Selamat membaca
***
Sella memgemudikan mobil di jalanan kota dan di sebelahnya terdapat Sahrul yang sedang membaca manga dengan fokus.
"nggak bakal nabrak kan kak?" Sahrul melirik Sella dan melihat ekspresi wajahnya untuk memastikan apakah akan baik baik saja kalau Sella dibiarkan mengemudikan mobil.
"jangan meremehkanku, Sahrul. Aku memang tidak secepat kau dan Arlan saat mengemudi. Namun, bukan berarti aku nggak jago. Aku bisa mengemudikan mobil dengan kecepatan normal." balas Sella sambil melirik Sahrul kesal karena sudah diremehkan.
"kalau nggak bisa cepat ya berarti kau belum jago kak. Masih pemula, jangan sombong. sungkem dulu sini sama sepuh hehe." Sahrul tertawa sambil memegang dan mengoyang goyangkan bahu Sella untuk menjahilinya yang sedang mengemudikan mobil.
Sella panik dan berteriak lalu dengan cepat menepis tangan Sahrul dan kembali mengemudikan mobil itu dengan stabil. "jangan melakukan itu lagi, bahaya tahu."
Sahrul hanya tersenyum lalu kembali melanjutkan membaca manga. "maaf maaf tidak akan kuulangi lagi. Nggak janji sih. Kecuali kau mau mengakui kalau aku sepuh."
"puh.. Ajarin dong puh, sepuh. Kenapa nggak kau aja sih yang mengemudi?" Sella merasa kesal karena diganggu oleh Sahrul saat mengemudi sedangkan Sahrul sendiri tidak mau mengemudikan mobil dan malah menyuruh Sella.
"nggak mau ahh lagi mager." jawab Sahrul singkat dan tetap fokus membaca manga.
Sella hanya menarik napas berat dan kembali fokus ke jalanan. Perjalanan berjalan dengan normal. Dan beberapa saat kemudian. "Sahrul, jika kau bisa memilih kemampuan khusus lain selain kemampuan mind reading milikmu. Kau mau memiliki kemampuan apa?" tanya Sella tiba tiba.
Sahrul menutup buku manganya lalu menatap ke depan. "cewek random amat yak pertanyaannya. Tapi, jadi kepikiran. Jika aku bisa memilih kemampuan khusus. Kira kira kemampuan apa ya yang akan kupilih?" Sahrul mengingat semua kemampuan khusus yang pernah dia lihat untuk menjawab pertanyaan Sella. Sella hanya diam sambil menatap Sahrul menunggu jawaban darinya.
"ohh iya kemampuan instan death. Itu lho kemampuan yang—"
"yang lebih masuk akal dikit. Jangan mengambil referensi kekuatan op dari anime yang kau tonton." Potong Sella sambil melirik Sahrul dan mendengus kesal.
Sahrul mencoba berpikir lagi. "apa ya.. Karena kemampuanku udah op makanya aku jadi sulit untuk menentukannya. Oh iya kemampuan fate manipulation. Kemampuan seperti itu menurutku bisa dikatakan seperti puncak dari kemampuan khusus. Namun, tergantung usernya juga sih. Mengubah takdir, sebab akibat, mencegah dan menghilangkan suatu kejadian yang seharusnya terjadi. Seru banget pastinya." Sahrul menjawab pertanyaan Sella sambil membuka kembali halaman buku manganya.
"kalau kita nanti melawan orang yang mempunyai kemampuan yang seperti itu. Apa yang akan kau lakukan?" Sella menatap serius ke arah Sahrul.
"ya tenang aja sih. Soalnya aku punya kemampuan yang bisa menentang takdir sedangkan ada salah satu temanku yang tidak terpengaruh oleh takdir bahkan bisa menjadi takdir itu sendiri." Sahrul membalik halaman buka manganya dan terlihat santai menjawab pertanyaan itu.
"siapa?" tanya Sella penasaran.
"rahasia." Sahrul menghadap Sella sambil mengangkat tangannya dan membentuk angka dua lalu mengarahkannya di depan wajahnya bersikap sok imut.
Sella hanya berdecak sebal dan kembali fokus ke jalanan. "menyebalkan. huh.. Sudahlah. Ngomong ngomong Redi, Arlan, dan Galang tadi pergi duluan untuk mengunjungi keluarga mereka di pemakaman umum. Kok sampai sekarang belum ngasih kabar lagi ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Action[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
