersanding dengan Akira. Lagian siapa itu Hiro." siswa itu berbalik badan menunjukkan mukanya kepada Elang.
"siapa kau?" tanya Elang. Dia melihat siswa itu menggunakan masker hitam dan tudung kepala yang menutupi bagian atas wajahnya.
"aku adalah yang mereka sebut monster bayangan pengendali. Jadi bagaimana? Mau memberikan benda itu kepadaku lalu pergi dengan damai. Atau akan ku buat kau babak belur terlebih dahulu Elang lalu kurampas benda itu darimu?" Shotto membuka tudung kepalanya.
Elang tertawa. "haha.. Jangan bercanda! Kau menyebut dirimu sebagai monster bayangan pengendali? Gue mengenal orang itu dan yang gue tahu dia memiliki kemampuan aura yang kuat sehingga orang lain bisa langsung tahu bahwa itu adalah dia."
"bod*h. Perkataanmu menunjukkan bahwa kau tidak terlalu mengenalku. Aku membutuhkan pemicu untuk mengaktifkan kemampuan itu."
"huh.. jangan bohong! Katakan saja siapa dirimu yang sebenarnya dan kenapa lu tiba tiba nendang gue? Cepat!" bentak Elang.
"hah.. Tidak perlu bertele tele serahkan koin faksi Elang kepadaku lalu akan kubiarkan kau keluar dari sini tanpa kekurangan satu apapun!"
"huh.. Gadis gila. Gue nggak punya waktu buat ngeladeni lo. Ada hal penting yang harus gue lakuin." Elang berbalik badan hendak pergi dari ruangan itu.
"Elang mahesa dirgantara. Kemampuan khususmu adalah memanipulasi kelenturan dan kepadatan tulang. saat kelas satu kau memiliki impian menguasai sekolah ini bersama dengan gengmu. namun, kalian semua dikalahkan dengan mudah oleh si nomor satu. Setelah kalah dari nomor satu kau memutuskan untuk membantu si nomor satu untuk melawanku. karena saat itu kau berpikir bahwa kekuasaanku sangat berbahaya jika tidak segera digulingkan," ucap Shotto.
Elang berbalik badan menghadap Shotto. "nggak ada orang yang tahu tentang kemampuan khusus milik gue selain dari anggota osis sekarang. Bahkan kau mengetahui semua masa lalu gue di kelas satu. Tahu dari mana kau semua itu?"
"sudahku bilang aku adalah monster nomor dua, monster bayangan pengendali. Walaupun kau tidak begitu penting dalam masalah itu. Aku masih tetap mencari informasi tentangmu. Sekarang pilihlah serahkan koin faksi Elang kepadaku atau lakukan pertarungan faksi denganku?!"
"hah.. Gue masih nggak percaya kalau lu adalah monster bayangan pengendali. Namun, gue ingatin sama lo kalau kau ngelakuin pertarungan faksi sama gue maka akan gue buat kau menyesal."
"kau banyak sekali bicara ya.. Ayo kita lakukan." Shotto melemparkan kelereng ke arah wajah Elang.
Elang menghindari kelereng yang dilemparkan oleh Shotto. "nggak boleh langsung begitu dong. Apa dulu nie pertaruhannya?"
"sial.. Benar benar.. Peraturan sia*an yang merepotkan," batin Shotto.
"hah cepat katakan apa yang akan kau lakukan jika kau menang dan apa yang akan kau lakukan jika aku yang menang?"
"kau menyukai Akira kan?" tanya Shotto.
Elang terlihat kaget dia berusaha menyembunyikan ekspresi wajahnya. "hey apa yang kau katakan? Dari mana kau tahu hal itu? Gue.. Nggak--" Elang berusaha mengelak.
"sudahlah.. Akui saja perasaanmu. Kau itu sama seperti Chika yang menyukai. Namun, takut untuk mendekati. Kalau kau nggak berusaha mendapatkannya dia nanti bakalan diambil orang lho."
"sial*n apa yang kau katakan? Tutup mulutmu!"
"karena aku tidak ingin rugi apapun. Pertaruhannya adalah benda ini." Shotto mengambil sebuah voice recorder lalu memutarnya rekaman suara di dalam voice recorder. 'apa?! Jadi dia pacaran sama Akira? Sial*n. gue benar benar akan membunuhnya! Gue akan menghabisinya sampai dia mau memutuskan Akira! Berani beraninya dia merebut Akira dariku. Padahal gue dan Diandra sudah bersaing sengit untuk mendapatkan hati Akira tapi kenapa dia yang baru datang malah dengan mudah mendapatkannya. Sial, sial, sial, gue akan hancurin kepalanya'.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Action[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
