Happy reading
***
Hiro masuk ke dalam kelas. Hiro menoleh ke arah Akira yang sedang duduk di kursinya sambil memakan sneak yang terletak di atas mejanya. Hiro berjalan mendekati Akira. "Akira apakah kau punya waktu sepulang sekolah nanti?"
Akira masih memakan sneak di tangannya. "tidak, aku sudah punya janji untuk menemui seseorang sepulang sekolah nanti. Jadi, saat bel pulang sekolah nanti kau pulang duluan saja, Jangan menungguku!" ucap Akira.
"bukan begitu. Ada hal yang ingin aku bicarakan padamu di rooftop sepulang sekolah nanti. nanti kau datang ya!" pinta Hiro.
"soal monster bayangan pengendali?" tebak Akira.
Hiro terkejut karena tidak menyangka Akira telah mengetahui hal yang ingin dia bicarakan. "Hey darimana kau tahu soal itu?" tanya Hiro berbisik.
"memangnya apa yang tidak aku ketahui di sekolah ini? Aku mengetahui semua yang terjadi di sekolah ini. Orang itu terus memperhatikan mu setelah kau mengalahkan Karina dulu. Sepertinya dia menyukaimu, Hiro." Akira tersenyum menggoda.
Hiro mengigil saat mendengar ucapan Akira. "huh.. Jangan mengatakan hal yang mengerikan seperti itu! Tidak mungkin orang seperti dia menyukaiku."
"tidak, bukan dalam arti seperti itu. Tapi, dia menyukaimu sebagai boneka barunya yang kuat. Apakah kau mau menjadi boneka dari orang sepertinya, Hiro? Kau bisa jauh lebih kuat lho saat bersamanya dan juga urusanmu di sekolah ini bisa jadi lebih mudah karena dirinya." tawar Akira.
"kau gila ya.. Akira? Bagaimana mungkin aku mau menjadi boneka dari orang yang sangat kejam seperti dirinya." bantah Hiro.
Akira tertawa. "haha.. Jadi begitu kau lebih memilih bersama denganku daripada dengan dirinya, Sungguh setia. Aku akan memperlakukanmu dengan baik sebagai bonekaku."
"hey, hey, Akira. Jangan menunjukkan sifat gilamu di saat seperti ini! Kau jadi sebelas dua belas dengan dirinya. Aku ingin tahu bagaimana kau bisa mengetahui hal itu? Akira. Kumohon jawab aku dengan jujur!"
"dia mendatangiku lalu dia memberikan penawaran padaku. Dia mengatakan padaku bahwa dia akan memberikan bantuan pada kita. jika aku memberikan dirimu kepadanya."
"terus kau jawab apa Akira? Kau menolaknya kan?!"
"karena sepertinya sangat menarik sekaligus menguntungkan untukku. Jadi, aku menerimanya." Akira tersenyum.
"Akira. Kau benar benar sudah gila. Bagaimana mungkin kau memberikan seorang pengawalmu kepada orang yang--"
Akira menarik kerah baju Hiro mendekat ke arahnya. "ck. Di luar kau adalah milik kakak. Tapi, di sekolah kau adalah milikku, Jangan lupakan hal itu! Aku memang menganggapmu sebagai temanku, Hiro. Namun, Walaupun begitu kau seharusnya menyadari posisimu. kau adalah seorang pengawal yang dikirim oleh kakak untuk menjagaku dan kau juga diharuskan untuk menuruti apapun perintahku. Jadi, aku harap kau tidak melupakan tugasmu itu. Dan satu lagi pelankan suaramu! Aku tidak ingin ada orang yang curiga kepadaku. Kalau hal itu sampai terjadi maka kau juga yang akan kusuruh untuk menyelesaikan masalah itu. Ikuti saja apapun permainanku, Hiro. Ini perintah!" bisik Akira tajam. Akira lalu mendorong Hiro.
Hiro mundur beberapa langkah ke belakang. Dia menundukkan kepalanya lesu. "sudah sangat lama semenjak kau terakhir memberikanku perintah seperti ini. Baiklah.. Nona Akira." ucap Hiro pelan.
Bel masuk pelajaran berbunyi.
"pergilah ke tempat dudukmu lalu bersikaplah seperti biasa. Aku tidak ingin kau menunjukkan wajah menyedihkanmu itu kepada siswa lain! Ini perintah," suruh Akira.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Acción[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
