Happy reading
***
Sahrul berjalan ke rumah Redi. baju dan topeng yang dia pakai sudah diganti.
Saat Sahrul hendak mengetuk pintu Rumah Redi. Sella membuka pintu sehingga tidak sengaja Sahrul mengetuk kepala Sella.
Sella menepis tangan Sahrul. "Apaan sih,"
Sahrul yang sadar baru mengetuk kepala Sella segera meminta maaf kepadanya. "kak Sella, kok kau masih ada di sini? yang lain udah pada pulang. lho,"
"Aku hanya menemani adiknya Redi sebentar, ini juga aku mau pulang," jawab Sella.
"Oh.. dimana Redi?" tanya Sahrul.
"Redi ada di kamarnya, dia lagi istirahat," jawab Sella.
"hm.. tunggu sebentar ya.. jangan pulang dulu! Aku akan kembali setelah mengecek keadaan Redi," ucap Sahrul.
"Memangnya ada apa?"
"udah tunggu aja! Aku ada urusan setelah ini. Temani aku ya.." Sahrul melangkahkan kakinya berjalan masuk ke rumah Redi. "duduk aja di sini sambil menungguku kak Sella!" Sahrul menunjuk ruang tamu rumah Redi. "Aku akan kembali sebentar lagi. Kira kira tiga puluh menit. Dadah." Sahrul berjalan meninggalkan Sella.
"Dasar bocah itu, selalu saja seenaknya sendiri." Sella duduk di sofa ruang tamu Redi sambil memainkan handphone menunggu Sahrul kembali.
Sahrul masuk ke dalam kamar Redi dengan menendang pintu. "Yo bang!" teriak Sahrul heboh.
Redi yang tengah berbaring di kasur menoleh ke arah Sahrul. "Dasar Kau selalu saja heboh sendiri."
"Hehe maaf." Sahrul berjalan mendekati Redi lalu duduk di kasurnya. "Bagaimana keadaan mu?" Tanya Sahrul.
"Kau tanya bagaimana keadaaan ku?" Redi duduk bersandar di dinding bagian atas kasurnya. "Gue hampir mati bang*at. Habis lenganku dipatah patahin sama Galang," marah Redi.
"Haha.. ayolah. kak Galang itu hanya ingin menyembuhkan mu walaupun rasanya menyakitkan. Namun, setelah itu kau akan segera sembuh," ucap Sahrul.
"iya sih. Tapi, setidaknya dia bisakan menggunakan kemampuan miliknya dengan cara lebih lembut. Kemampuannya itu adalah mempercepat regenerasi tubuh dengan menyentuh bagian yang sakit. Tidak perlu sampai ditekan dengan keras sampai tulangku rasanya mau patah juga kan!"
"Kalau kau hanya luka biasa mungkin bisa hanya disentuh. Mungkin kak Galang merasakan bahwa kau mengalami luka dalam. jadi, ditekan dengan keras supaya cepat meregenerasinya,"
"Tapi kan!--"
"Sudahlah.. seperti yang kak Galang katakan bahwa walaupun sudah ditolongin, kau sama sekali tidak akan berterimakasih padanya. Kau tahu saat pulang tadi Galang langsung tepar di kasur karna energinya digunakan untuk menyembuhkan dirimu," marah Sahrul.
"Kau ini paling bisa ya.. buat orang merasa bersalah,"
"Kau tahu kak Galang itu sudah banyak menolong kita. Walaupun cara mengobatinya terasa sangat menyakitkan bagimu. Tapi, kak Galang juga mengorbankan energinya untuk menyembuhkan mu. Dia sampai kelelahan demi kesembuhan mu. Seharusnya kau itu berterimakasih kepadanya bukan malah marah seperti ini." marah Sahrul.
"Kenapa jadi lo yang marah marah sih?" Batin Redi. "Cih.. baiklah. besok gue akan bilang terima kasih kepada Galang. Lo senang sekarang?"
"Baiklah. Aku sudah senang." Sahrul mendekati Redi. "Redi apakah kemampuan mu kini melemah sampai sampai bisa kalah dikeroyok oleh para gangster lemah itu," ucap Sahrul dengan nada mengejek.
KAMU SEDANG MEMBACA
Keluarga Sandara : my brother is a criminal (S2 Dimulai)
Action[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Tubuh dikendalikan oleh pikiran. Tetapi, pikiran mengikuti hati." Dulunya Keluarga Sandara alexander adalah keluarga yang sangat harmonis dan bahagia. Walaupun, keluarga itu memiliki sebuah rahasia yaitu ayah dan...
