Selamat membaca
***
Sella berjalan menuju ruangan Sahrul dengan hati-hati, membawa nampan berisi tiga cangkir coklat panas yang mengepul. Saat dia membuka pintu, terlihat Sahrul sedang berbicara di telepon dengan nada serius, sementara Hiro berdiri di sampingnya dengan kepala tertunduk hormat.
"Baiklah, Arlan. Bagus, kau sudah menjalankan tugasmu dengan sangat baik. Cepatlah kembali dan sembunyikan dirimu seperti biasa," kata Sahrul sebelum menutup telepon. Setelah itu Sahrul memandangi Hiro di depannya dengan tatapan serius. "Hiro, kau udah gede dan udah cukup lama bersama denganku. Aku yakin kau mengerti maksud dari perkataanku. Renungkanlah dan resapilah kata kataku di dalam hatimu. Lain kali buat aku bangga karena telah memperaktekkan apa yang aku ajarkan." Saat tatapan matanya beralih ke Sella yang baru datang. "sekarang cepatlah pergi dari sini. Dan teruslah ingat apa yang kita bicarakan malam ini." dia mengusir Hiro, menyuruh Hiro untuk segera pergi.
Hiro beranjak dengan cepat, namun Sella melihat sisi pipinya yang memerah dan ekspresi kesakitan di wajahnya. Sella menghentikan langkah Hiro sejenak dan menyerahkan secangkir coklat panas kepadanya.
"Permisi." Hiro menerima cangkir itu dengan tangan gemetar, lalu meninggalkan ruangan dengan langkah berat.
Sella mendekati Sahrul dan meletakkan nampan berisi minuman di atas meja di depannya. "Itu, pipinya anak itu memerah kenapa? Kau tampar?" tanyanya dengan nada curiga.
Sahrul menoleh ke arah Sella dan tersenyum tipis. "Tadi ada nyamuk di pipinya, jadi aku membantu menepuknya," jawabnya. Namun, dari ekspresi wajahnya yang terlihat jelas bahwa dia berbohong.
"kau keliatannya dendam banget sama nyamuk itu, sampai sampai memukulnya sekuat tenaga sehingga pipi anak itu menjadi memerah." Sella duduk di samping Sahrul, dan menyeruput coklat panas yang ada di depannya setelah meniupnya.
Sahrul memegang handphone miring dengan kedua tangannya dan mulai login game online. "ya nyamuk itu membuatku demam beberapa hari yang lalu sehingga aku balas dendam padanya."
Sella menatap Sahrul dengan tatapan datar, dia tahu bahwa Sahrul sedang berbohong. "kau tahu sendirikan Sahrul bahwa kau tidak bisa berbohong di hadapanku." Sella menjulurkan tangannya memberikan isyarat agar Sahrul memberikan handphonenya.
"cih.. Kau masih ingat ya, kak Sella." Sahrul berdecih sebal dan memberikan handphonenya kepada Sella. "kak Sella, bahkan untuk seorang peniru sekali pun, dia tetap harus memilih jalannya sendiri. Dia tidak bisa terus meniru jalan orang yang dia kagumi atau seumur hidupnya dia tidak akan tahu semua tujuan dari hidupnya." Sahrul mengambil cangkir coklat panas di depannya lalu menyeruputnya kemudian langsung tersedak dan menjulurkan lidahnya kepanasan. "panas.. Kenapa kau nggak bilang kalau coklatnya panas kak Sella?"
Sella fokus memainkan game dan membuka chest yang dikumpulkan oleh Sahrul di dalam gamenya. "kau pikir coklat itu ngebul karena apa, kedinginan. dasar ceroboh." setelah habis membuka chest milik Sahrul dia meletakkan handphone Sahrul di atas meja dan menatap lurus ke langit malam di depannya. "tujuan hidup ya.. Aku sekarang penasaran setelah permasalahan kita selesai, tujuan hidup kita selanjutnya apa ya?"
Sahrul mengipasi lidahnya yang terbakar dengan tangannya. "hah..? Pertanyaanmu itu rada diluar prediksiku ya.. Kupikir kau bakalan mengatakan kata kata bijak tentang tujuan hidup kak Sella." Sahrul menjulurkan lidahnya ke kanan dan ke kiri memainkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Action[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
