MBIAC || CHAPTER 112

11 0 0
                                        

Selamat membaca

***

Diandra terus berlari, kejar kejaran dengan murid sekolah Tri Arka, sampai terdengar suara dari pengeras pengumuman sekolah. Suara ketua OSIS Tri Arka terdengar; “Kalian semua berhenti mengejar murid sekolah Sanjaya yang ada di depan kalian! Mereka hanyalah pengalih perhatian. Bendera sekolah kita telah direbut, dan orang yang merebutnya pergi ke arah lapangan olahraga. Harap segera kejar dia dan dapatkan kembali bendera sekolah kita!” teriaknya dengan nada panik penuh urgensi.

Para murid Tri Arka yang semula mengejar Diandra saling berpandangan, lalu bersepakat untuk menghentikan pengejaran. Mereka berlari menuju lapangan sesuai perintah ketua OSIS. Diandra melihat mereka pergi, tersenyum lega, lalu duduk di kursi terdekat. “Akhirnya gue bisa istirahat,” gumamnya.

Di tempat lain, Claudya berjalan sendirian di lorong sekolah Tri Arka sambil menelpon Akira. “Akira, rencana kita sejauh ini berjalan sesuai rencana. Tinggal mencari keberadaan ketua OSIS sekolah Tri Arka dan merebut benderanya untuk memastikan kemenangan kita.”

“Ya sudah, bagus kalau begitu. Carilah ketua OSIS sekolah Tri Arka dan rebut bendera yang dibawanya. Satu lagi, jangan telpon aku hanya untuk memberitahu sesuatu yang sudah aku tahu. Pesanan makananku sudah datang, jadi panggilanmu kuputus,” jawab Akira sebelum menutup telepon.

Claudya menatap layar ponselnya yang menunjukkan panggilan terputus. “bener juga, bod*hnya aku.” dia lalu membuka pintu sebuah ruangan. Di dalam, terlihat Sherly sedang memainkan laptop, sementara Alyssa berbicara lewat pengeras suara sekolah Tri Arka. Di lantai, beberapa murid Tri Arka tergeletak tak sadarkan diri. “Kalian berdua, kerja bagus!” Claudya tersenyum.

Sherly dan Alyssa serentak menoleh. “Kak Claudya! Kau juga kerja bagus. Sedikit lagi kita bisa meraih kemenangan sekali lagi!” seru Alyssa sambil mengepalkan tangan.

“Kak Claudya, ayo masuk. Lihatlah hasil kerjaku!” Alyssa mendekati Claudya dan menarik tangannya.

“huh.. walaupun aku tidak melihatnya, aku tahu bahwa pekerjaan kalian pasti bagus.” Claudya hanya mengikuti tarikan Alyssa, masuk ke dalam ruangan.

***

Sementara itu, di dalam mobil, Akira mematikan layar handphone. “Jadi, apa yang kakak inginkan sekarang? Dan bagaimana bisa kakak tahu aku sedang ada di sini?” Akira menatap dingin wajah Sahrul yang tersenyum lebar di jendela mobil.

“Sebelum itu, boleh aku masuk? Atau kau mau keluar? Aku bawa burger lho untukmu.” Sahrul menunjukkan kotak burger di dalam kantong plastik yang dibawanya.

Akira menarik napas berat, lalu tersenyum tipis. “Aku yang keluar. Berikan burger itu padaku.” Dia pun beranjak keluar dari mobil.

Kakak beradik itu kemudian duduk di kursi pinggir jalan, tepat di samping tembok sekolah Tri Arka. “Jadi, bagaimana jawaban dari pertanyaanku tadi?” tanya Akira sambil membuka dan menggigit burger yang diberikan Sahrul.

“Pertanyaan yang mana?” Sahrul terlihat kebingungan.

“Kenapa kakak ada di sini, dan apa yang kakak inginkan? Nggak mungkin kan, kakak datang ke sini cuma untuk memberikan burger padaku. Lagian, kakak tidak begitu suka makanan luar negeri kek burger ini,” ujar Akira.

“Ya, kau benar sih. Aku jarang makan di rumah, jadi kau bisa seenaknya request makanan dari berbagai manca negara yang ujung ujungnya nggak habis, lalu akhirnya dibagikan ke pembantu dan pengawal.” Sahrul mengeluarkan Nintendo miliknya serta sebuah wadah berisi banyak dada ayam bakar. “Aku beli dada ayam dan teringat kau suka makanan kek gini, jadi kubelikan aja burger itu untukmu. Lidahmu tahan juga ya, makan roti, daging, dan sayur sekali hap?” katanya, sambil mulai fokus memainkan game di Nintendo.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 01 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang