Selamat membaca
***
Sella yang melihat Akira nampak kesal dan menatap ke arah bulan, dia Menjulurkan tangannya ke arah Akira lalu tersenyum lembut. "justru itulah yang diinginkan oleh kakakmu. Dia tidak pernah ingin kau tahu, bukan karena dia tidak percaya padamu. Namun, Sahrul tidak ingin kau merasakan perasaan yang tidak perlu kau rasakan. Dan lagi pula bagaimana pun dirimu, bagaimana pun rupamu, dan walaupun Sahrul memiliki banyak orang yang dianggapnya adik. Kau tetaplah adik terbaik nomor satu baginya, Akira. Karena kaulah alasan dia tetap bertahan sampai sekarang." Sella tersenyum menatap Sahrul yang tertidur dipangkuannya dan mengusap usap kepalanya.
Akira terlihat tertegun dan menundukkan kepalanya setelah mendengarkan perkataan Sella, dia memikirkan lagi bagaimana pandangan kakaknya kepadanya. "kau benar Bi Sella." Akira lalu menatap Sella dengan tekad. "Bi Sella, aku ingin kau menjawab pertanyaanku. Di era setelah era jenius dan sebelum era raja. Ada sebuah lubang besar yang disebut era kegelapan. Apakah kau punya informasi tentang bagaimana kakak di era itu, tolong katakan kepadaku jika kau tahu sesuatu?" tanya Akira dengan nada serius.
"maaf, aku tidak tahu apapun soal kakakmu di era itu, Akira. Aku baru mengenal kakakmu saat era raja baru dimulai. Jika Eveelin masih hidup. Mungkin kau bisa bertanya padanya, karena dia satu satunya anggota kelompok kami yang paling lama bersama kakakmu."
"jadi begitu bi Sella tidak tahu. kak Eveelin ya?" Akira terlihat menatap bulan lalu kemudian tertawa kecil. "huh.. Aku malah teringat tingkah lucunya saat dia masih hidup. Dia benar benar mengejar kakak bahkan menyuruhku untuk memanggilnya kakak ipar. Sayang dia meninggal begitu cepat." Akira berdiri dan meregangkan tubuhnya.
"Jadi kau lebih suka yang mana, aku atau Eveelin yang berpasangan dengan kakakmu?" tanya Sella penasaran.
"dulu sih aku lebih ngeshippin. Kakak dan kak Eveelin karena aku menyukai perjuangan kak Eveelin yang agresif untuk mengambil hati kakak dibandingkan Bi Sella yang lebih pasif. Tapi, karena kapalnya sudah karam. Aku jadi pindah haluan jadi ke kapal Bi Sella x kakakku. Soalnya cuma bi Sella cewek baik yang cocok dan deket sama kakak."
"iya sih kuakui itu. Aku aja hampir nyerah mendekati kakakmu karena melihat perjuangan Eveelin. Dan, kakakmu sepertinya juga menyukai Eveelin." Sella terlihat terlihat kesal dengan mengembungkan pipinya, dia menatap Sahrul di pangkuannya.
Akira tersenyum tipis melirik ke arah Sella. "ya takdir emang tidak menentu. Tapi, aku yakin Bi Sella sekarang adalah kandidat terbaik untuk menjadi pasangan kakak. Tapi, ya.. Balik lagi ke kakakku. Aku tidak pernah meragukan pilihannya. Kakak milih murid aja nggak pernah gagal apalagi milih pasangan hidup." Akira mencondongkan tubuhnya ke kakaknya yang tertidur lalu mengetuk ngetuk topengnya pelan. "Bagaimana bisa sih kakak disukai oleh banyak gadis padahal dia sangat jarang, memperlihatkan wajahnya yang ada di balik topeng ini?" Lirih Akira.
"Aku sudah menyukai Sahrul, sebelum aku melihat wajahnya." Sela Sella sembari menatap topeng Sahrul. Akira terlihat melirik ke arah Sella tertarik. "Dan, setelah aku melihat wajah aslinya, Kupikir aku sudah tidak memiliki alasan untuk tidak menyukainya." Sella langsung menutup wajahnya yang memerah.
Akira tersenyum menggoda mendengarkan pengakuan Sella. "Wajah kakak terlalu sulit untuk ditolak ya kak Sella, produk Sandara emang nggak ada yang gagal." Goda Akira, dia menguap dan merasa ngantuk. "Bi Sella. Aku sudah ngantuk. Jadi, aku turun duluan ya.. Jika kau ingin turun nanti. Telpon Bi Sri aja, dan minta tolong padanya untuk menyuruh pelayan membawakan bantal ke sini sehingga kau bisa terlepas dari kakak. Selamat malam." Akira mengucek matanya dan melangkah keluar dari ruangan itu meninggalkan Sella.
Sella tersenyum tipis, melihat kepergian Akira. "Ehem.." alisnya terangkat, saat dia mendengarkan suara dari pangkuannya. Dia melihat Sahrul yang tersenyum jahil di sana. "Aku emang manis, tapi nggak usah diperjelas juga kak Sella." Sahrul segera beranjak dari pangkuan Sella dan duduk di sampingnya. "Huh.. benar benar deh.. aku baru aja mau tidur nyenyak." Sahrul mengangkat tangannya dan menguap menandakan dia masih ngantuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Acţiune[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
