Selamat membaca
***
Sahrul mengarahkan pistolnya ke arah Gerald yang sudah terkapar tidak berdaya di tanah yang dingin dan basah. Tiba-tiba, sebuah suara menggema di udara, diiringi oleh hembusan angin yang membuat rambut Sahrul berkibar. Ia mengangkat pandangannya ke langit malam yang gelap.
"tidak secepat itu Guru." Di atas sana, lima buah helikopter melayang dengan anggun, baling-balingnya berputar cepat, menciptakan angin yang kuat. Di salah satu helikopter, Raka duduk menyamping dengan santai, pengeras suara di tangannya. "Yoo, apa kabar guru? Lama tidak berjumpa," suaranya terdengar jelas.
"Goodboy. Kau juga datang ya." Sahrul tersenyum tipis, matanya menatap langsung ke arah Raka. Helikopter itu terbang rendah, tepat menutupi bulan yang bersinar terang di langit malam. Cahaya bulan yang terhalang menciptakan bayangan dramatis di wajah Sahrul. "Pemandangan yang bagus," komentarnya.
"Guru.. Kau tahu, kau keliatan sangat kecil dari atas sini." ucap Raka dengan alat pengeras suara di depan mulutnya.
"kau juga sama kecilnya dari sini bahkan kau menundukkan kepalamu saat melihatku di bawah sini. Goodboy," Teriak Sahrul dengan nada bercanda. Dia mendongak ke arah Raka.
"yaa kau pasti tahulah guru alasanku datang ke mari yaitu—" Raka memiringkan kepalanya dan menangkap sebuah peluru suntikan kecil yang mengarah langsung ke lehernya. "wah.. Tidak sabaran banget ya.. Akira, aku terkadang tidak mengerti bagaimana bisa kau membidik dengan tepat saat dalam cuaca yang buruk dan jarak sejauh ini." Raka menatap Akira yang berdiri di dahan pohon yang tinggi di sana dan membidikkan sniper ke arahnya. "anak yang dijuluki genius emang beda ya."
"Cih.." Akira berdecih kesal, dia meletakkan kembali sniper ke depan tubuhnya dan berbicara melalui alat penyalur suaranya. "semuanya keluarlah!" perintah Akira.
Beberapa saat kemudian dari sisi gedung yang terbakar semua murid dari sekolah Sanjaya, Rajawali, dan Dharma beserta anggota dari raja sekolah keluar dari sana menunjukkan dirinya dan menatap tajam ke arah Raka di helikopter itu.
"haha.. Banyak banget tapi bukankah semua orang di sini. Cuma menjadi penganggu kalian berlima guru?" teriak Raka dengan nada bercanda.
Mendengar ejekan Raka semua orang yang ada di sana langsung berteriak mengejek ejek Raka karena tidak terima dengan ejekannya.
"kau benar Goodboy!" teriak Sahrul ke arah Raka, sehingga membuat semua murid yang ada di sana terdiam. "bocil bocil ini cuma hanyalah beban yang dicarry oleh timku. Keberadaan mereka semua di sini tidak lebih hanya sebuah hal yang bisa membuat waktuku lebih luang sehingga bisa muncul lebih keren hehe.. Ada atau tidaknya mereka di sini, tidak akan mengubah hasil pertarungan malam ini." Sahrul menunjuk semua orang di belakangnya, lalu memberikan jempol pada Galang. "tapi.." Sahrul menatap serius ke arah Raka.
"tapi apa?" Raka tersenyum menunggu jawaban Sahrul.
"aku masih berpikir sih tapi keknya emang nggak ada tapinya. Aku dan kelompokku emang kuat dan mereka semua cuma beban." ucap Sahrul yang membuatnya langsung disoraki oleh semua orang di belakangnya termasuk Feng lie, Wisnu, Elang, Arka, Azka, dan Riki. Sedangkan Farrel hanya diam, menatap serius ke arah Raka.
Raka tertawa kecil melihat sifat gurunya yang sangat dikenalnya itu. "baiklah, tanpa berbasa basi lagi.. Aku akan memberikan clue selanjutnya yang kau cari, Jika kau membiarkan paman Gerald hidup dan bebas." Raka menunjukkan sebuah kotak kado hadiah berukuran kecil kepada Sahrul. "penawaran yang bagus, bukan?"
Setelah mendengarkan ucapan Gerald semua orang di belakang Sahrul, langsung nyinyir bersama sama meminta Sahrul untuk menolak hal itu. Mereka berpikir sudah sepantasnya bos penjahat di tempat ini menerima akibat perbuatannya. Sedangkan Sahrul hanya diam dan tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Action[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
