52/99 It was the first time I saw her enthusiasm and confidence at the meeting.
53/99 From any side I think her face always attractive.
54/99 She admits that she keeps her distance from all men, including me.
_____
"Maaf karena saya tidak dapat melakukannya kali ini, My Lord." Arthur mengatakannya dengan nada berat karena permintaan Dominic untuk mengawasi keputusan-keputusan Sang Ratu tidak dapat ia penuhi.
Dominic kemudian mengangkat kepala, ia tengah meninjau ulang sebuah proposal yang akan diseleksi kembali saat rapat produser dua jam lagi saat Arthur masuk ke ruangannya. "Lalu dimana ia sekarang?"
"Tiga puluh menit lagi kita akan tahu pesawat apa yang ia naiki, My Lord." Arthur menyuruh seseorang yang ia percaya untuk mencari informasi tentang kehadiran seseorang yang seharusnya tidak datang ke negara ini. "Her Highness menyediakan sepuluh pengawal yang akan menjaganya dan saya telah menerima titah langsung dari Yang Mulia untuk membawa Anda menemuinya, membicarakan pernikahan dan rencana-rencana dimasa depan yang akan dijalani."
Dominic terfokus kepada hal lain. "Sepuluh orang untuk menjaga Allesia agar ia tidak bisa menolak permintaannya? Bukahkah itu kejam?" Ia memberikan pembatas di proposal yang sebelumnya dibaca karena ia akan melanjutkannya nanti. Allesia Lafont — temannya — sedang berada dalam perjalanan ke Indonesia secara mendadak setelah petinggi-petinggi rumah sakit beraliansi dengan Jeanne Faillieres untuk membuat Allesia menjadi perwakilan rumah sakit tempatnya bekerja ke XIX World Congress of Gynecology & Obstetrics yang diadakan di Indonesia.
"Kini ia tahu Anda berada disini," Arthur menunggu reaksi Dominic yang masih sulit dibaca perihal seseorang yang Dominic benci dalam hatinya dan menjadi alasan mengapa pria itu jarang kembali ke tanah kelahirannya sendiri. "Ditempat yang sama dengan Lady Charleen."
Dominic menatap jauh ke emblem yang ada di dinding ruangan – logo Lamov Pictures, production house miliknya sendiri yang telah tumbuh lebih besar dibandingkan krisis yang dialami waktu pertama kali ia bergabung. "Saya akan membuat reservasi–"
"Arthur, aku yang menentukan dimana kami akan bertemu."
"My Lord, tolong jangan membuat rencana-rencana aneh yang tidak saya mengerti lagi." Terakhir kali Jeanne mengirim pengawal tambahan untuk anaknya — Dominic membuat enam orang pengawal yang diutus datang langsung dari Prancis terancam dikeluarkan dari Angkatan Darat Utama Kerajaan. Selain itu, semenjak ia memasuki usia legalnya Dominic dengan kekuasaannya melakukan rotasi terhadap lima pengawal yang bertugas setiap dua tahun sekali dengan cara yang hanya diketahui oleh dirinya dan Arthur. "I would recommend—" perkataan Arthur terputus oleh getar ponsel di saku jasnya dan ia menatap Dominic yang memberinya tanda untuk segera mengangkat telepon itu.
Satu menit Arthur mendengarkan apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya sebelum ia kembali ke hadapan Dominic. "My Lord, pengawal kita bertemu dengan pengawal Lady Charleen di bandara."
"Charleen?"
"Sepertinya beliau akan pergi ke Singapura untuk mengurus perusahaan tekstilnya." Asumsi Arthur membuat keadaan hening untuk beberapa saat diantara mereka. "Bukankah ini sudah jadwal bulanannya? Saya hafal—"
"Menurut kamu semudah itu, Arthur?" Dominic menatapnya skeptis. "Apakah mereka belum menemukan nomor pesawat Allesia?"
"Lalu Anda mengira Lady Charleen akan menjemput Lady Allesia hanya karena mereka sama-sama berada di bandara padahal kita tidak tahu apakah itu bandara yang sama atau tidak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Endless Lullaby
Literatura FemininaEndless Lullaby | Mint Series #1 © 2020 Grenatalie. Seluruh hak cipta.
