MBIAC | CHAPTER 69

14 1 2
                                        

Selamat membaca

***

Buk Ririn masuk ke kelas A lalu melihat beberapa anggota faksi gajah yang masih menyapu bubuk putih di lantai. "ada apa ini? Apa yang terjadi di kelas ini?"

Karina mengangkat tangan. "buk tadi ada salah satu anggota faksi gajah yang berulang tahun. Jadi, kami memberinya kejutan dengan cara seperti ini. Aku minta maaf atas nama faksi gajah karena sudah membuat kotor kelas ini."

"hm.. Begitu ya.. Asalkan itu bukan perundungan, apapun boleh kau lakukan." buk Ririn berjalan melewati lalu duduk di meja guru.

"hm.. Buk Ririn nyindir aku ya? Waktu sama Akira itu bukan merundung lebih ke memaksa agar dia masuk ke faksi gajah. Kalau Akira masuk ke faksi gajah lebih cepat aku juga tidak akan merundungnya," ucap Karina.

"Kau merundung orang yang bisa menghancurkanmu kapan saja. Kau sangat berani, Karina." batin buk Ririn. "sudah anak anak. Lanjutin lagi bersih bersih saat istirahat ya..! Sekarang duduklah ke meja kalian masing masing!" suruh buk Ririn.

Semua anggota faksi gajah termasuk Nasya meletakkan sapu di dalam lemari yang ada di sudut ruangan lalu berjalan menuju mejanya masing masing.

"baiklah.. Anak anak ibu akan meneruskan pelajaran kemarin buka buku sejarah kalian!" buk Ririn mengambil spidol lalu menulis di papan tulis.

Saat Hiro sedang menulis di bukunya. Terdapat secarik kertas yang dilemparkan oleh Akira. "Hiro sepertinya buk Ririn lupa kalau ada PR. Aku ingin kau membuatnya sibuk agar dia mengingat PR itu lagi," ucap Akira pelan. "buka kertas itu lalu ucapkan apa yang aku tulis itu ke buk Ririn!"

"kau lupa membuat PR ya..?" bisik Hiro.

"kau juga sama kan. Sepertinya Karina juga tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya. Jadi, faksi gajah tidak akan ikut campur. satu satunya masalah kita hanyalah buk Ririn. Buat dia jangan sampai mengingatnya," bisik Akira.

"hm.. Wakata.." Hiro mengangkat tangannya. "buk Ririn aku mau minta izin."

Ririn menoleh ke arah Hiro. "ya.. Nak minta izin apa?"

"boleh, nggak aku minta izin buat masuk ke hati ibu," ucap Hiro.

Buk Ririn tertawa kecil lalu lanjut menulis di papan tulis. "sudahlah, jangan bermain main!"

"kali ini serius buk.. Ada yang ingin aku tanyakan. Aku benar benar tidak mengerti,"

"hm.. Apa itu Hiro, apakah ada dari materi pelajaran ini? atau tulisan ibu yang tidak kau mengerti?" tanya buk Ririn.

"bukan itu, kalau buk Ririn saat muda sudah jadi ibu guru. Apakah saat tua nanti buk Ririn akan jadi ibu dari anak anak kita?" tanya Hiro.

"huh.. Hiro itu tidak lucu. Perhatian dan tulis apa yang ada di papan tulis dan berhenti menggodaku! Walaupun umur kita tidak berbeda jauh. Namun, kau masih anak kecil yang awam dalam hal ini. Fokus saja dulu pada sekolah dan pelajaranmu!" balas buk Ririn datar.

"hm.. Maaf. Buk Ririn, buk Ririn tahu tidak tentang cerita ramayana?"

"tahu kenapa?"

"Jika buk Ririn adalah shinta maka aku tidak akan menjadi rama yang meragukan kesucian shinta demi pandangan norma sosial. Namun, aku akan menjadi rahwana yang akan menentang dunia bahkan dewa sekalipun demi untuk mendapatkan gadis yang kucintai yaitu dirimu, Shinta." Hiro menunjuk buk Ririn. "panjang banget Akira," batin Hiro.

Buk Ririn menutup spidolnya memakai penutup spidol. "apakah Rahwana yang si paling cinta sejati ini akan membiarkan Shinta kelelahan menulis di sini. Maju ke depan Hiro! ambil buku dan spidol ini lalu tulis di papan tulis apa yang sudah ibu tandai di buku ini!"

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang