Happy reading
.***
Hiro keluar dari toilet cowok dengan perasaan lega karna telah menuntaskan tujuannya. "sekarang sudah lega saatnya kembali menyalin catatan semua pelajaran di kelas." saat Hiro hendak kembali ke kelasnya. Ia mendengar suara keributan dari suatu tempat. Karna penasaran Hiro berjalan mengikuti asal suara keributan itu. Setelah sampai di sana Dari balik dinding Hiro mengintip asal suara keributan itu. Hiro melihat sebuah siswi yang sedang dikelilingi oleh siswi lainnya. Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu. Tapi, Hiro tidak bisa mendengarnya dengan jelas. "apa ini tes perundungan sekolah sanjaya yang Akira katakan waktu itu?" tanya Hiro sendiri.
"kau tahu ini semua adalah salahmu,"
"benar harusnya kau bisa melakukannya dengan lebih baik lagi,"
"tapi, aku sudah melakukan itu sebisa ku--"
"Halah bacot." Hiro melihat siswi itu menuangkan isi tempat sampah ke atas kepala siswi lainnya membuat kepala siswi berlumuran sisa sisa sampah. Siswi siswi lainnya lalu menertawakan siswi itu.
"hoi! Aku tidak tahu apa masalah kalian. Tapi bukannya sudah keterlaluan jika kalian membuang sampah di kepalanya. Itu kepala bukan tempat sampah." tegur Hiro.
Siswi itu berbalik. Lalu menatap Hiro. "hoi memangnya apa urusan mu dengan ka--" ucapan nya terhenti saat melihat wajah Hiro. Dia lalu berbisik kepada sesama temannya."Cih.." mereka semua berlari meninggalkan siswi tadi seorang diri.
"Eh.. Mereka kabur. Apakah mereka berpikir aku adalah orang yang akan menyelamatkan gadis ini? Kalau begitu aku sudah mengganggu tes sekolah sanjaya. Akan kupastikan satu hal dulu." Hiro mendekati siswi tadi dia terlihat sedang membersihkan sisa sisa sampah di kepala dan baju nya itu. "apa sih mau mereka! Kau tidak apa apa?" tanya Hiro pada siswi itu.
Siswi itu hanya diam sambil menatap wajah Hiro. "hey! Kau tidak apa apa? Ada apa dengan wajah ku?" tanya Hiro.
Siswi itu menundukkan pandangan nya. "kau murid baru, di kelas A kan? Kau Hiro kan?" tanya Siswi itu.
"benar, aku Hiro. Bagaimana kau bisa mengenal ku? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Hiro.
"aku paham. Tidak mungkin kau bisa mengenali orang seperti ku,"
"kau ini bicara apa? Siapa kau ini sebenarnya?"
"kita ini sekelas. Saat aku melihat mu. Hampir memukul ibunya Nikita kau terlihat sangat keren. Aku langsung melihat mu sebagai sosok harapan yang akan membebaskan ku dari kehidupan sekolah ku yang penuh ketakutan. Setelah kau mengalahkan ketua Karina. Aku berpikir bahwa perundungan di faksi Gajah benar benar dihentikan. Tapi, ternyata itu salah ya.."
"apakah benar yang kau katakan itu? Apakah Karina yang menyuruh mereka untuk merundung mu?" tanya Hiro. "Karina..! bukankah dia berjanji untuk menghentikan semua tindak perundung yang dia lakukan," batin Hiro.
"tidak, ini bukanlah salah ketua Karina. Ketua Karina sudah baik dia menghentikan semua bentuk perundung dan pemaksaan kepada murid umum. Tapi, untuk permasalahan di dalam faksi dia belum begitu bisa bertindak."
"seragam mu ini.. Kau faksi gajah ya..? Lalu mereka tadi juga faksi gajah. Kenapa bisa terjadi perundung di sesama faksi gajah?"
"tidak ada apa apa," jawab Siswi itu sambil memalingkan muka.
"ayolah.. Tidak perlu menyembunyikannya seperti itu. Ayo ceritakan padaku!" Hiro berjongok. "ayo.. Duduk di sebelah ku! Aku akan mendengarkan ceritamu,"
"maaf jika aku merepotkanmu." siswi itu masih memalingkan wajahnya.
"Aku tidak merasa kerepotan kok. Hey! Setidaknya beri tahu aku siapa nama mu? Ayo kita kenalan! Sebagai murid baru di kelas A aku masih harus mengenali semua murid murid di kelas A agar aku bisa mendapatkan teman,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
حركة (أكشن)[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
