Selamat membaca
***
Wisnu berdiri tegak, matanya menatap tajam ke arah musuh di depannya. Di belakangnya, Farrel masih terbaring tak sadarkan diri. Pikiran Wisnu tiba-tiba melayang kepada ibunya. “bangs*t, Kenapa aku tiba-tiba teringat kepada ibu? Ketua ampas itu…” batinnya, sambil melirik sekilas ke arah Farrel. Namun, fokusnya segera kembali ke musuh di depannya. Dengan kecepatan tinggi, Wisnu melesat maju.
Pria di depannya bersiap melakukan tendangan samping ke arah pinggang Wisnu. Namun, Wisnu lebih cepat. Dia meluncur ke depan, memutar pinggangnya dengan lincah, dan melayangkan pukulan hook yang keras ke arah paha pria itu. Tendangan pria itu terhenti seketika. Wisnu menarik kembali tangannya, lalu dengan gerakan cepat, dia melayangkan pukulan uppercut ke dagu pria itu. Pukulan itu membuat pria tersebut mundur beberapa langkah ke belakang.
“Masih belum cukup cepat,” gumam Wisnu pelan. Tanpa membuang waktu, dia berlari ke arah pria itu, melompat, dan bersiap menghantam wajahnya dengan tinju. Namun, hanya sejengkal sebelum tinjunya mengenai sasaran, pria itu mengeluarkan sebuah pisau. Dengan gerakan cepat, pria itu menusuk bahu Wisnu, darah segar segera mengalir dari luka tersebut.
Pria itu kemudian memegang wajah Wisnu dengan kasar, mencabut pisaunya dari bahu Wisnu, dan melemparkan Wisnu ke belakang dengan kekuatan besar. Wisnu terlempar jauh, ke belakang. “Apa yang aku lakukan? Kenapa aku menjadi sangat marah? Apakah karena aku mengkhawatirkan ketua ampas itu? Kurasa tidak. Aku hanya takut kehilangan orang-orang yang kukenal lagi. Aku takut tidak bisa memenuhi permintaan ibuku.”
Hari-hari terbaik di mana sang bintang bersinar seperti biasa kini sudah tak pernah kulihat lagi dalam tahun-tahun terakhir ini. Dia tidak mati, namun aku sudah lama kehilangan dia, dan terus menerus berharap suatu saat nanti dia akan terbangun kembali.
Wisnu pulang ke rumah dengan wajah babak belur, luka-luka di wajahnya tampak jelas. dia menatap lurus ke depan, di mana seorang wanita yang sangat cantik berdiri di depan pintu. Wanita itu memiliki mata yang bersinar seperti bintang di malam yang gelap, dan pipinya selembut busa, memberikan kesan kelembutan dan kehangatan. Senyum hangatnya menyambut kedatangan Wisnu, seolah-olah senyum itu bisa menyembuhkan semua luka dan rasa sakit yang dia rasakan.
“Wisnu, selamat datang. Huh… tadi ada telepon dari sekolahmu. Apa ada yang terjadi?” Wanita itu mencondongkan tubuhnya ke arah Wisnu, senyum menggoda menghiasi wajahnya, mencoba merayu Wisnu untuk mengatakan yang sebenarnya.
Wisnu memalingkan wajahnya ke arah lain, menghindari tatapan wanita itu. Tatapannya dingin, seakan menyembunyikan sesuatu. “Tidak ada apa-apa,” jawabnya singkat.
“Jika tidak ada apa-apa, tidak mungkin pihak sekolah akan menelpon ibu, kan, Wisnu? Kenapa kau tidak jujur kepada ibu, hmm?” Ibunya Wisnu, seorang wanita dengan wajah lembut dan penuh kasih, meletakkan jarinya di pipi Wisnu sambil tersenyum manis. Senyum itu biasanya mampu menenangkan hati Wisnu, namun kali ini hanya membuatnya merasa semakin malu untuk mengakuinya.
“Anuu… itu karena…” Wisnu menundukkan kepalanya, malu untuk menjawab. Dia merasa berat untuk mengakui apa yang sebenarnya terjadi, takut akan reaksi ibunya.
Tiba-tiba, suara datar namun jelas terdengar dari sampingnya. “Kakak memukuli tiga teman sekelasnya,” jawab Widya, yang berdiri di samping Wisnu dengan wajah datar sambil memakan jajannya. Widya selalu blak-blakan dan tidak pernah ragu untuk mengatakan yang sebenarnya, meskipun itu membuat situasi menjadi lebih sulit bagi Wisnu.
Ibunya Wisnu terkejut mendengar pengakuan itu. “Kau memukuli temanmu, Wisnu? Apa alasanmu sampai melakukan itu? Kau babak belur begini,” tanyanya dengan nada khawatir, sambil memegang dagu Wisnu dan memperhatikan wajah anaknya yang penuh luka. Matanya yang biasanya penuh kasih sayang kini dipenuhi dengan kekhawatiran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Action[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
