100.

172 9 0
                                        

"apa tak ada lagi yang ingin kau katakan, Revees?"ucapku menatap pria yang dipaksa duduk tsb.
Namun pria itu sama sekali tak memberiku jawaban dan hanya diam sembari menunjukan kepalanya memandangi lantai..
Aku menghela nafasku sejenak lalu melirik keara Aroon.
"Untuk sekarang Masukan pria itu ke penjara bawah tanah. Kau tak perlu mengikatnya. Cukup masukan saja di kedalam jeruji berkarat tsb"ucapku melirik keara Aroon.
"Tapi tuan"ucap Aroon kebingungan.

"Tak apa Aroon"ucapku singkat.
"Berhenti berpura-pura baik, bunuh saja aku sialan"teriak Revees kepadaku.
Dia menatap wajahku dengan penuh Amara.

Aku meraih dagu pria berambut pirang di hadapanku itu.
"Dengarkan aku Revees. Kau mungkin memang bukan anakku. Aku berbelas kasih kepadamu karna mengingat hubunganku dengan ayahmu"aku mencoba bicara dengan kata kata sopan.

"Aku hanya akan memberimu 1 kesempatan. kau bisa hidup di penjara dalam keadaan tubuh utuh serta makanan enak setiap harinya. "Ucapku tanpa mengubah ekpresi wajahku.
"Kau juga bisa kabur dari penjara itu, namun jika kau memutuskan untuk kabur, kau akan mati entah itu ditangan bawahanku ataupun di tangan tubuh ayahmu sendiri. Aku sudah memberimu 1 kesempatan Revees jadi jangan salahkan aku"ucapku melepaskan genggaman tanganku.

"Aroon"ucapku
"Baik tuan"jawab Aroon menyeret pria itu dengan terus mengunci tangannya.
"Ayo..."ucap Aroon mendorong pria itu kasar.
Reeves terus mencoba melawan namun tenaga kalau besar melawan Aroon.
Dia terus memberontak sampai hampir menabrak pintu yang sedang Aroon coba buka.

"Ah benar, aku lupa mengatakannya"ucapku sembari menatap kedua pria yang hampir keluar dari pintu kamar itu.

"Seperti nya kau sudah di tipu oleh pendeta itu, karna Meskipun kau memakai sihir hitam sekalipun karllan tidak akan hidup kembali. "Ucapku menatap pria itu dari kejauhan.
"Jangan sebut nama ayahku dengan mulut kotormu itu, iblis"ucap Revees berteriak kepadaku.
Brak tiba tiba pukulan keras menghantam Revees.
"Jangan berisik"ucap Aroon dengan suara berat.

Tak
Pintu tertutup.
"Lagipula, bagaimana bisa dia menghidupkan kembali orang yang hidup?"gumamku singkat.

______

di sebuah ruangan yang memiliki besar 10 X 10 meter.
Tampak sebuah meja sepanjang 4 meter berdiriku di Tengah rumahan tsb. Lalu di ujung meja terdapat seorang pria parubaya yang berusia 60 tahunan duduk dengan wajah datar.

Dihadapan nya tampak 12 orang yang sedang saling berdebat keras.
Pria parubaya itu memangku dagunya sembari mendengarkan para bangsawan yang menuturkan pendapatnya.

Di samping sang raja juga berdiri seorang pria berambut emas yang tampak begitu tampan yang tak lain adalah putra mahkota.

Para bangsawan mulai mengeluh dan meminta kepada seorang pria yang terlihat bosan mendengarkan ocehan mereka yang hanya meminta anggaran untuk wilayah mereka.

"Yang mulia"
"Yang mulia"
"Yang mulia"
Semua kata kata mereka selalu di awali dengan kata kata yang sama.
Para bangsawan itu tampak meminta dengan bahasa sopan, namun kata kata mereka benar benar berbanding terbalik dengan bahasa sopan yang mereka ucapkan.

Di sela-sela perdebatan yang panas itu perlahan suara ketukan terdengar dari luar.
Dargon perlahan berjalan mendekat keara pintu yang berjarak 2 meter dari tempat ya berdiri.

Perlahan Dargon membuka sedikit pintu lalu tampak seorang ksatria berpakaian putih dengan lambang mawar di dadanya.
Sebuah pin berwarna keemasan tampak terpasak di dada pria itu dengan rapi.

Dargon melirik sesaat kepada pria tsb lalu keluar dari ruangan dan menutup pintu dengan lembut.
Lalu ia menunjukan senyumannya yang tampak begitu manis..
Ternyata ksatria itu adalah utusan dari kuil utama.
"Saya akan menyiapkan ruangan, bisakah anda menunggu sebentar?"tanya Dargon
"Saya hanya ingin menyampaikan pesan dari pendata agung, jadi cukup disini saja"ucap pria itu tampak tanpa ekspresi.
"Baik saya mengerti, meskipun agak kurang sopan. Jadi apa yang ingin di sampaikan pendeta agung?"tanya Dargon berdiri.
Perlahan kesatria suci itu membuka mulutnya, mata Dargon seketika melebar. Lalu wajahnya yang awalnya tersenyum langsung menjadi masam.

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang