Semuanya sudah berkumpul. Kecuali kedua orang tua mereka. Masalah ini biar jadi urusan mereka saja.
Karina merasa terpojokan. Padahal ini bukan suatu masalah yang harus di perbesar. Apa salahnya jika ada orang baik yang ingin mengantarkannya pulang. Bahkan karina pulang dengan selamat. Tanpa luka.
"Tumben, ada apa bang?" heran Revan.
"Bagi duit ya?" sahut Regan antusias.
"Bukan." sahut Abian.
"Duit mulu otak lu!" ujar Reynal kepada Regan.
"Terus apa? Perasaan gue gak buat masalah hari ini? Kenapa di suruh kesini. Kaya tersangka aja." Jawab Regan.
Ruangan ini memang di khususkan untuk introgasi adiknya yang berbuat salah. Jika ada yang disuruh kesini berarti ada masalah yang harus diselesaikan.
"Gue mau main game bang, keburu malem. Nanti malah disuruh tidur lagi." kata Revan kepada abang-abangnya.
"Bisa diem sebentar gak?" Tanya Abian yang sudah pusing mendengarkan perkataan kedua adiknya itu.
"Yaudah apa?"
"Kenal Farel?" Sahut Ezio dengan wajah datarnya.
"Farel mana? Anak pak subagio?" tanya balik Regan.
"Emang ada?" heran Riyan.
"Lu gak tau si Farel anak pak subagio? Dia yang ngambil mangga kita dulu. Waktu tuh pohon belum di tebang sama ayah." Jelas Regan.
"Bukan itu bego. Ini beda orang." Sahut Reynal sedikit kesal.
"Terus siapa?" Herannya.
"Temen kalian di sekolah." Jelas Ezio lagi.
Revan dan Regan saling pandang satu sama lain. Ngapain mereka nanyain soal si Farel.
"Kenapa bang Zio nanyain soal si Farel?" Tanya Revan sedikit Heran. Regan mengangguk setuju dengan pertanyaan Revan barusan. Kenapa?
"Jawab dulu. Kalian kenal gak?"Kata Abain sedikit serius.
"Kenal."
"Gimana dia disekolah? Dia ketua Osis di sekolah?"
"Iya."
"Emang ada apa sih bang?" Heran Aldi. Sedari tadi Aldi hanya menyimak. Tidak tahu apa-apa. Dia ikut masuk karena dia penasaran ada apa sebenarnya.
"Dia udah nganterin karina pulang tadi sore." Jawab Riyan memberitahu. Revan dan Regan jelas kaget mendengar ucapan Riyan barusan.
Sebenarnya Regan tidak terlalu kaget. Karena Regan juga pernah memergoki adiknya itu pulang dengan Farel. Dengan alasan Farel yang maksa buat nganterin karina. Karena baru selesai dari urusan Osis.
"Wah gak bisa dibiarin. Kenapa lu balik sama dia?" Tanya Revan kepada sang adik yang hanya diam.
Karina hanya diam. Malas jika harus menjelaskan lagi. Lagi pula tidak ada yang percaya.
"Malah diem lagi. Awas aja tuh si Farel gue samperin besok!" Ketus Revan.
Karina melirik kearah Regan. Berharap abangnya itu tidak memberitahukan kepada yang lainnya kalau sebenarnya itu merupakan kali kedua dia diantar Oleh Farel.
Regan tau arti tatapan itu. Dia tersenyum miring kearah Karina. Senyuman itu membuat karina takut. Benar-benar takut.
"Udalah bang gak usah di perpanjang. Dia gak bakal macam-macam sama karina. Gue tau dia." Kata Regan dengan santai.
Karina kaget. Apa abangnya itu sedang membelanya?
"Apa maksud kamu Regan?" Tanya Abian Tak habis pikir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pradigta (BTS Lokal)
Fanfictionhanya menceritakan kisah keluarga yang penuh kasih sayang satu sama lain tanpa membedakan satupun💜
