MBIAC || CHAPTER 73

16 2 1
                                        

Happy reading

***

Sahrul dan Citra berlari ke sisi bangunan untuk berlindung.

"kalian semua segera cari tempat berlindung!" perintah Citra. "sial." Citra mengarahkan pistolnya yang dipegangnya lalu mencoba menembak perut Sahrul.

Sahrul melompat ke samping menghindari tembakan Citra. "waw pake teknik ya? Benar benar seperti pasukan yang dilatih khusus."

Citra mendekati Sahrul lalu menendang kakinya sehingga membuat Sahrul sedikit kehilangan keseimbangan. Citra mencoba menembak dada dan bahu Sahrul.

Sahrul berlari maju lalu memegang tangan Citra mencoba menjauhkan pistol darinya. Sahrul memasukkan tangannya ke selangkannya Citra lalu mengangkat tubuh Citra ke bahunya. Sahrul kemudian membanting Citra ke belakang.

Citra segera melakukan roll samping lalu berdiri. Dia mengarahkan pistolnya ke arah Sahrul. Namun, sebelum Citra menembak Sahrul menendang perut Citra sehingga membuat dia menghantam bangunan di belakangnya.

Sahrul berlari maju ke arah Citra. Citra mengarahkan pistolnya ke arah Sahrul. Sahrul mengambil ujung pistol Citra lalu mengarahkan ke kepalanya. Melihat hal itu Citra menarik pelatuk pistolnya. Dengan cepat Sahrul mengarahkan pistol itu ke atas sehingga menembak ke atas kepala Sahrul.

Sahrul semakin mendekat ke citra lalu menahan tangan Citra yang satu lagi. Sedangkan tangannya yang lainnya mengeluarkan magazine dari pistol Citra.

Citra menendang alat vital Sahrul menggunakan dengkulnya sehingga membuat Sahrul mundur beberapa langkah.

Citra mengarahkan pistolnya ke arah Sahrul lalu mencoba untuk menembaknya. Namun, magazine dari pistol miliknya sudah berhasil dilepaskan oleh Sahrul.

Citra mengambil pisau di samping bajunya lalu berlari ke arah Sahrul. Citra mencoba menyerang Sahrul menggunakan pisau itu.

Sahrul menghindari semua serangan pisau Citra dengan menekuk tubuhnya sambil berjalan mundur.

Citra melemparkan pisaunya ke arah kaki Sahrul. Sahrul mengangkat satu kakinya untuk menghindari pisau itu. Citra berlari maju lalu menyikut dada Sahrul. Citra mengambil pisau itu kembali lalu hendak menusuk Sahrul.

Sahrul melompat ke belakang Citra lalu berjalan mundur. "kau sudah menyerah?"

Citra melompat sambil menyayatkan pisaunya dari atas menyamping. Sahrul mundur satu langkah memiringkan tubuh untuk menghindari sayatan Citra.

Saat mendarat Citra segera berputar lalu menendang perut Sahrul sampai dia terhempas ke dinding bangunan yang ada di belakangnya.

Citra kembali melompat sambil hendak menikam dada Sahrul. Namun, Sahrul menahan tangan Citra menggunakan satu tangan. "apakah kau benar benar ingin membunuhku? Apa kau tahu sebenarnya kau tidak boleh melakukan itu." Sahrul menatap dalam mata Citra.

Citra menekan pisaunya ke arah dada Sahrul menggunakan dua tangan. Namun, Sahrul masih cukup kuat untuk menahan tekanan tangan Citra. "apa maksudmu? Bukankah mereka adalah pasukanmu yang akan membunuh orang orangku." Citra mulai menendang tubuh Sahrul menggunakan dengkulnya sambil terus menekan pisau itu sekuat tenaga ke dada Sahrul.

Sahrul menahan tendangan Citra menggunakan tangannya yang satunya. "tidak, kau salah paham. Mereka bukanlah pasukanku. Namun, orang orang yang dikirim untuk membunuh diriku dan juga dirimu. Jika kau ingin mencoba membunuhku sekarang maka kita berdua akan mati di sini. Jadi, aku membutuhkan bantuan darimu agar hal itu tidak terjadi."

"omong kosong. Bagaimana aku bisa mempercayai ucapan dari orang yang sudah terdesak?"

"terdesak? Aku? Haha.. aku sebenarnya bisa membunuhmu sekarang. Namun, jika aku melakukan itu sama saja aku memudahkan jalan anak itu. Polisi khusus sepertimu masih diperlukan untuk menangkap orang sepertinya jadi jangan salah paham." Sahrul mengambil pisau all in gun dari sakunya menggunakan tangan yang satunya lalu mengarahkan pistol itu ke kepala Citra. "jadi, apa pendapatmu setelah mengetahui bahwa aku dari tadi hanya mempermainkanmu?"

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang