35

1.1K 93 32
                                        

Hari-hari terus berlalu tak terasa sekolah anak-anak kini sudah berada di penghujung semester. Seminggu lagi trio kembar akan disibukkan dengan kegiatan penilaian akhir semester.

Jake yang dari awal sudah ikut kegiatan osis apalagi sekarang Jake berhasil terpilih sebagai ketua osis yang baru ditambah dengan semua les tambahan yang Jake ikuti semakin membuatnya sibuk.

Setiap hari minggu anak itu akan beralasan pergi keluar keperpustakaan kota untuk sekedar belajar.

Jayden bahkan hampir sebulan tidak bertegur sapa dengan Jake karena kesibukan adiknya itu, Jayden merasa Jake semakin jauh dari jangkauan seolah mencoba menghindar dari semua orang dirumah termasuk dirinya.

Disekolah pun anak itu seperti enggan untuk menyapa Jayden, setiap berpapasan Jake selalu membuang muka seolah mereka tidak saling kenal.

Setiap kali Jayden mencoba membuka percakapan dengan Jake, adiknya itu selalu menjawab ketus atau seadanya seolah Jake benar-benar tidak ingin berbicara dengannya. Jake telah sepenuhnya berubah.

Bukan hanya Jake tapi juga Hilmi yang semakin terlihat perbedaannya. Akhir-akhir ini Hilmi lebih sering menghabiskan waktu dikantor dengan alasan lembur bisa juga papa menginap hingga tidak pulang berhari-hari.

Dan semua pekerjaan rumah otomatis menjadi tanggung jawab Jayden, Hilmi tak kunjung merekrut asisten rumah yang baru dari terakhir bi Ratih diberhentikan.

Jayden merasa kembali kesuasana lima tahun lalu dimana papa baru saja bercerai dengan mama.

Lebih parahnya Jayden jadi lebih sering tertinggal pelajaran sekolah karena harus mengantar Riki untuk pengobatan kerumah sakit setiap dua kali dalam seminggu sesekali Satya juga akan ikut membolos mengantar Jayden dan Riki check up kerumah sakit.

Sebab tiga minggu lalu pengasuh Riki memilih mengundurkan diri dan kembali kekampung.

Jayden tidak tau kenapa papa sekarang berubah 180 derajat, sekalipun pulang papa hanya akan berbincang dengan anak-anak sebentar lalu kembali mengurung diri diruang pribadi papa.

Papa juga tidak pernah bertanya bagaimana hasil kesehatan Jayden dan Riki setiap mereka pergi check up akhir-akhir ini.

Hari minggu pun papa akan beralasan keluar entah berkencan dengan tante Mira atau ada urusan Jayden tidak tau.

Selama disekolah pikiran Jayden juga tidak bisa tenang apalagi Riki ikut papa kekantor semenjak mbak Tika mengundurkan diri dan akan dijemput pulang jika salah satu saudaranya pulang dari sekolah.

Semenjak Riki ikut papa kekantor, rasanya pikiran Jayden terus tak tenang apalagi Jayden tahu adiknya akan turut dijaga oleh tante Mira.

Jayden tidak bodoh kalo tante Mira diam-diam mempengaruhi Riki dengan semua ucapannya yang tidak bermutu. Jayden juga tahu tentang hari itu dimana Riki bertanya apa itu mati karena tante Mira diam-diam memarahi Riki yang menolak minum obat.

Setiap kali pulang dari kantor papa, Jayden beberapa kali melihat Riki terus murung, setiap ditanya anak itu enggan untuk bercerita hanya bisa menangis dalam dekap Jayden.

Jayden bingung harus mengumpulkan bukti kejahatan tante Mira darimana, sebab hanya Jayden yang tahu kebusukan tante Mira. Riki juga tidak kunjung mau bicara entah ancaman apa yang dikatakan tante Mira pada anak sekecil Riki sampai enggan untuk bicara.

Papa tidak akan percaya jika hanya Jayden yang bicara seperti masalah dengan mama dulu papa tak kunjung percaya karena sikap keduanya yang sangat baik dihadapan Hilmi seolah tidak ada cacat dan celah untuk membongkar kejahatan mereka.

"WOiii, bengong terus kesambet baru tau rasa" celetuk Deris suara yang semula berteriak langsung berubah seperti biasa, dia lupa kalo Jayden pantang dikagetkan.

Precious Family || EnhypenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang