MBIAC || CHAPTER 48 |peringatan

19 2 1
                                        

Happy reading

***

Farrel masuk ke dalam ruangan faksi elang. Farrel melihat ruangan Faksi elang sangatlah berantakan terlihat beberapa alat olahraga yang berserakan di sana. Farrel juga melihat Elang yang sedang memainkan bola basket di dalam ruangan itu sambil sesekali meminum teh yang berada di atas meja.

Elang berhenti memainkan bola basketnya ketika melihat Farrel. "eh.. Ketua, ada keperluan apa di sini?" Elang seketika langsung merapikan ruangan itu dengan menendangnya ke samping. "maaf ya.. Ketua ruang faksi gue agak berantakan." Elang menyapu kursi menggunakan tangan nya. "silakan duduk di sini ketua!" ucap Elang mempersilakan.

"Elang, apakah kau tidak pernah merapikan ruangan faksi mu belakang ini?" Farrel duduk di kursi yang disediakan oleh Elang.

"bukannya nggak pernah dirapiin. tapi, gue memang sengaja melakukan hal ini agar membuat ruangan ini terlihat lebih ramai. Gue cepat bosan kalo cuma sendirian di sini." Elang mendorong teko teh dan roti yang ada di meja mendekati Farrel. "silakan!"

Farrel melihat makanan yang disuguhkan oleh Elang kepadanya. "Elang, aku datang ke sini karena ingin membicarakan hal serius dengan mu," ucap Farrel memulai obrolan.

"hal serius? Apa itu?" tanya Elang.

"apakah kau sudah mendengarnya kabar bahwa Wisnu sudah dikalahkan oleh murid baru itu."

"Hm..  Murid baru yang baru baru ini jadi bahan pembicaraan hangat di sekolah sanjaya, Yang katanya dia juga adalah murid khusus. Dia mengalahkan Wisnu?"

"benar, dia sudah mengalahkan Wisnu."

"terus apa hubungannya denganku?"

"kemungkinannya sangat besar, bahwa kau yang akan menjadi target dia selanjutnya."

"lu nggak perlu mengkhawatirin gue. Tenang saja! Kalau dia nantangin gue buat melakukan pertarungan faksi bakalan gue hajar dia habis habisan."

"tidak, aku malah ingin menyuruh mu sebaliknya. Sebisa mungkin hindari melakukan pertarungan faksi dengannya."

"eh.. Kenapa?"

"setelah mendengar cerita dari osis osis yang dikalahkan olehnya. Aku yakin bahwa dia bukanlah orang yang lemah. Tapi, bukan itu yang kutakutkan melainkan orang yang berada di belakangnya, orang yang sedang bersama dan membantunya," ekspresi Farrel terlihat gelisah.

"emangnya siapa orang yang membantunya sampai sampai bisa membuat ketua jadi khawatir seperti ini?" tanya Elang.

"sudahlah, tidak usah dipikirkan. ingat saja pesan ku tadi." Farrel beranjak pergi. "baiklah.. Aku permisi, aku juga ingin memperingatkan Chika tentang hal ini." Farrel berbalik badan hendak pergi dari sana.

"Farrel, lu harus ingat ya.. Bahwa gue nggak selalu mau menuruti apa kemauan mu. Gue memang bakalan nahan buat enggak menghajar dia sekarang. Tapi, kalau dia udah kelewatan bakalan langsung gue hajar." ucap Elang.

"aku hanya memperingatkanmu, divisi pertahanan Elang." Farrel berjalan keluar dari ruangan itu.

Setelah keluar dari ruangan Faksi Elang. Farrel tidak sengaja melihat Chika di depan nya.

"sekretaris Chika," teriak Farrel memanggil Chika.

Chika seketika langsung terkejut, wajahnya memerah. Pelan pelan dia melirik ke belakang melihat Farrel. "kaicho.. Apa yang dia lakukan di sini?" batin Chika.

"sekretaris Chika tunggu di sana!" Farrel berjalan cepat mendekati Chika. Farrel lalu memegang pundak Chika dari belakang.

Badan Chika gemetar karna malu saat Farrel memegang pundaknya. "Kaicho.. Memegang ku? Kaicho memegangku. Apa yang harus aku lakukan?" batin Chika.

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang