MBIAC || CHAPTER 82

34 5 0
                                        

Selamat membaca

***

Di dalam ruangan owner perusahaan sandara grup. Sahrul duduk di sofa di ruangan itu tertawa sambil memainkan game di handphonenya. "wah lucu banget bisa bisanya ya kak Sella, Redi datang ke sekolah sanjaya di saat yang tidak tepat begitu." Sahrul mengambil segelas jus buah naga yang diletakkan di meja lalu meminumnya.

"lucu banget dari mana? anak orang hampir kehilangan nyawanya, untung saja Arlan dan Galang cepat menyusul Redi ke sana." Sella duduk di sofa di depan Sahrul sambil memainkan laptop yang terletak di atas meja di tengah mereka.

"tapi aku tidak menyangka putri dari nenek itu, Ririn. Sampai turun tangan langsung untuk menghadang Redi itu berarti beneran bakalan ada siswa yang mati atau ada bencana lain kalo seandainya dia nggak turun tangan."

"ya Redi, emang salah satu anggota kita yang paling berbahaya karena berbeda dengan kau dan Galang. Dia kuat. Namun, tidak bisa mengendalikan atau membatasi kekuatannya agar tidak membunuh orang lain."

"bukankah emang begitu seharusnya seorang marksman. Saat peluru ditembakkan dor. Peluru itu hanya akan bergerak lurus dan membunuh siapapun yang mengenainya begitu pun dengan pukulan Redi yang dia layangkan."

"bisa tidak kau berbicara dengan lebih dewasa tanpa bermain main biar aku juga bisa mengerti maksud ucapanmu dengan lebih mudah."

"ahh maaf kak Sella. Maksudku dalam memilih target kita memiliki batasan kayak aku yang tidak mau membunuh cewek karena alasan ya kau tahu sendirilah apa alasannya. Walaupun, alasan itu nggak konsisten. Tapi, Redi nggak punya batasan mau anak kecil, remaja. dewasa, lansia, cewek, atau cowok semuanya dilibas sama dia kalo memiliki masalah sama dia atau ada misi untuk itu. Emang psikopat tuh orang. Namun, dengan sifatnya yang begitu dia bisa jadi eksekutor yang paling baik di antara kita semua gitu kak Sella."

"udah penjelasan panjangmu?"

"udah kak Sella."

"ya Redi emang punya sifat yang seperti itu makanya dia termasuk anggota kita yang paling sulit diatur. Dia emang punya simpati yang lumayan. Namun, mencari masalah dengannya bukanlah pilihan yang tepat. Baiklah.. Terus bagaimana dengan orang itu?"

"orang itu, siapa?"

"pilihanmu untuk menjaga Akira. Apakah dia menargetkan bebas dan bisa mengendalikan kekuatannya?"

"ohh anak itu. Dan juga kenapa malah larinya ke anak itu? Kita tadi sedang bahas Redi kan?"

"sudahlah jawab saja."

"hum.. Gimana ya ceritainnya. Anak itu keknya bisa memukul dan menyakiti wanita. Namun, Dia termasuk petarung yang menggunakan logika karena dia juga perencana walaupun tidak sehebat Akira."

"hum lalu?"

"Dia akan bertarung atau mengalahkan seseorang saat dia pikir dia harus melakukan itu dan memperhitungkan apakah dia akan mendapatkan keuntungan atau kerugian dalam pertarungan itu. Jadi, dia bisa mengendalikan kekuatan pada lawan yang lebih lemah darinya misalnya saat dia melawan wanita atau anak lelaki yang jauh lebih lemah darinya biasanya dia tidak akan serius agar kekuatannya tidak begitu bisa dinilai sambil dia mengukur kekuatan lawannya. Namun," Wajah Sahrul terlihat serius menatap Sella.

Sella menatap Sahrul kebingungan. "namun?"

"ada kalahnya dia membuang logika dan pemikirannya saat bertarung serta lebih mengandalkan insting hewaninya, dalam mode itu dia bertarung dengan serius dari awal dan tidak memikirkan lagi konsekuensi serta untung dan rugi dalam pertarungan itu. Pokoknya brutal banget dah tuh anak dalam mode itu. Nggak ada kesempatan atau pun belas kasihan yang ada hanya teriakkan sakit bagi musuhnya seperti hewan buas yang mencabik cabik mangsanya." sorot mata serius Sahrul dari balik topengnya membuat Sella sedikit merinding jadinya.

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang