MBIAC | CHAPTER 16 |SMA SANJAYA HIGH SCHOOL

61 11 0
                                        

🙂HAPPY READING🙂

***

Hiro berjalan dengan langkah malas di koridor sekolah yang panjang. “Kenapa semua murid di sekolah ini jadi sangat menyebalkan, sih?” gumamnya dengan nada kesal. Saat hendak berbelok di ujung koridor, tiba-tiba ia bertabrakan dengan seorang murid perempuan yang membawa tumpukan buku di tangannya. Buku-buku itu terjatuh berserakan di lantai, menciptakan suara berdebum yang menggema di koridor.

Hiro mundur beberapa langkah, terkejut. Matanya tertuju pada wajah murid perempuan itu. “Imutnya… Apakah dia loli di sekolah ini?” pikir Hiro dalam hati. Ia terpesona melihat gadis berkacamata dengan wajah manis di depannya. Gadis itu segera berjongkok, berusaha memunguti buku-bukunya yang berserakan.

Tanpa berpikir panjang, Hiro ikut berjongkok dan membantu mengumpulkan buku-buku yang terjatuh. “Ini bukumu,” katanya sambil menyerahkan tumpukan buku kepada gadis itu.

“Arigatōgozaimashita,” ucap gadis itu dengan suara lembut, menerima buku-bukunya dari tangan Hiro. Senyum kecil terukir di wajahnya, membuat Hiro merasa sedikit gugup.

Saat gadis itu mengambil bukunya dari tangan Hiro, secara tidak sengaja tangan mereka bersentuhan. Badan Hiro seketika gemetar saat merasakan sentuhan lembut tangan gadis itu. “Sial… perasaan apa ini? Kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan begini?” batin Hiro, mencoba menenangkan dirinya.

“Dōitashimashite. Anata wa daijōbu?” (Terima kasih kembali. Apakah kau baik-baik saja?) tanya Hiro dengan suara yang sedikit bergetar.

“Watashi wa genki.” (Saya baik-baik saja) jawab gadis itu sambil tersenyum tipis. Namun, Hiro melihat gadis itu melirik ke arah belakangnya, seolah mencari seseorang.

Hiro berbalik badan untuk melihat apa yang ada di belakang, tetapi tidak ada siapapun di sana. “Dare o sagashite iru no?” (Siapa yang kamu cari?) tanya Hiro dengan penasaran.

“Senpai o mita koto ga arimasu ka?” (Pernahkah Anda melihat senior Anda?) tanya gadis itu dengan nada cemas.

“Senpai?” (Senior?) Hiro mengerutkan kening, bingung.

“Farrel-san,” jawab gadis itu, matanya berbinar penuh harap.

“Oh… Farrel yah. Kare wa kurasu 3A no mae ni imasu,” (Dia di depan kelas 3A) jawab Hiro, menunjuk ke arah yang dimaksud.

“Arigato!” (Terima kasih!) Gadis itu menundukkan kepalanya dengan sopan lalu segera berlari meninggalkan Hiro, yang masih berdiri terpaku, memikirkan perasaan aneh yang baru saja dialaminya.

“Hei, tunggu sebentar!” teriak Hiro dengan suara lantang.

Gadis itu pun berhenti dan berbalik badan, menghadap Hiro dengan tatapan kebingungan.

“Anata no namae wa nanidesu ka?” (Siapa nama kamu?) tanya Hiro, mencoba menahan rasa gugupnya.

“Watashinonamaeha Chika desu.” (Nama saya Chika) jawab gadis itu sambil tersenyum manis ke arah Hiro. Senyum itu membuat wajah Hiro seketika memerah. Chika kemudian berlari meninggalkan Hiro yang masih terpaku di tempat.

“Sial! Manis sekali,” batin Hiro, merasakan jantungnya berdebar kencang. Ia menatap kepergian Chika dengan perasaan campur aduk. “Perasaan apa ini? Kenapa tiba-tiba aku jadi sangat senang?” tanyanya pada diri sendiri.

Hiro tersenyum sendiri, membayangkan wajah Chika yang manis. “Tapi kalau dipikir-pikir, cewek itu memang manis sekali!” pikirnya, masih terpesona.

“Tunggu sebentar… Aku nggak salah server kan! Ini masih di Indonesia kan! Kenapa semuanya jadi wibu begini?" oceh Hiro sambil menggelengkan kepala. Ia segera berlari menuju kelasnya dengan perasaan senang yang tak bisa ia jelaskan.

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang