MBIAC || CHAPTER 27 |Rencana Hiro 2/ sejarah kota Sanjaya (revisi)

40 7 0
                                        

Happy reading

***

Beberapa hari yang lalu. Sherly sedang berjalan sendirian di koridor sekolah yang sepi. Suasana sore itu terasa tenang, hanya terdengar suara langkah kakinya yang berirama di lantai keramik. Tiba-tiba, dari arah belakang, seorang murid menariknya dengan kuat, membuat Sherly terkejut dan hampir kehilangan keseimbangan. Dia berusaha melawan, tetapi murid itu lebih kuat dan berhasil menyeretnya ke dalam toilet wanita.

Sherly merasa panik saat pintu toilet tertutup dengan keras di belakangnya. Dia melihat sekeliling dengan cepat, mencoba memahami situasi yang tiba-tiba ini. Dia melihat punggung murid itu yang sedang mengunci pintu dengan cepat dan hati-hati. Ketika murid itu berbalik, Sherly terkejut melihat wajah yang familiar.

“Hiro?” Sherly hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Hiro, dengan senyum lebarnya yang khas, menatapnya dengan serius. “Kak Hiro, apa yang kau lakukan?” tanyanya dengan suara gemetar, mencoba membenarkan kacamatanya yang sedikit miring.

Namun, sebelum Sherly sempat menyentuh kacamatanya, Hiro dengan cepat menekan kedua tangannya ke dinding toilet. Sherly merasa jantungnya berdegup kencang, campuran antara ketakutan dan kebingungan memenuhi pikirannya. “Kak Hiro, kenapa kau melakukan ini?” tanyanya lagi, suaranya hampir berbisik.

Sherly merasakan jantungnya berdegup semakin kencang saat wajah Hiro semakin dekat dengannya. Napasnya terasa berat, dan dia bisa merasakan kehangatan napas Hiro di wajahnya. “Kak Hiro… apa yang kau lakukan?” tanyanya dengan suara bergetar.

Hiro tersenyum lembut, namun ada kilatan aneh di matanya yang membuat Sherly merasa tidak nyaman. “Haha… Sherly, kau ini sangat polos,” katanya dengan nada mengejek. “Aku akan melakukan hal yang ingin aku lakukan.” Senyum Hiro berubah menjadi seringai yang membuat Sherly merinding.

“mesum!” teriak Sherly, panik. Tanpa berpikir panjang, dia mengangkat lututnya dan menghantam perut Hiro dengan keras. Hiro terkejut dan melepaskan pegangan tangannya, terhuyung mundur sambil memegangi perutnya yang kesakitan. Saat mundur, Hiro berhasil menarik kacamata Sherly.

Sherly bergerak maju menghantamkan sikunya dengan keras ke pipi Hiro, membuatnya terhuyung mundur beberapa langkah sambil memegangi pipinya yang terasa nyeri. Wajah Hiro meringis kesakitan, namun matanya tetap fokus pada Sherly yang berdiri dengan kuda-kuda siap menyerang lagi.

“jangan mendekat! Aku ini diajari muaythai sama kakakku, lho,” kata Sherly dengan nada penuh percaya diri. “Jadi, aku juga bisa menghajarmu.”

Sherly maju selangkah, siap melancarkan serangan berikutnya. Namun, Hiro tiba-tiba mengangkat tangannya, telapak terbuka menghadap Sherly, seolah memohon agar dia berhenti.

“Berhenti,” kata Hiro dengan suara tenang.

Sherly menghentikan langkahnya, menatap Hiro dengan tatapan tajam. “Kenapa aku harus berhenti?” tanyanya, masih dalam posisi siap bertarung.

Hiro menatap Sherly dengan senyuman polos. “Karena aku bilang begitu,” jawabnya.

Sherly, dengan wajah merah padam dan mata yang menyala penuh amarah, berlari dengan cepat menuju Hiro. Ia melompat dengan lincah, mencoba menghantamkan dengkulnya ke tubuh Hiro dengan kekuatan penuh.

“Wah… Tolong!” Hiro berteriak panik. Dengan gerakan cepat, dia melompat ke samping, menghindari serangan Sherly. Tanpa membuang waktu, Hiro segera berlari menjauhi Sherly.

“Dasar cowok mesum, akan aku bunuh kau.” Sherly berteriak dengan suara yang menggema di seluruh ruangan. Ia berlari mengejar Hiro, tekadnya bulat untuk menangkap dan menghajarnya.

Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang