Happy reading
***
Karena ujian tengah semester akan diadakan sebentar lagi semua murid dipulangkan karena semua guru akan melakukan rapat. Walaupun masih ada beberapa murid yang tetap di sekolah sanjaya karena urusan faksi.
Karina berdiri di teras sekolah sanjaya sambil melihat tetesan air hujan di halaman sekolah sanjaya. "huh.. Kenapa di di saat suasana seperti ini aku malah teringat dengan orang itu." Karina mendengar teriakan dari arah sampingnya sehingga membuat dia menoleh ke arah asal suara itu lalu secara cepat terlihat Wisnu yang hendak tersungkur menabraknya. Karina menghindar dan menangkap tubuh Wisnu yang hendak terjatuh. "huh.. Kau ini apa apaan sih?"
Wisnu berdiri lalu membersihkan blazer miliknya. "maaf, aku kepleset kakiku sendiri."
"huh.. Sepertinya kepleset sudah menjadi hobimu ya.."
Wisnu memberikan blazer merah yang dibawanya kepada Karina. "nie bajumu!"
"hm.. Seperti biasa selalu bersikap seenaknya." Karina mengambil baju blazernya dan memakainya. Karina kembali menatap hujan sambil menarik napas panjang.
"Karina, sekuat apapun kau berusaha kau tetap tidak akan bisa sama seperti kami. Kami semua adalah orang sudah terpilih sebagai pemilik kemampuan ini semenjak kami lahir," ucap Wisnu.
"tidak peduli apapun yang kau katakan, aku masih akan tetap mencoba untuk menjadi orang yang paling berpengaruh di sekolah sanjaya. Kapan kita semua akan melakukan penentuan peringkat lagi, Wisnu?" tanya Karina.
"hm.. Kita tidak akan melakukan penentuan peringkat lagi karena walaupun kita kembali melakukan itu peringkat kita tidak akan berubah kau masih akan tetap menjadi peringkat keempat di atas Nikku dan di bawahku," jawab Wisnu. "waktu itu si wibu nggak ikut ya?" batin Wisnu.
"hah.. Kenapa? padahal aku sudah latihan keras agar dapat bisa mengalahkan kalian."
"kau pikir hanya kau sendiri yang terus melakukan latihan keras. Kami semua juga sama. Kita melakukan langkah maju bersama sama. Namun, di garis mulai yang berbeda. Jadi, tidak akan ada yang berbeda walaupun kita melakukan pertarungan ulang." marah Wisnu.
Karina menundukkan kepalanya. "bagaimana kalau kita berdua saja yang melakukan pertarungan peringkat setidaknya aku bisa menjadi satu peringkat lebih atas jika bisa mengalahkanmu." ajak Karina antusias.
"aku tidak mau," jawab Wisnu.
Karina berdecak. "dasar penakut." Karina kembali menundukkan kepalanya merasa kesal.
Wisnu melihat wajah Karina yang terlihat sedih di matanya. "cih.. Sial." Wisnu memegang bahu Karina lalu menekan Karina ke pilar yang ada di belakangnya. "kenapa kau berusaha segigih ini untuk menjadi orang penting di osis? Padahal kau bisa menjadi murid biasa saja dan lulus dari sekolah ini dengan biasa saja. Walaupun sekarang sudah aman bukan berarti tidak akan bahaya lagi menjadi anggota osis. Kenapa kau terus memaksakan dirimu untuk memenuhi permintaan orang yang sudah mati itu?" marah Wisnu.
"bangs*t." Karina memegang kerah baju Wisnu. "kau tidak pantas berkata seperti itu sial*n karena kau juga masuk ke dalam osis demi ibumu. Kau ingin memenuhi permintaan ibumu ya—"
"ibuku itu berbeda. Dia benar benar keluargaku,"
"seniorku itu juga adalah keluargaku. Dia adalah orang yang sudah aku anggap seperti kakak kandungku. Dia adalah satu satunya orang yang dapat mengerti aku. Dia adalah satu satunya orang yang mendukungku dan memahamiku. Aku sangat suka seni melukis, Wisnu." bentak Karina marah. Dari tatapan matanya yang tajam keluar sebulir air mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Action[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
