MBIAC || CHAPTER 94

19 0 2
                                        

Selamat membaca

***

Hiro duduk di kursinya, matanya menatap tajam ke depan. Ruangan itu sunyi, hanya terdengar suara detak jam di dinding.

Tiba-tiba, pintu terbuka dengan suara lembut, dan seseorang masuk dengan langkah ringan. Hiro mengangkat pandangannya, dan matanya bertemu dengan sosok yang terlihat seperti hama di matanya. Orang itu tersenyum ceria, wajahnya memancarkan kebahagiaan dan matanya yang bersinar menunjukkan keceriaan.

Dia berjalan mendekat, Ketika dia sampai di dekat Hiro, dia duduk di sampingnya, masih dengan senyum yang sama yang tidak pernah pudar dari wajahnya.

“Hei, Hiro,” sapanya dengan nada riang yang memecah keheningan. “Apa kabar?”

Hiro tetap diam sejenak, matanya masih menatap tajam seolah-olah mencoba menembus pikiran orang di depannya. Namun, perlahan, sudut bibirnya mulai melengkung, membentuk senyum tipis yang jarang terlihat. “Kau selalu tahu bagaimana membuat suasana menjadi lebih ringan,”

Orang itu tertawa kecil. “Tentu saja. Hidup ini terlalu singkat untuk selalu serius, bukan?”

Hiro menatap ke bawah, matanya beralih dari wajah ceria di depannya ke lantai yang dingin. Perlahan tapi pasti, orang itu semakin mendekat, wajahnya hanya beberapa inci dari Hiro. Dengan gerakan cepat, Hiro mendorong wajah orang itu menjauh. “Pergilah dari sini! Jangan menggangguku! Aku tidak akan memberikanmu dua ribu, Viktor."

Viktor tertawa cengengesan, Dia menepuk-nepuk pundak Hiro. “Aku tidak akan menagih uang keamanan kepadamu,” katanya dengan nada yang ramah. “Aku ingin memperhatikanmu dari dekat. Kau adalah kandidat terkuat yang bisa kujadikan penerusku dalam melindungi Satria Garuda Sanjaya.”

Hiro memasang ekspresi wajah tidak nyaman, alisnya berkerut dan bibirnya mengerucut. “Kenapa harus aku?” tanyanya kepada Viktor.

“Kenapa ya? Apakah itu harus dijawab hehe… Kau itu adalah cowok yang bakalan membuat setiap gadis nyaman saat berada di pelukanmu. Perlindungan dan kasih sayangmu itu hangat banget sehingga membuat setiap cewek bakalan klepek-klepek kalau dilindungi olehmu,” kata Viktor dengan nada bercanda, sambil tersenyum lebar. Dia terus saja bicara, matanya bersinar penuh semangat saat menggambarkan betapa istimewanya Hiro di mata para gadis.

Namun, saat Viktor tersadar, Hiro sudah hilang dari hadapannya. Dia berhenti bicara, matanya mencari-cari ke sekeliling ruangan yang kini kosong. “Hiro?” panggilnya, namun tidak ada jawaban. Viktor mengembungkan pipinya, ekspresi wajahnya berubah menjadi kesal dan sedikit kecewa. Dengan cepat, dia berlari keluar dari ruangan itu.

***

“Aku tidak butuh rasa kasihanmu.” Hiro berlari maju ke arah Gerald, goloknya terangkat tinggi. Dengan amarah yang membara, dia menyerang Gerald dengan membabi buta. Gerald, dengan tenang, menghindari dan menahan setiap serangan Hiro.

Gerald melihat celah di pertahanan Hiro dan dengan cepat mengayunkan tinjunya, hendak memukul wajah Hiro. Namun, Hiro dengan refleks, menghindar ke samping dan melakukan serangan balasan. Dalam sekejap, dia mengarahkan goloknya ke dada Gerald, niatnya jelas untuk menusuk lawannya.

Gerald tersenyum melihat kecepatan serangan Hiro, Dengan gerakan yang hampir tidak terlihat, dia memutar tubuhnya, menghindari golok Hiro dengan selisih yang sangat tipis. Kedua pejuang itu kini berdiri berhadapan, napas Hiro terengah-engah, matanya menatap Gerald penuh kebencian.

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang