Happy reading
***
Arlan memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah pasar yang sangat ramai. "Kita sudah sampai. Cepatlah ambil apa yang ingin kau beli!"
Sahrul keluar dari mobil. "Yeah.. terimakasih. setelah membeli barang barang yang aku butuhkan, Aku akan segera kembali. Tunggu saja aku di sini!" Sahrul segera berlari masuk ke dalam pasar.
"Hati hati banyak copet di sini!" Teriak Galang.
"Jangan khawatir. Aku akan langsung menghajar copet itu. Sama seperti aku menghajar mu dulu." Balas Sahrul sebelum dia menghilangkan ditelan keramaian.
"kalau kayak lo ngehajar gue dulu. Lu bisa bonyok lagi loh.."
"kau sudah berpengalaman ya.. Galang," sindir Sella.
"Cih.. siapa yang menyangka bahwa bocah sepolos dia. Bisa menjadi seorang pembunuh gila," ucap Redi.
"Dia bukanlah seorang pembunuh!" Balas Sella. Sella lalu melirik datar ke arah Redi. "daripada menyebutnya pembunuh aku lebih suka menyebutnya pembantai gila. Dia sok sokan baik memberikan kesempatan kedua kepada ketua musuhnya, dan menyuruh mereka untuk bertobat. Padahal dia tahu bahwa tidak ada manusia yang bisa berubah secepat itu. Alasannya sebenarnya dia memberikan kesempatan kedua kepada musuhnya adalah dia ingin musuh itu mendatangi nya sambil membawa pasukan yang lebih besar lagi. Agar dia bisa melakukan pembantaian besar sekali lagi. Hm.. Kalau benar dia ingin ketua musuhnya bertobat dia tidak akan membunuh para bawahan nya yang bisa membuat ketua mereka marah dan balas dendam. Hm.. Dia pikir bisa membodohi ku, aku adalah orang yang paling mengenalnya setelah keluarga nya sendiri,"
"karna kau sangat mengenalnya maka dari itu kau bisa menyukai nya tanpa mengetahui bagaimana wajahnya kan, Sella?" balas Galang.
Wajah Sella seketika memerah mendengar ucapan Galang. "Hm.. nampaknya aku juga harus keluar!" Sella beranjak keluar dari mobil.
Redi menahan tubuh Sella dengan memegang bahunya. "Hey mau kemana tuan putri? jawab dulu pertanyaan Galang! Apakah karna itu kau bisa menyukai nya?"
Wajah Sella semakin merah padam. "Redi, lepaskan tangan mu! Atau aku akan membunuh mu!" ancam Sella.
"Cih.. Baiklah." Redi melepaskan tangan nya dari bahu Sella.
"Kau mau kemana Sella?" Tanya Galang.
"Aku ingin membeli beberapa camilan dan juga makanan. Karna kita tidak akan pernah tahu kemana bocah itu akan membawa kita!" Sella keluar dari mobil.
"Sella. Sahrul menyuruh kita untuk menunggunya di sini. Bagaimana kalau dia kembali?" ucap Arlan.
"Teknologi sudah maju selama berabab abad. Kalau dia kembali telpon aku!" Jawab Sella.
Saat Sella hendak pergi.
"Kak Sella. Kau mau kemana?" Tanya Sahrul yang baru saja datang.
"Aku ingin membeli camilan sebentar!" Jawab Sella.
"Tidak perlu. Aku sudah membelinya." Sahrul memamerkan empat buah tas belanja yang tergantung di tangannya. "Ayo masuk kita harus segera berangkat!" Ajak Sahrul. Sahrul langsung berusaha memasukan seluruh tas yang di bawahnya ke dalam mobil.
"Memangnya apa yang kau beli kenapa bisa sebanyak ini?" Tanya Redi saat membantu Sahrul memasukan tas belanjaan nya.
"Banyak," jawab Sahrul. Setelah dia memasukan tas belanjaan nya ke dalam mobil. "Ayo masuk kak Sella!" Ajak Sahrul.
"Hm.. baiklah." Sella menuruti perkataan Sahrul.
"Arlan pindah tempat. Aku yang akan mengemudi!" perintah Sahrul.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Acţiune[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
