Happy reading
***
"hentikan!" teriak Chika. Chika yang sudah sadar tiba tiba berdiri di tengah Hiro dan Neruka. "yamete kudasai Neruka neechan! Jangan berantem lagi. Senpai itu tidak salah." Chika menunjuk Hiro. "yang salah adalah Chaki."
"lah kok aku yang kau salahin?" batin Chika.
"anata yang membuat senpai itu pingsan lalu membawanya ke sini. Dan anata juga yang ingin mencelakai senpai itu. Jadi, ini adalah salah anata." ucap Chika.
"tapi, saat melihat kak Farrel berantem sama kakak itu kau mengatakan padaku bahwa kau ingin menghukum kakak itu kau sangat marah sampai sampai aku bisa merebut kesadaranmu. Aku hanya melakukan apa yang kau inginkan. Jadi, jangan menyalahkanku. Salahkan dirimu sendiri kenapa bisa sangat menyukai orang tidak peka itu." batin Chika.
"kyaah.. Damare! Jangan mengatakan hal itu! Hazukashī." Wajah Chika memerah. "bukannya senpai yang tidak peka. Tapi itu karena watashi yang sangat hebat menyembunyikan perasaanku." ucap Chika.
"permisi.. Sebenarnya ada apa ini? Aku sama sekali tidak paham. Kenapa kau bicara sendirian?" tanya Hiro yang kebingungan saat melihat Chika bicara sendirian.
"jadi, siapa yang salah?" tanya Neruka.
"Chaki, yang salah karena menyerang senpai itu," ucap Chika.
"Chika yang salah karena dia sangat ingin menghukum kakak itu sampai sampai aku merebut kesadarannya," batinnya Chika.
"huh.. Aku tidak bisa mendengar kalian berdua sekaligus. Chika bertukar tempatlah dengan Chaki aku ingin mendengarkan alasan dia!" suruh Neruka.
"Ha'i, oneechan." Chika menundukkan kepalanya lalu tubuhnya terjatuh ke belakang. Secara refleks Hiro menangkap tubuh Chika.
Chika kembali tersadar lalu menatap tajam Hiro. "jangan menyentuhku atau aku akan menusuk matamu! Monster bermata aneh."
"baiklah.." Hiro melepaskan tubuh Chika.
"apakah kau adalah Chaki?" tanya Neruka.
"iya, aku adalah Chaki kak," jawab Chaki.
Neruka menepuk keras dahi Chaki menggunakan sisi tangannya. "katakan sejujurnya apa alasannya kau membuat masalah ini?! Chaki. Karena bukan kali ini saja kau berbuat masalah seperti ini."
Chaki mengusap kepalanya kesakitan akibat tepukan Neruka. "memangnya apa salahnya? Aku hanya mencoba membalas perbuatan orang yang telah menyakiti gebetanku.. Lagipula Chika juga menginginkan hal yang sama."
"uso, watashi tidak ingin menyakiti senpai itu," batin Chaki.
"tapi, kau bilang ingin menghukumnya kan? Itu sama saja." ucap Chaki.
"watashi hanya bilang ingin menghukumnya bukan berarti watashi ingin menusuk kakak itu menggunakan kunai. Ini semua murni perbuatan anata. Watashi saja tidak sadar saat anata mengambil alih tubuh kita. Jadi, bagaimana mungkin watashi ikut terlibat Dalam perbuatan anata."
"huh.. Kau ini. Lihat saja besok aku menyatakan perasaanku kepada kak Farrel." ancam Chaki.
"dame, jangan melakukan itu! Hazukashī. Hatiku masih belum siap. Watashi tidak akan membiarkan anata mengendalikan tubuh kita lagi." batin Chaki.
Neruka kembali menepuk kepala Chaki menggunakan sisi tangannya. "jangan berdebat dengan Chika! Huh.. Chaki.. Kenapa kau sangat suka membuat masalah seperti ini?" Neruka mengurut keningnya.
"huh.. Kenapa kakak selalu menyalahkanku dan membela Chika.. Apa karena kak Neruka lebih sayang kepada Chika." ucap Neruka.
"huh.. Tidak, aku menyayangi kalian berdua." Neruka membelai pipi Chaki. "aku sangat mengenal sifat kalian berdua jadi aku tahu yang paling sering membuat masalah adalah kau Chaki. Walaupun Chika bilang ingin menghukum orang itu bukan berarti dia ingin membunuh orang itu atau membuat orang itu masuk rumah sakit. Itu semua murni karena keinginanmu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Aksi[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
