MBIAC|CHAPTER 34|siasat Akira

33 5 0
                                        

Happy Reading

***

Keesokan harinya.

Akira berjalan menuruni tangga dengan seragam sekolah. Sambil membawa tas yang tergantung di pundak nya. Saat akira melihat ke bawah di melihat kakaknya sedang berdiri tepat di depan tangga.

"Selamat pagi kak!" Sapa Akira. Ia langsung saja berjalan melewati kakaknya.

"Hei, tunggu sebentar!" Ucap Sahrul. Menghentikan langkah Akira.

"Ada apa kak?" Tanya Akira.

"Ada hal yang ingin kakak tanyakan pada mu!" ucap Sahrul dengan tatapan Serius.

"Apa? Apa yang ingin kakak tanyakan?"

"Kau ingin kemana?" Tanya Sahrul.

"Kakak tidak melihat seragam ku? Sudah pasti aku ingin pergi ke sekolah!"

"Kau tidak sarapan terlebih dahulu?"

"Aku akan sarapan di kantin sekolah," jawab Akira. Ia lalu berjalan melewati Sahrul. Tapi, Sahrul menahan Akira dengan memegang lengan nya.

"Aku yang akan mengantar mu ke sekolah!"

"Tidak perlu! Aku akan berangkat sekolah bersama Hiro."

"Tapi Hiro sudah berangkat duluan ke sekolah,"

"Apa? Memangnya apa yang kakak lakukan?"

"Tidak ada, mobilnya Hiro harus diservis di bengkel karena beberapa mesin dan body mobil itu rusak gara gara menerobos masuk ke dalam hutan. Jadi aku membelikan sepeda untuk dia, agar dia masih bisa berangkat sekolah menggunakan sepeda itu."

"Kak jarak dari rumah ke sekolah itu cukup jauh. Mungkin membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk dia bisa sampai ke sekolah. Kenapa dia tidak dibeliin motor aja. Atau diberi ongkos untuk naik taksi,"

"Aku tidak kepikiran dengan hal itu. sudahlah tidak perlu dipikirkan! ayo kita berangkat!" Sahrul berjalan melewati Akira.

"Kakak, aku sudah lama mengenal kakak. Dan aku tahu kakak melakukan itu karna ingin menghukumnya, karena dia telah memasuki ruangan keluarga Sandara dan menyentuh barang barang peninggalan ibu dan ayah tanpa seizin kakak. Apakah itu benar, Hm..?"

Sahrul berjalan mendekati Akira. "hukuman tidak akan terasa berat jika kita tidak menganggap nya sebagai hukuman. Tidak perlu memusingkan hal itu. dia anak yang hebat oleh karna itu aku memilihnya. Dan kau." Sahrul langsung mengangkat tubuh Akira. Ia lalu mengendong Akira di punggung nya.

"Kakak. Apa yang kau lakukan? Turunkan aku!" Akira memberontak kecil.

"Akira nampaknya kau sangat cerewet ya.. saat di dekat ku. Tidak seperti saat kau berada di sekolah." Sahrul berjalan sambil membawa Akira di punggung nya.

"Hm.. karna hanya saat berada di dekat kakak, Aku bisa menunjukan sifat asli ku. Aku merasa sangat aman dan tenang saat berada di dekat kakak,"

"Tapi aku tidak bisa tenang saat di dekat mu. Aku takut kau akan melihat sisi buruk ku sekali lagi," batin Sahrul. Sahrul dan Akira keluar dari rumah. Sahrul lalu menurunkan Akira tepat di sebelah mobil.

"Ayo masuk!" Ajak Sahrul. Ia memasuki mobil.

Akira tersenyum. "Baiklah kak!" Akira juga memasuki mobil.

Sahrul mulai menjalankan mobil menuju sekolah Akira.

Di perjalanan.

"Akira.." panggil Sahrul.

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang