MBIAC || CHAPTER 95

6 0 0
                                        

Selamat membaca

***

"Sebenarnya, sejak kapan hidupku selalu ditimpa masalah seperti ini? Oh iya, sejak kecil ya. Aku sudah kehilangan bibi, Mpok, Teratai, dan Viktor. Tapi, seingatku, aku selalu bisa melewati semua itu. Tapi sekarang, aku merasa tidak sanggup lagi. Kisahku yang semakin berat dimulai dua tahun yang lalu, saat aku pertama kali bertemu kakak."

Di malam yang sunyi, seorang anak berambut pirang duduk di atas tubuh seseorang yang tergeletak tak berdaya di bawahnya. Di sekitarnya, beberapa orang terkapar tak sadarkan diri, hasil dari serangannya. Anak itu, dengan tenang, menggigit roti di tangannya, menikmati setiap suapan seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Namun, saat dia merasakan kehadiran seseorang, dia segera bersiap. Tatapannya yang tajam menembus kegelapan, sementara tangan kanannya menggenggam erat garpu besi. Mata birunya yang dingin tersembunyi di balik kacamata hitam.

Dari kegelapan, muncul sosok bertopeng yang berjalan mendekatinya dengan senyum manis di wajahnya. Langkahnya tenang dan penuh percaya diri, seolah-olah dia tahu persis apa yang akan terjadi selanjutnya. Anak berambut pirang itu tidak bergerak, hanya menunggu dengan waspada, siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.

"lagi apa sih anak remaja di belakang toko orang begini? Di sini rawan perampokan lho. Tapi, keknya perampoknya udah pada tidur ya jam segini hehe.." Sahrul melangkah dengan langkah ringan mendekati Hiro. "nggak usah terburu buru. Minum aja dulu! Baru setelah itu kita bicara lagi." Sahrul tertawa kecil saat melihat Hiro dengan sangat cepat menghabisi rotinya.

"apakah kau datang ke sini juga, untuk membunuhku?" Hiro menatap tajam ke arah Sahrul, sangat waspada. menghabiskan rotinya lalu meminum botol air di sampingnya, lalu berdiri memasang kuda kudanya dengan garpu besi di tangannya.

"tidak, aku cuma ingin menawarimu sesuatu. Melihatmu yang sangat gigih melarikan diri, aku jadi teringat masa lalu. Aku tahu bahwa sekarang kau diincar oleh sisa sisa Scorpio red karena telah membunuh salah satu eksekutif mereka, dan kau juga tidak bisa pulang karena tidak mau melibatkan keluargamu dalam masalah ini. Saat ini kau tidak punya tempat untuk tinggal kan?" Sahrul berjongkok lalu menekan nekan pipi orang yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri di sana.

"dari mana kau tahu tentang diriku dan seberapa banyak yang kau tahu?" Hiro melangkah mundur, tetap menjaga jarak dari Sahrul yang semakin mendekatinya.

"aku sebenarnya sudah memperhatikanmu dari lama. Aku mengetahui semua hal tentang dirimu. Di umur yang masih muda, kau telah melakukan hal yang gila. Walaupun aku juga sih hehe. Jadi, aku menawarkan untuk melindungimu dari incaran scorpio red." Sahrul berdiri dan menyapu tangannya sendiri lalu mengulurkan tangannya kepada Hiro. "jika kau mau, bagaimana?"

"melindungiku, apa kau tahu siapa yang mengincarku? Jika kau berpikir bisa melakukan itu maka buktikan bahwa kau lebih kuat dari pada aku!" Hiro melompat dan bersiap menusuk Sahrul dengan garpu besinya. Namun, beberapa saat kemudian pandangannya menjadi gelap. Dan saat dia membuka matanya, dia sudah terkapar melihat Sahrul yang berjongkok di atasnya.

"apakah aku pingsan? Apa yang terjadi?" Hiro bertanya tanya pada batinnya sendiri.

"tidak sopan sekali ya.. Ingin memukul orang yang ingin memberikanmu kerjaan. Aku sebenarnya ingin mencari orang yang bisa menjaga adikku. Soalnya aku tidak tahu sampai kapan aku berada di kota ini, dan jika sudah saatnya aku keluar dari kota ini. Aku ingin ada orang yang menjaga adikku mengantikanku. Tapi, jika kau tidak mau ya.. Apa boleh buat, mungkin sudah saatnya untuk orang yang sudah berjuang melawan raja iblis di kota ini untuk hidup nyaman. Selamat malam." Sahrul berdiri lalu berbalik badan hendak pergi.

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang