MBIAC | CHAPTER 92

20 0 0
                                        

Selamat membaca

***

“Kau hebat banget ya… Jangan salah paham, Aku datang ke sini bukan untuk mengambil milikmu. Aku hanya ingin membantumu, membantu semua yang ada di sini. Mau ikut bersamaku untuk bisa menjadi lebih kuat?”

Kalimat ajakan itu menjadi titik awal dari perjalanan panjangku bersama sekelompok orang yang pada awalnya aku tidak tahu harus menyebut mereka apa. Mereka adalah campuran dari berbagai latar belakang, masing-masing dengan cerita dan luka mereka sendiri. Bersama mereka, aku mengalami berbagai macam hal gila yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Setelah berakhirnya era para genius, kota sanjaya selalu berada dalam bahaya, terutama dari bayang-bayang Scorpio Red, sebuah organisasi yang terkenal karena kekejamannya. Namun, Scorpio Red bukanlah satu-satunya ancaman yang mengintai kota Sanjaya. Ada masalah lain yang tak kalah serius, yaitu kelaparan. Penduduk kota harus berjuang keras untuk mendapatkan makanan, dan banyak yang terpaksa melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan demi bertahan hidup.

Harga-harga yang terus meroket membuat banyak orang rela melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang. Di sebuah rusun tua di sudut kota Sanjaya, terdapat beberapa rumah yang khusus dijadikan tempat berjudi bagi mereka yang telah berputus asa dan ingin mencari uang dengan cepat. Setiap rumah memiliki bandar yang dibayar setiap putaran. Berbagai macam jenis judi ada di sana, mulai dari judi papan rambo dan gaplek hingga judi kartu remi dan domino. Pertaruhannya pun selalu berubah-ubah tergantung kesepakatan dari para pemain.

Meskipun usaha ini ilegal, namun membawa kebahagiaan bagi penghuni asli rusun ini. Pemilik warung kecil biasanya mendapatkan keuntungan karena para penjudi membeli makanan di sana untuk mengganjal perut mereka selama bermain. Anak-anak sering diminta oleh para penjudi untuk membeli makanan di warung karena mereka tidak bisa meninggalkan permainan. Sebagai imbalannya, anak-anak tersebut mendapatkan upah. Begitu pula dengan petugas parkir yang dibayar di muka dan para pengintai yang bertugas memberi tahu jika ada tanda-tanda polisi datang. Semua orang mendapatkan uang dari usaha ini, meskipun terkadang ada beberapa masalah yang muncul.

Di sebuah ruangan sempit yang dipenuhi asap rokok dan suara gemuruh para penjudi, seorang pria tiba-tiba berdiri dengan wajah merah padam. “Ahh sialan, kalah, aku kalah. Ini tidak mungkin. Kau pasti curang kan? Mereka semua ini masih keluargamu kan?” teriaknya dengan marah, menuduh seorang bandar gadis di sebelahnya curang. Suasana yang tadinya riuh mendadak hening, semua mata tertuju pada pria yang kehilangan semua uangnya.

Gadis bandar itu tampak ketakutan. “Maaf… Aku sungguh tidak curang. Aku membagikan semua kartu ini dengan adil. Aku bahkan tidak tahu isi kartu kalian masing-masing,” ucapnya dengan suara gemetar. Gadis bandar itu langsung berdiri dari kursinya dan melangkah mundur, berharap bisa menghindari amukan pria tersebut.

Di sudut ruangan, seorang anak kecil yang melihat keributan itu langsung berlari ke bawah. “Bang, ada orang kalah ribut di atas,” keluh anak kecil itu dengan panik kepada seorang remaja yang bersandar di dinding rumah. Remaja itu adalah Redi.

Redi berdiri tegak dan tersenyum, menghabiskan minuman di tangannya. “Ada pecundang yang tidak bisa menerima kekalahannya ya hari ini. Ayo pergi. Gue udah lama nggak ngehajar orang kek gitu,” katanya dengan nada santai namun penuh ancaman. Redi berjalan pergi, melepaskan dan memegang ketapel yang tergantung di lehernya, siap untuk menghadapi keributan di atas.

Masalah selalu ada, seperti bayangan yang tak pernah lepas dari tubuh. Namun, di tempat ini, ada seorang malaikat pelindung yang selalu siap siaga. Dia adalah sosok yang melindungi semua orang yang ada di sini, baik dari ancaman kelompok Scorpio Red yang terkenal kejam, maupun dari ancaman kelaparan yang mengintai setiap sudut.

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang