Happy reading
***
Keesokan harinya.
Hiro memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah sanjaya. Setelah itu Hiro keluar dari mobil diikuti oleh Akira yang juga keluar dari mobil.
"Akira," panggil Hiro.
"hm.. Ada apa?" tanya Akira.
"apakah boleh aku menanyakan satu hal yang tidak aku mengerti?" ucap Hiro.
"katakan saja! Apa yang ingin kau tanyakan?"
"kenapa bocah ini juga ikut bersama kita?" Hiro menunjuk Sherly yang baru keluar dari mobil.
"kata kakak, paman Redi mengkhawatirkan Sherly yang tinggal sendirian di rumah saat dia sedang bekerja Lalu paman Redi menitipkan Sherly kepada kakak untuk tinggal bersamaku di rumahku. Jadi, mulai sekarang Sherly akan berangkat sekolah bersama kita menggunakan mobil mu." jawab Akira.
"kak Hiro, kak Akira, apakah kalian selalu diam diaman seperti tadi saat berangkat sekolah bersama? Kalian sama sekali tidak mengobrolkan hal apapun." ucap Sherly.
"itu karena ada kau Sherly. Kami tidak bisa leluasa untuk mengobrol." jawab Hiro.
"heh.. kenapa?" tanya Sherly.
"alasannya simpel karena kami tidak percaya pada orang yang ikut ke dalam faksi. Karena kemungkinannya sangat besar bahwa kau akan membocorkan apa yang kami bicarakan kepada ketua faksi mu." jawab Hiro.
"aku ini bisa dipercaya kok. Aku nggak bakalan membeberkan apa yang kalian rencanakan kepada ketua faksiku," jawab Sherly.
"apakah dengan cara seperti ini juga kau membuat Nikku percaya padamu?" Akira menatap datar Sherly. Sherly memalingkan wajahnya tidak berani menatap mata Akira.
"hm.. Sherly pergilah ke kelas mu! Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan Hiro. Kalau kau masih ingin mendengar apa yang kami bicarakan, maka jangan salahkan aku kalau kau akan pulang sekolah dengan naik taksi," ancam Akira.
"baiklah.. Kak Akira. Aku permisi." Sherly berjalan pergi meninggalkan Hiro dan Akira.
"apakah dia benar benar pergi?" tanya Hiro.
"dia sudah pergi, Aku sudah tidak bisa mendengarnya lagi. Hiro ada yang ingin aku katakan padamu tentang Elang."
"apa itu?"
"mungkin Elang sudah tahu bahwa kau telah mendekati adikknya jika nanti kau tiba tiba diserang oleh Elang saat bersama Icha. Aku harap kau bisa menahannya buat seolah olah Elang yang jahat dan bersalah di mata adikknya. Dan buat Icha sepenuhnya percaya kepada mu." Akira berjalan meninggalkan Hiro.
"baiklah.. Akan ku coba sebisaku." Hiro berjalan menyusul Akira. Mereka berdua berjalan menuju ke kelas.
***
Saat jam istirahat.
Hiro keluar dari kelas lalu berjalan di koridor. "Akira menyuruhku untuk datang ke sana. Memangnya ada apa di sana?" Hiro terus berjalan sampai akhirnya Hiro melihat Icha yang sedang membawa beberapa keranjang dan kardus ditangannya. Icha terlihat kerepotan membawa semua barang itu. "mungkin Akira menyuruh membantu Icha." batin Hiro. Hiro berjalan mendekati Icha. "apakah aku boleh membantu mu?" Hiro menawarkan bantuan pada Icha.
Icha melihat Hiro berada di dekatnya. "nggak usah kak! Icha bisa kok membawa semua peralatan ini sendiri. Icha nggak mau merepotkan kakak," ucap Icha.
"melakukan ini tidak akan merepotkanku." Hiro mengambil semua semua kardus itu dari tangan Icha. "kardus ini cukup berat. Apa isinya?" tanya Hiro.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Action[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
